Energi Juang News,Pamekasan- Kantor Bupati Pamekasan berubah menjadi arena “saweran” ketika puluhan warga yang geram memprotes penahanan jenazah warga miskin yang tak mampu bayar biaya ambulans Rumah Sakit.
Warga memprotes birokrasi rumah sakit yang dinilai kurang peka, sehingga warga memlih jalur demo di kantor bupati Pamekasan, Madura.
Melihat ada aksi itu niat hati ingin menyelesaikan pendemo dengan mediasi formal, Kepala Dinkes Saifudin dan Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrachman justru mendapat saweran, tapi bukan nawer biduan ya.
Kejadian saweran ini tentu membuat suasana tegang menjadi sedikit menggelitik, aksi “saweran anti-mainstream” uang yang mendarat pasrah di hadapannya. Ini sebagai bentuk patungan sukarela dari warga yang iba, dan sindiran kepada pejabat terkait.
Warga merasa perlu turun tangan karena pihak rumah sakit pihak rumah sakit dengan alasan birokrasi berbelit-belit diduga menahan jenazah hanya gara-gara keluarga tidak mampu membayar biaya ambulans.




