Presiden Como Mirwan Suwarso tak pernah kehabisan ide dalam mengelola klub yang dimiliki Grup Djarum tersebut. Ia tidak hanya mengelola klub secara berkesinambungan antara prestasi di lapangan maupun sisi komersial. Supporter sebagai salah satu faktor utama kesuksesan sebuah klub, layak makin simpati kepada Mirwan dengan gebrakan terbarunya.
Mirwan Suwarso beserta jajaran direksi klub memutuskan untuk menyerahkan tiket atau kursi mereka di Liga Champions hari Jumat (10/9/2026) dini hari (WIB) kepada para pendukung Como. Bukan semua pendukung memang namun mereka yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya.
Mereka dinilai telah loyal mengikuti jatuh bangunnya perjalanan klub melintasi berbagai era—demi merayakan debut bersejarah di kompetisi tersebut saat melawan RB Leipzig. Laga melawan Leipzig adalah debut sekaligus tonggak bersejarah bagi Como khususnya pendung yang berusia 75 tahun ke atas. Sejumlah pihak mengapresiasi gebrakan Mirwan memberikan tiket Liga Champions.
Como menjalankan sepak bola dengan cara yang tepat.. Di tengah dunia olahraga yang kian terasa didominasi kepentingan komersial, inilah sejatinya esensi dari sepak bola, tulis Italian Football TV. Perjalanan Como setelah diambil alih Hartono Bersaudara dari Indonesia bak dongeng. Como menjadi salah satu kisah paling fenomenal di sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Hanya dalam tujuh tahun, klub asal Italia itu meloncat dari klub melarat menjadi elit. Terdampar di Serie D dan sempat berada di ambang kebangkrutan, klub berjuluk I Lariani bertarung di kasta tertinggi antar klub Eropa.




