Energi Juang News, Jakarta – Ledakan terjadi di ruko San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.42 WIB. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut. Pemicu ledakan diduga karena elpiji 50 kilogram di ruko sebuah rumah makan di kawasan ruko tersebut.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan seperti dikutip Radio Suara Surabaya menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan kandungan berbahan dan berbau peledak. Karena itu penyebabnya ledakan diduga adalah gas elpiji 50 kilogram di dalam ruko. Dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut.
Berdasarkan keterangan awal dari karyawan tempat makan, ledakan bermula saat aktivitas memasak baru saja berlangsung. Saat itu, selang LPG mengalami kebocoran hingga alarm peringatan menyala. Kebocoran terus berlangsung hingga terjadi pembekuan pada LPG yang kemudian memicu ledakan. Ledakan diduga berawal dari satu tabung yang mengalami kebocoran dan memicu dua tabung lainnya.
Akibat ledakan ini, ada 41 bangunan rusak ringan dan berat sebagian besar kaca pecah. Ledakan juga mengakibatkan lima korban luka. Awalnya 4 korban dirawat di RS Haji Surabaya dan satu korban di RS Mitra Keluarga Kenjeran. Para korban kemudian dipindahkan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Redaksi Energi Juang News.




