Energi Juang News, Jakarta – Arab Saudi dilaporkan bersiap melancarkan serangan besar-besaran Houthi di Yaman dengan bantuan AS, Pakistan, dan Turki. Lebih dari 100.000 tentara Yaman dari Presidential Leadership Council (PLC) atau Dewan Kepemimpinan Presiden yang didukung Saudi dapat dikerahkan untuk merebut kembali Bab el-Mandeb, dengan dukungan serangan udara Saudi.
Arab Saudi tampaknya akan kembali mengobarkan perang di Yaman dalam skala yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun. Reuters -seperti dikutip banyak media- melaporkan, Riyadh dilaporkan sedang mempersiapkan serangan darat besar-besaran terhadap kelompok Houthi, yang berpotensi mengerahkan lebih dari 100.000 tentara Yaman dengan dukungan udara dari Saudi.
Dua Opsi Arab Saudi
Tujuan dari langkah ini menjelaskan mengapa hal tersebut memiliki dampak yang jauh melampaui wilayah Yaman. Gerak maju pasukan Houthi menyusuri pesisir Laut Merah bulan lalu telah menempatkan Bab el-Mandeb di bawah kendali mereka.
Hal itu memberi mereka posisi tawar strategis atas salah satu titik sempit (chokepoint) pelayaran terpenting di dunia, tepat pada saat jalur keluar utama lainnya dari Teluk—yaitu Selat Hormuz—praktis tertutup akibat konflik yang melibatkan Iran.
Saat ini, Riyadh sedang mempertimbangkan dua opsi. Opsi pertama adalah operasi pesisir yang cakupannya relatif terbatas untuk merebut kembali Bab el-Mandeb. Opsi kedua jauh lebih besar: melancarkan serangan serentak di wilayah Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf bersamaan dengan serangan di wilayah pesisir.
AS dan Sejumlah Negara Berikan Bantuan
Ada satu faktor penting lainnya dalam situasi ini. AS dilaporkan menyediakan informasi intelijen dan data penentuan target. Pakistan telah mengirimkan sistem pertahanan udara, artileri, pesawat nirawak (drone), dan penasihat militer, sementara puluhan ribu tentara Pakistan turut membantu mempertahankan wilayah Arab Saudi. Drone buatan Turki pun sudah beroperasi di wilayah udara Yaman.
Namun, pertempuran darat yang sesungguhnya akan dilakukan oleh pasukan Yaman. Selama bertahun-tahun, Arab Saudi berupaya mencari jalan keluar dari konflik Yaman. Penguasaan Bab el-Mandeb oleh Houthi tampaknya telah meyakinkan Riyadh bahwa mereka kini harus kembali terlibat dalam pertempuran tersebut.
Berikut keterlibatan asing:
–AS: Intelijen, penasihat militer, dan dukungan penentuan target untuk operasi udara Saudi.
–Pakistan: 30.000–40.000 tentara di Arab Saudi untuk pertahanan udara/perbatasan, penasihat militer yang mendukung pasukan Yaman, serta empat pesawat kargo berisi peralatan pertahanan udara, artileri, drone, dan sistem anti-drone yang dikirim ke PLC.
–Turki : Drone Turki dikerahkan di wilayah udara Yaman.
–Prancis telah mengumumkan akan mengirimkan sistem pertahanan dan pasukan ke Arab Saudi untuk membantu melindungi pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
-Mesir juga disebut-sebut sebagai salah satu negara yang memberikan dukungan pertahanan kepada Arab Saudi.




