Energi Juang News, Yogyakarta – Jagad media sosial kembali heboh setelah sebuah video yang mengungkap pungutan liar atau pungli di Alun-alun Kidul Yogyakarta. Lewat akun Mbak By Owner Bolosego, ia mengungkapkan pengalaman mau jualan makanan Truck Pedas Bolosegp akhirnya batal karena banyak pungli.
Bolosego sebenarnya telah mendapat izin dari Keraton Yogya untuk membuka truck pedas di Alun-alun Selatan. Namun ia harus membayar parker truk satu juta per hari dari permintaan awal 2,5 juta. Ia makin meradang karena diminta memberi makan 10 orang tukang parker atau preman plus tiga polisi. Belum lagi ia harus membayar biaya listrik untuk truknya.
Tak Tahan Pungli, Jualan Hanya 1 Hari
Akhirnya Bolosego memutuskan hanya berjualan satu hari di hari pertama saja karena tidak tahan dengan banyaknya pungli tersebut. Semula Bolosego akan berjualan di alun-alun Yogya 16-20 September 2026. Jualan dipindahkan ke Semarang, 18-20 September 2026.
Video ini pun viral dan di platform Tiktok telah ditonton 2,2 juta orang dan mendapat tujuh ribu lebih komentar. Belum lagi di platform mesia sosial lain karena banyak dibagikan oleh sejumlah akun lainnya. Menanggapi unggahan video ini, akun Tiktok @PolrestaYogyakarta yang bercentang biru menyatakan mendalaminya.
“Terima kasih atas informasinya, terkait klaim adanya anggota kepolisian tersebut saat ini dalam proses pendalaman. Jika ada informasi gangguan kamtibmas lain bisa hubungi Call Center Polri 110,” demikian tulisan akun @PolrestaYogyakarta.
Sementara itu Jogja Police Watch (JPW) meminta aparat berwenang segera menelusuri kebenaran informasi yang disampaikan pemilik truck pedas tersebut. JPW menilai jikaa dugaan tersebut benar, persoalan itu bisa berdampak terhadap citra Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata, termasuk wisata kuliner.




