Sabtu, Agustus 1, 2026
spot_img
BerandaOlahragaWasit Tarkam Dikeroyok Suporter di Purbalingga, Dilarikan ke RS

Wasit Tarkam Dikeroyok Suporter di Purbalingga, Dilarikan ke RS

Energi Juang News, Jakarta- Seorang wasit pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) di Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi korban pengeroyokan suporter. Insiden ini terjadi usai suporter tidak terima dengan keputusan wasit di tengah laga.

Kronologi Insiden

Kasus kekerasan terhadap wasit ini terjadi dalam pertandingan semifinal Danlanud Cup 2026. Laga yang mempertemukan Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir digelar di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Jenderal Besar Soedirman (Wirasaba), Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada Kamis (30/7/2026).

Menurut pengurus Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, insiden bermula saat pertandingan memasuki menit ke-17. Saat itu skor masih imbang 0-0. Wasit Ridho Bekti Utomo memberikan keputusan atas pelanggaran yang terjadi di area pertahanan Gama FC.

“Kick-off dimulai normal sesuai prosedur dan regulasi. Setelah permainan berjalan sekitar 17 menit dengan skor 0-0, terjadi pelanggaran di daerah Gama FC dan wasit memberikan keputusan yang sebenarnya sudah bisa diterima kedua tim,” kata Uut saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Jumat (31/7/2026).

Namun, situasi berubah ketika sejumlah ofisial Andalas FC melayangkan protes keras ke meja pertandingan. Mereka tidak menerima keputusan wasit tersebut.

“Tetapi kemudian manajer dan ofisial Andalas mendatangi meja pertandingan dan melancarkan protes keras karena tidak menerima keputusan wasit,” imbuh Uut.

Wasit Dikeroyok dan Dilarikan ke RS

Ketika protes berlangsung, situasi di lapangan semakin memanas. Suporter Andalas FC yang berada di tribun mendadak masuk ke lapangan dari berbagai arah. Mereka mengejar wasit Ridho Bekti Utomo hingga terjadi pengeroyokan.

“Berbarengan dengan proses protes itu, ketika wasit akan melanjutkan pertandingan, tiba-tiba suporter Andalas masuk ke lapangan dari beberapa penjuru dan mengejar wasit hingga terjadi pengeroyokan,” ujar Uut.

Baca juga :  Resmi: 23 Pemain Timnas Putri Indonesia Dipanggil untuk Kualifikasi Piala Asia 2026

Akibat insiden tersebut, wasit Ridho Bekti Utomo mengalami luka-luka. Ia langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RSU Emmanuel Klampok untuk mendapatkan penanganan medis. Tak hanya wasit utama, salah satu asisten wasit bernama Rio Wahyu juga menjadi korban. Ia terkena lemparan botol plastik di bagian kepala.

“Setelah pengeroyokan tersebut, wasit dilarikan dengan ambulans ke RS rujukan terdekat, RSU Emmanuel,” tambah Uut.

Sikap Askab PSSI Purbalingga

Menanggapi insiden kekerasan ini, pengurus Askab PSSI Purbalingga menyampaikan penyesalan mendalam. Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kericuhan dalam sepak bola.

“Kami tidak akan mentoleransi kericuhan di sepak bola. Kami ingin membangun sepak bola Purbalingga,” tegas Uut.

Sebagai bentuk protes, Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga memutuskan untuk menarik seluruh perangkat pertandingan dari sisa turnamen Danlanud Cup 2026. Keputusan ini diambil menyusul kericuhan yang terjadi dalam pertandingan semifinal tersebut.

Ketua Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga, Mugi Ari, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan peristiwa kerusuhan dan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan oleh suporter dalam turnamen tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments