Sabtu, September 12, 2026
spot_img
BerandaOlahragaMirwan Suwarso, Como dan Loyalitas Tanpa Batas

Mirwan Suwarso, Como dan Loyalitas Tanpa Batas

Energi Juang News, Jakarta – Laga debut Como, klub Italia yang dimiliki pengusaha Indonesia, tak semata dihiasi goresan indah di lapangan. Penampilan pertama Como di kompetisi antar klub paling elit di dunia tersebut memang luar biasa. Kemenangan telak anak asuh Ces Fabregas 4-1 atas RB Leipzig asal Jerman hingga kini masih jadi perbincangan di Eropa.

Bukan hasil gemilang yang ditorehkan Como melainkan keputusan Presiden Como asal Indonesia, Mirwan Suwarso dan para direksinya. Merelakan tiket yang dimiliki para petinggi klub tersebut untuk para supporter yang loyal selama puluhan tahun itu yang disorot sejumlah kalangan di Eropa. Sebuah terobosan kreatif dan simpatik yang barangkali tidak terpikir oleh manajemen klub modern umumnya.

Esensi Sepakbola Sesungguhnya

Wajah-wajah ceria dan antusiasme para fans Como yang berusia 70 tahun ke atas menghiasi media sosal selama dan setelah laga Liga Champions tersebut.

Mantan pesepakbola Wales kelahiran Inggris, Thomas Hal Robson-Kanu melalui platform X menilai apa yang dilakukan Mirwan adalah esensi sepak bola yang sesungguhnya

Antusiasme begitu tinggi hingga ribuan pendukung tidak kebagian tiket. Karena itu Presiden Mirwan Suwarso dan sejumlah direktur klub merelakan kursi mereka sendiri. Kursi-kursi itu mereka berikan kepada para penggemar kelahiran tahun 1950 atau sebelumnya—pendukung setia yang telah mengikuti perjalanan Como melewati berbagai divisi.

Menurut Robson-Kanu, seorang pemain bisa saja menghabiskan waktu bertahun-tahun membela sebuah klub dan merasa sangat terikat dengannya. Namun di tribun penonton, ada pendukung yang ikatan batinnya dengan lambang klub tersebut telah terjalin selama 50, 60, bahkan 70 tahun. Mereka telah menyaksikan masa-masa suram terdegradasi, proses pembangunan ulang tim, serta tahun-tahun di mana berpkkir tentang lLiga Champions mungkin mustahil.

Baca juga :  Kalah dari Argentina, Pelatih Mesir Marah

Pemain dan manajer boleh datang dan pergi. Namun penggemar seperti merekalah yang senantiasa setia mendampingi klub.

Robson-Kanu menilai keputusan petinggi klub tersebut adalah cara yang luar biasa untuk memastikan orang-orang yang tepat hadir menyaksikan momen bersejarah ini.

Pada malam berbintang, mereka adalah VIP sejati dari Sinigaglia. Mereka telah mengikuti Como melalui setiap divisi, setiap musim, setiap momen, dan malam tadi mereka ada di sana lagi, menyaksikan sebuah episode yang dulu tak terbayangkan.

Bagi Como 1907, ini adalah kehormatan untuk berbagi momen itu dengan Anda. Cerita ini milik Anda. Demikian tulisan akun @como_1907 usai partai bersejarah Como di Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, di tepi danau yang indah itu.

(Dari berbagai sumber. Sumber foto: @RobsonKanu).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments