Energi Juang News, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seorang guru SMK yang diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah siswa tidak akan memberikan kesempatan kepada untuk kembali menjadi pendidik di Jakarta. Pramono di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/10), mengatakan keputusan tersebut diambil karena dugaan perbuatan yang dilakukan guru tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Saya sudah meminta untuk tidak diberikan kesempatan menjadi pendidik di Jakarta. Karena sebenarnya peristiwa ini bukan peristiwa yang pertama kali, sehingga tidak ada ruang lagi bagi yang bersangkutan untuk menjadi pendidik di Jakarta. Saya sudah sampaikan itu dan ini sudah menjadi keputusan final,” tegas Pramono.
Pramono juga mempersilakan jika pihak yang merasa dirugikan, termasuk orang tua siswa, ingin membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Ia menegaskan Pemprov DKI tidak akan memberikan perlindungan atau campur tangan dalam proses penegakan hukum tersebut.
Sebelumnya, dugaan pelecehan tersebut ramai setelah seorang pengguna mengunggah foto guru yang bersangkutan di media sosial Threads pada Selasa (6/10).
Dalam unggahan itu, seorang guru di SMKN 27 Jakarta tersebut diduga melakukan sejumlah tindakan tidak pantas terhadap siswa. Pengunggah juga menduga guru tersebut masih melakukan tindakan serupa terhadap siswa lain meski sebelumnya telah dimutasi. Dalam unggahannya, penggugah menyebut guru tersebut merupakan guru seni budaya yang kerap memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak hafal materi pelajaran




