Sejumlah warga Jakarta terdampak abu vulkanik erupsi Anak Gung Krakatau. Di Kompleks DKI Joglo, Kecamatan Kembang, Jakarta Barat, abu dirasakan di wilayah mereka. Nourma, seorang warga mengungkapkan, lantai rumah dan peralatan rumah tangga terkena abu. Awalnya ia tidak menyadari itu dampak dari abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau. Namun Nourma merasakan mesin cuci dan lantai rumahnya ada debunya.
Padahal biasanya mesin cucinya tidak pernah ada debu. Demikian juga mobilnya lebih kotor dari biasanya. Tak hanya warga ibu kota yang merasakan abu letusan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah warga di Bekasi dan Bogor juga merasakan debu yang menimpa rumah dan peralatan rumah tangga mereka.
Debu Menyebar ke Arah Timur dan Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran debu erupsi Gunung Anak Krakatau bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat. Pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.
Pemprov DKI Himbau Pakai Masker
Terkait dengan dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghimbau warga ibu kota untuk memakai masker jika berada di luar rumah. Warga juga dihimbau menutup pintu, jendela dan sumber air, membatasi aktifitas di luar ruangan, membersihkan abu vulkanik dengan kain lembab serta memantau informasi dari kanal resmi dan terverifikasi.
Jika mengalami keadaan darurat, segera hubungi Jakarta Siaga 112 atau kunjungi faskes terdekat.




