Sabtu, April 25, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPrajurit AS Didakwa Raup Rp6 M dari Taruhan Rahasia

Prajurit AS Didakwa Raup Rp6 M dari Taruhan Rahasia

Energi Juang News, Jakarta – Seorang anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat, Gannon Ken Van Dyke terseret kasus hukum setelah diduga memanfaatkan akses informasi sensitif demi keuntungan pribadi. Perkara ini mengungkap potensi kebocoran informasi dalam operasi militer yang seharusnya bersifat rahasia.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena melibatkan taruhan daring yang terkait dengan operasi terhadap Nicolas Maduro pada awal tahun ini.

Dugaan Penyalahgunaan Informasi Rahasia

Departemen Kehakiman AS menyebut prajurit itu menggunakan informasi internal untuk memasang taruhan di platform Polymarket. Nilai keuntungan yang diraup mencapai lebih dari US$400.000 atau sekitar Rp6 miliar.

Van Dyke diduga memasang sekitar 13 taruhan yang memprediksi pasukan AS akan memasuki Caracas dan menggulingkan Maduro. Ia disebut mengetahui detail operasi karena terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Jaksa Agung sementara AS, Todd Blanche, menyatakan terdakwa menyalahgunakan akses terhadap informasi rahasia untuk keuntungan pribadi. Setelah memperoleh keuntungan, sebagian dana disebut dipindahkan ke akun kripto luar negeri sebelum dialihkan ke rekening pialang baru.

Ancaman Hukuman Berat

Jaksa mendakwa Van Dyke dengan pelanggaran penggunaan ilegal informasi rahasia serta penipuan elektronik. Sidang digelar di pengadilan federal Manhattan.

Jika terbukti bersalah atas seluruh dakwaan, ia terancam hukuman hingga 50 tahun penjara.

Blanche menegaskan bahwa personel militer memegang tanggung jawab besar atas informasi sensitif negara. Ia menekankan bahwa penggunaan data rahasia untuk kepentingan pribadi merupakan pelanggaran serius.

Sementara itu, pihak Polymarket menyatakan tidak mentoleransi praktik perdagangan orang dalam. Perusahaan juga mengaku telah bekerja sama dengan penyelidikan yang dilakukan otoritas AS.

Tren Taruhan Sensitif Terkait Kebijakan AS

Kasus ini bukan yang pertama. Sejumlah aktivitas taruhan di pasar prediksi sebelumnya juga terkait langsung dengan kebijakan pemerintah AS.

Baca juga :  PNS AS Diimbau Abaikan Email Elon Musk Soal Laporan Kerja

Awal tahun ini, enam akun Polymarket dilaporkan meraup sekitar US$1,2 juta dari taruhan terkait potensi serangan AS ke Iran pada 28 Februari. Namun, belum ada penangkapan dalam kasus tersebut.

Pada Maret, keuntungan besar juga diperoleh sejumlah trader setelah Donald Trump mengumumkan pembicaraan “sangat produktif” dengan Iran. Pernyataan itu memicu reaksi pasar, termasuk penurunan harga minyak dan penguatan saham.

Selain itu, akun-akun baru dilaporkan memperoleh ratusan ribu dolar dari prediksi tepat terkait gencatan senjata AS-Iran pada 7 April.

Menanggapi fenomena ini, Gedung Putih telah memperingatkan stafnya agar tidak memanfaatkan informasi nonpublik untuk aktivitas di pasar prediksi.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments