Energi Juang News, Jakarta – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terungkap di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Seorang waria berusia 39 tahun diduga melakukan sodomi terhadap 7 remaja dengan modus memberikan uang jajan.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah AKP Luk Luk ud Danah menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri melaporkan perbuatan pelaku pada Juni 2026. Para korban yang rata-rata berusia 13 hingga 15 tahun itu masih berstatus pelajar di Kecamatan Jonggat.
Menurut keterangan polisi, pelaku berinisial HJ bekerja sebagai penata rias. Ia memanfaatkan posisinya untuk mendekati para remaja tersebut. “Modusnya memberikan uang kepada para korban setiap berhubungan,” ungkap AKP Luk Luk.
Para korban tidak segera melapor ke pihak berwajib karena merasa takut dan berada di bawah tekanan psikologis. Baru setelah laporan masuk, polisi mulai mengusut lebih dalam dan menemukan total tujuh remaja yang menjadi korban.
Pelaku Datang Sendiri ke Polres
Setelah laporan menyebar di masyarakat, HJ merasa keselamatannya terancam. Warga di lingkungan sekitar mulai mengetahui kasus ini, sehingga pelaku memutuskan untuk mendatangi Polres Lombok Tengah secara sukarela untuk mengamankan diri.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat usia korban yang masih di bawah umur dan status mereka sebagai pelajar. Polisi Lombok Tengah kini tengah memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Modus Operandi yang Mirip Kasus Sebelumnya
Pola pemberian uang jajan sebagai iming-iming untuk melakukan kekerasan seksual terhadap anak sebenarnya bukan hal baru. Kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, termasuk kasus sweeping waria yang viral di Bogor beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dalam menangani kasus seperti ini. Langkah yang tepat adalah melaporkan ke pihak berwajib agar proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur.
Redaksi Energi Juang News




