Minggu, September 20, 2026
spot_img
BerandaHukumHukum JenakaEmpat Gunung Erupsi, Pejabat Pertanahan Korupsi

Empat Gunung Erupsi, Pejabat Pertanahan Korupsi

Energi Juang News, Jakarta- Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir, berbarengan dengan OTT KPK.
Alam Indonesia memang sedang rajin menunjukkan eksistensinya lewat batuk-batuk vulkanik yang megah.

Beberapa gunung api tercatat mengalami erupsi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto dengan kacamata optimisme tingkat dewa justru melihat sisi positif di balik pekatnya abu vulkanik.

Dalam rapat penanganan bencana pada Rabu (16/9/2026), beliau menegaskan bahwa bencana alam adalah panggung terbaik untuk melihat indahnya solidaritas masyarakat yang saling bahu-membahu.

Bagi warga yang sedang sibuk mengungsi betapa indahnya dalih-dalih kreatif yang berhasil dibisikkan oleh lingkaran terdekat istana.

Namun, sementara warga sibuk bergotong-royong menghadapi amukan magma, para pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN rupanya punya cara sendiri untuk menunjukkan “solidaritas”.
Tidak mau kalah sibuk dengan gunung berapi yang memuntahkan lava, jajaran pejabat ini justru sibuk memuntahkan izin Hak Guna Bangunan (HGB) lewat jalur belakang.
Tepat pada Senin, 14 September 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar festival Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek.
Hasilnya luar biasa membanggakan, delapan orang resmi menyandang status tersangka dalam dugaan kasus suap yang membuktikan bahwa aliran dana ilegal ternyata jauh lebih cepat dan lancar daripada bantuan logistik pengungsi.
Prestasi ini kian bersinar karena dari delapan tersangka yang langsung menginap di rumah tahanan KPK, empat di antaranya merupakan “orang dekat” Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Ini bukti mereka nyata bahwa fungsi “pengendalian dan penertiban” tanah memang berjalan sangat konsisten, terutama dalam menertibkan besaran tarif suap.
Barang buktinya cukup untuk membuat mata para pengungsi bencana terbelalak, andaikan itu berwujud sembako atau material bangunan bisa langsung dimanfaatkan korban bencana.
Tapi karena 20 koper berisi penuh uang tunai mata uang asing dan rupiah berhasil disita, ditambah bonus uang tunai senilai Rp100 miliar masih berbentuk uang. Perlu tender proyek baru supaya langsuk bisa disalurkan, sehingga bisa jadi kasus baru korupsi.
Tampaknya, ketika gunung berapi mengeluarkan awan panas, para pejabat ini justru sibuk mengumpulkan “awan cuan”. Rakyat jadi bertanya, siapa pejabat negri ini yang menjamin bantuan tidak dikorupsi? Rakyat hanya bisa terima nasib.
Pada akhirnya, rakyat memang harus terus bersolidaritas menghadapi bencana alam, sementara para koruptor tetap teguh bersolidaritas dalam menimbun harta berkarung-karung.
Redaksi Energi Juang News
Baca juga :  Gaji Polisi 2,9Jt Kalo Pengen Punya Rumah Elit Harus Urusan KPK Dulu
Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Hukum Jenaka, Politik Menggelitik dan Kriminal. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments