Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 707

Menteri Kebudayaan Akan Terus Lakukan Repatriasi Benda Budaya Indonesia

Gerak News, Jakarta- Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan akan terus melakukan upaya repatriasi atau pemulangan sejumlah benda-benda budaya asal Indonesia yang hingga kini masih berada di luar negeri.

“Kita akan terus melakukan repatriasi aset-aset budaya kita di luar negeri,” kata Fadli Zon di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu.

Fadli mengatakan barang-barang budaya yang sedang diupayakan tersebut saat ini tersebar di banyak negara di antaranya Belanda, Inggris hingga India. Benda itu berupa arca, manuskrip, naskah kuno dan lain sebagainya.

“Barang atau benda budaya asal Indonesia di luar negeri itu masih banyak. Baik itu keris, arca dan benda budaya lainnya,” kata dia.

Lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia tersebut mengatakan saat ini beberapa benda budaya asal tanah air dalam proses pemulangan. Benda-benda itu diperkirakan tiba di Indonesia pada November atau Desember 2024.

Khusus benda budaya asal Indonesia yang tersimpan di Inggris, Fadli mengatakan Pemerintah Inggris hingga kini belum bersedia mengembalikannya. Namun, kementerian yang dipimpinnya akan terus berusaha memulangkan benda bersejarah itu.

“Ini adalah aset kekayaan budaya Indonesia yang harus kita kembalikan ke tanah air,” kata dia menegaskan.

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Belanda memulangkan 288 objek bernilai budaya Indonesia yang berada di Belanda sejak era kolonial ke tanah air, berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda.

Pemulangan objek budaya tersebut menjadi yang kedua menyusul repatriasi pertama terhadap objek budaya Indonesia dan Sri Lanka pertengahan 2023.

Objek-objek budaya yang dipulangkan tersebut terdiri atas 284 objek bersejarah seperti senjata, koin, dan perhiasan terkait Puputan Badung yang diboyong pulang pasukan kolonial Belanda usai menaklukkan Kerajaan Badung dan Tabanan di Pulau Bali pada 1906.

Redaksi Gerak News

Wamendiktisaintek: Pembangunan Universitas Baru Tak Jamin Pemerataan Pendidikan

Gerak News, Jakarta- Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan pembangunan universitas-universitas baru di berbagai wilayah tidak menjamin pendidikan tinggi akan merata di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu, Stella menyebutkan pemetaan masalah yang tepat berdasarkan kekurangan yang dimiliki oleh berbagai universitas yang sudah ada di berbagai wilayah di Indonesia merupakan hal yang lebih utama untuk dilakukan.

“Kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan bukan melulu berarti membangun universitas baru, karena kembali lagi, setiap kebijakan itu adalah bagian dari sistem. Kalau kita ingin membetulkan, jangan sampai kita jadikan gali lubang tutup lubang, anggaran itu selalu terbatas,” katanya.

Stella menyebutkan jika anggaran yang ada digunakan untuk membuat universitas baru, maka anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari universitas yang sudah ada menjadi tidak bisa digunakan.

Menurutnya, anggaran yang ada tidak bisa dipukul rata untuk sekadar pembangunan universitas baru demi pemerataan pendidikan tinggi.

“Bagaimana kita bisa menyeimbangkan, menghitung dengan seksama, mengoptimalkan dengan seksama dari anggaran yang terbatas itu. Apakah yang paling baik, yang paling optimal, yang paling the best bang for the buck (sesuai dengan nilainya), untuk meningkatkan pendidikan tinggi secara kualitas yang sungguh berkeadilan,” ujarnya.

Menurut Stella, pemerataan pendidikan tinggi bukan berarti kualitasnya sama di seluruh wilayah. Dalam lanskap yang lebih luas, ungkapnya, jika seluruh perguruan tinggi memiliki kualitas yang sama, maka akan sulit dalam menyetarakannya dengan pertumbuhan ekonomi.

Ia menilai kesetaraan kualitas perguruan tinggi akan meniadakan kompetisi antara masing-masing perguruan tinggi untuk dapat diserap oleh kebutuhan industri.

“Kompetisi-kompetisi ini selalu ada. Faktanya adalah dunia ini pasti ada kompetisi, pasti ada peringkat-peringkat,” tutur Stella Christie.

Redaksi Gerak News

Imajinasi Emil dan Penistaan Suwono

Gerak News- Imajinasi calon gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil menular kemana-mana. Saat kampanye di Jawa Barat mau bikin Disneyland di Cikarang atau mau jadikan kali di Bekasi seperti kali di Korea Selatan, kini sampai juga di Jakarta. Dia mau bikin Disneyland di Kepulauan Seribu. Dia beralasan, pemimpin butuh imajinasi.

Memang pemimpin butuh imajinasi. Imajinasi yang mampu dibumikan dan direalisasikan. Bukan imajinasi yang cuma level “ngayal.” Apalagi mengkhayal liar. Seperti ingin pula bangun Jakarta Utara seperti Dubai.

Paling tidak, untuk mengubah Dubai dari kota nelayan menjadi seperti sekarang butuh waktu 100 tahun. Sejak kepemimpinan Al Maktoum di tahun 1894, berkah minyak yang tak terduga, hingga memasuki era modern di tahun 1990-an.

Sementara Emil ingin membangun Jakarta Utara menjadi Dubai dalam 5 tahun. Memang tak jauh beda dengan bosnya Joko Widodo yang ingin membangun ibukota dengan terburu nafsu ingin buru-buru. Untung kepemimpinannya sudah berakhir, dan Presiden Prabowo dipastikan lebih realistis.

Kini, imajinasi Emil menular kepada calon wakilnya, Suswono. Suswono lebih parah lagi. Sah-sah saja dia mengatakan dan punya usul agar janda kaya menikahi pengangguran. Tapi menjadi penistaan bila ia mengambil contoh Sayyidah Khadijah yang menikahi Nabi Muhammad SAW.

Tentu saja Nabi Muhammad SAW bukan pengangguran. Di usia 6 tahun, sebagaimana dikutip dari Etika Bisnis Nabi Muhammad karya Ubbadul Adzkiya’, Nabi Muhammad sudah menjual jasa sebagai penggembala kambing. Di Usia 9 tahun, Nabi Muhammad sudah ikut berdagang dengan pamannya Abu Thalib. Di usia 12 tahun, sudah menjadi pedagang trans-nasional dan pergi ke Suriah.

Saat menikahi Khadijah, sebagaimana kata Ibnu Hisyam, mahar Nabi buat Khadijah adalah 20 unta betina. Saat itu unta adalah komoditas termahal, bisa setara kendaraan paling mewah abad ini. Bukan hanya unta, mahar Nabi juga adalag 12,5 uqiyah atau setara dengan 360 gram emas.

Pak Suswono ada-ada saja.

(YSA)

Gus Falah Dukung MIND ID Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Torium

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mendukung pengembangan dan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Torium (PLTT) oleh MIND ID.

Gus Falah menyatakan, PLTT sangat bermanfaat untuk mengurangi emisi karbon.

“Mengurangi emisi karbon khan memang perjuangan bangsa ini sekarang, jadi upaya MIND ID ini patut diapresiasi,” ujar Gus Falah, Rabu (30/10/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, pengembangan PLTT oleh MIND ID sangat logis, karena BUMN Holding Tambang
itu memiliki timah.

Dan timah ini bisa dikatakan ‘embrio’ dari torium. Torium, sambung Gus Falah, yang oleh beberapa pakar disebut nuklir hijau merupakan sumber energi ramah lingkungan.

“Meski dianggap salah satu jenis nuklir di samping uranium, namun limbah radioaktif dari torium jauh lebih rendah daripada uranium. Karena itu, torium disebut nuklir hijau,” ungkap Gus Falah.

Rencana inovatif dari MIND ID ini perlu didukung, semoga benar-benar terrealisasi,” pungkasnya

Sebelumnya, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo, mengungkapkan kemungkinan pihaknya akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Torium untuk mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasional Grup MIND ID.

Dilo menerangkan bahwa pihaknya telah memiliki roadmap terkait pembangunan PLTT tersebut. MIND ID akan menggandeng ThorCon, sebuah perusahaan yang mengembangkan teknologi reaktor nuklir yang berbasis di Amerika Serikat dan telah banyak terlibat dalam mengeksplorasi kemungkinan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

”Mungkin 2029 kita sudah bisa punya prototyping pembangkit yang berbasis torium kita punya. Artinya ini yang, kita negosiasi kita punya sumber dayanya, mereka punya teknologinya, kita tunggu sama-sama untuk kita bisa melakukan ini,” lanjut Dilo.

Redaksi Gerak News

Sebagian Siswa Korea Larang Pemutaran Lagu APT, Mengapa?

Gerak News,Seoul- Lagu APT. hasil kolaborasi RoséBLACKPINK dan Bruno Mars yang fenomenal kini malah dilarang diputar oleh sebagian siswa di Korea Selatan, menjelang pelaksanaan ujian seleksi perguruan tinggi.

Lagu catchy itu jadi momok bagi para siswa yang sedang mempersiapkan Ujian Kemampuan Skolastik Perguruan Tinggi (CSAT) atau yang dikenal sebagai suneung karena dianggap mengganggu konsentrasi.

Lirik lagu “apateu” yang berulang dalam melodi yang adiktif disebut menjadi tabu karena siswa khawatir itu semua begitu melekat dalam pikiran hingga mengganggu konsentrasi mereka , terutama saat ujian pada 14 November.

“Saya khawatir lagu itu akan terngiang di kepala saya bahkan selama ujian,” kata seorang siswa kepada Yonhap News pada Minggu (27/10).

Orang dewasa mungkin tertawa dan berkata, ‘Mengapa stres dengan hal seperti itu?’ tetapi bagi kami, dengan ujian yang begitu penting sebentar lagi, hal itu dapat terasa meresahkan,” tuturnya seperti diberitakan Korea JoongAng Daily, Senin (28/10).

Di komunitas daring yang digunakan siswa, mengeposkan tautan “bait” yang memutar lagu-lagu terlarang ini telah menjadi lelucon yang sudah berlangsung lama, bahkan menyebabkan penangguhan akun bagi mereka yang bertindak berlebihan.

Seorang pengguna berkomentar, “Saya melihat salah satu lagu terlarang ini di internet secara tidak sengaja, dan sekarang saya tidak bisa melupakannya – hal itu membuat saya gila. Bagaimana cara menghentikannya?”

Sebelum APT., ada begitu banyak lagu lain yang menjadi terlarang bagi para siswa calon peserta CSAT. Beberapa di antaranya adalah U R Man (SS501), Ring Ding Dong (SHINee), Dumb Dumb (Red Velvet).

Meskipun sebagian besar lagu-lagu tersebut adalah hit idol group, lagu-lagu anak-anak seperti Baby Shark (2015) dan beberapa jingle iklan juga berpotensi dapat mengganggu siswa yang mencoba berkonsentrasi pada persiapan ujian.

Fenomena melodi lagu terus terputar dalam pikiran seseorang dikenal sebagai earworm. Bagi masyarakat umum, earworm dapat membantu menenangkan pikiran yang tegang, tetapi bagi siswa, earworm sering kali mengganggu.

Redaksi Gerak News

Mengenal BRICS, Aliansi Strategis Yang Dibentuk Lima Negara

Gerak News,Jakarta-Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan harapannya agar Indonesia dapat bergabung sebagai anggota BRICS. Dengan menjadi bagian dari BRICS, Indonesia diharapkan mampu hadir dalam berbagai aliansi strategis dunia tanpa harus terikat pada satu blok kekuatan tertentu, baik Barat maupun Timur.

Indonesia telah resmi mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dengan BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, pada 23-24 Oktober 2024. “Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono, Jumat, 25 Oktober 2024.

BRICS sendiri adalah organisasi kerja sama ekonomi global yang namanya berasal dari negara-negara pendirinya: Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Awalnya, BRIC dibentuk pada 2006 untuk memfokuskan perhatian pada peluang investasi di antara negara-negara anggotanya. Pertemuan puncak pertama diadakan pada 2009 dan pada 2011 organisasi ini mengubah namanya menjadi BRICS setelah Afrika Selatan resmi bergabung.

Seiring berjalannya waktu, keanggotaan BRICS terus bertambah dengan bergabungnya Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Ethiopia sebagai anggota penuh. Selain itu, negara-negara tetangga dengan perekonomian besar, seperti Thailand dan Malaysia, telah menunjukkan minat untuk bergabung dengan organisasi ini. Sementara itu, Arab Saudi belum menjadi anggota resmi, tetapi turut berpartisipasi dalam kegiatan BRICS sebagai negara undangan.

Secara keseluruhan, negara-negara anggota BRICS mencakup sekitar 30 persen dari luas daratan dunia dan 45 persen populasi global. Afrika Selatan memiliki ekonomi terbesar di Afrika, sementara Brasil, India, dan Cina termasuk di antara sepuluh negara teratas dunia dalam hal populasi, luas wilayah, dan produk domestik bruto (PDB) nominal.

Seperti halnya Indonesia, kelima negara pendiri BRICS merupakan anggota G20, dengan gabungan PDB nominal sebesar US$28 triliun (sekitar 27 persen dari produk domestik bruto dunia), total PDB sekitar US$65 triliun (33 persen dari PDB paritas daya beli global), dan cadangan devisa gabungan sekitar US$5,2 triliun (per 2024).

BRICS telah menyumbang dana sebesar $75 miliar untuk memperkuat kapasitas pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, pendanaan ini masih bergantung pada reformasi sistem pemungutan suara IMF yang saat ini didominasi oleh negara-negara Barat.

Situasi ini mendorong anggota BRICS untuk membentuk New Development Bank dengan modal awal sebesar US$100 miliar dan cadangan mata uang lebih dari US$100 miliar. Lembaga keuangan ini bertujuan menyediakan pendanaan bagi negara-negara berkembang, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan.

Redaksi Gerak News

Soal Rencana UN Diterapkan Lagi, Ini Kata Komisi X DPR-RI

Gerak News,Jakarta-Komisi X DPR RI menyampaikan berada dalam posisi terbuka atau memberikan kesempatan untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kembali menerapkan ujian nasional (UN).

“Kami selalu terbuka ya kepada perubahan, apakah namanya juga UN atau apa,” kata Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, rencana tersebut memang perlu dikaji lebih lanjut agar tidak menjadi hal yang justru ditakuti oleh para siswa, baik di tingkat sekolah dasar, menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.

Kalau dulu kan UN itu yang membuat anak jadi stres. Jadi, setiap aturan apa pun pasti ada celah kelemahannya. Nah, ini yang harus kita perbaiki,” kata dia.

Selain itu, ia mengingatkan agar ke depannya apabila ujian nasional kembali diterapkan, perlu dilakukan pencegahan agar kecurangan tidak terjadi di dalam pelaksanaan ujian tersebut.

Menurut Hetifah, salah satu sisi baik keberadaan ujian nasional adalah memotivasi siswa agar lebih semangat dalam belajar.

“Memang anak-anak juga mungkin harus diberi semangat supaya dia lebih termotivasi belajar. Jadi, ada kesan kalau tidak ada ujian, itu enggak semangat,” ujar dia.

Pada era kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau tepatnya pada 2021, UN dinyatakan dihapus dan digantikan oleh asesmen nasional.

Asesmen itu tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan, melainkan untuk mengukur kualitas pendidikan melalui asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.

Pada era pemerintahan baru atau pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berencana meninjau kembali kebijakan pendidikan, termasuk Kurikulum Merdeka Belajar, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi, dan kemungkinan memberlakukan kembali UN.

Redaksi Gerak News

Memulai Debut Sebagai Sutradara, Ini Karya Reza Rahadian

Gerak News,Jakarta-Aktor Reza Rahadian memulai debutnya sebagai sutradara film cerita panjang dengan mengangkat kisah tentang perjuangan perempuan.

“Ide film ini sebenarnya sudah mengendap sejak lama. Ketika akhirnya bertemu dengan orang-orang tepat dan berbakat untuk berkolaborasi, saya pikir saatnya ide ini terwujud,” kata Reza dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Reza mengatakan, film pertamanya berjudul “Pangku”, yang berkisah tentang cinta, hubungan antar manusia, serta perjuangan hidup.

Ia menjelaskan, film bergenre drama ini mengangkat kisah perjuangan hidup seorang perempuan di Pantai Utara Jawa.

Menampilkan deretan pemain, antara lain Claresta Taufan, Devano Danendra, Fedi Nuril, Shakeel Fauzi, dan Christine Hakim.

Sebelumnya, Reza juga pernah menyutradarai sebuah film pendek berjudul “Sebelah” (2011) yang memenangkan penghargaan film pendek terbaik di LA Lights Movie Award 2012, dan terlibat dalam sebuah film antologi berjudul “Wanita Tetap Wanita” (2013).

Pada tahun 2020, ia juga pernah menyutradarai miniseri berjudul “Sementara, Selamanya”.

Film “Pangku” diproduksi oleh Gambar Gerak, sebuah rumah produksi yang diinisiasi oleh Reza Rahadian dan Arya Ibrahim sejak tahun 2020.

Sejak diinisiasi, film cerita panjang telah menjadi salah satu agenda produksi Gambar Gerak, dan “Pangku” akan menjadi produksi film cerita panjang perdananya.

Film ini juga didukung oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Kementerian Kebudayaan RI.

Pada kesempatan yang sama, Produser sekaligus salah satu pendiri rumah produksi Gambar Gerak, Arya Ibrahim menyampaikan rasa antusiasnya dengan produksi ini setelah perjalanan yang panjang.

Ia mengatakan, film Pangku dipilih sebagai langkah awal karena kisahnya yang sangat personal, mencerminkan berbagai realitas yang jarang terlihat tetapi sangat relevan.

Film Pangku direncanakan akan tayang pada tahun 2025 di bioskop tanah air.

“Menjelang syuting film, saya mewakili Gambar Gerak beserta seluruh pemain dan kru yang terlibat memohon doanya agar diberi kelancaran. Semoga kita bisa segara bertemu di tahun depan,” ujar Arya Ibrahim.

Redaksi Gerak News

Pernah Gugat Cerai Suami, Bagaimana Kabar Pernikahan Medina Zein?

Gerak News,Jakarta-Medina Zein dan Lukman Azhari menikah pada 19 Agustus 2017 setelah dua bulan berpacaran. Keduanya sempat pada masa kejayaan membangun bisnis bersama mulai dari MZ tour and Travel dan Penginapan.

Tapi Medina Zein sempat melayangkan gugatan cerai terhadap Lukman Azhari. Gugatan itu dilayangkan Medina saat berada di dalam penjara.

“Kalau misalkan komunikasi sih, ada lewat mamaku. Sama ada asisten aku, Syifa, ya sudah, terus juga ke Joko sama Syifa, bertiga sama mamaku,” ungkap Medina Zein, di Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024).

Medina sadar akan pentingnya waktu dalam menjalin ulang hubungannya kembali terutama setelah melalui suatu hal yang sekiranya membuat hubungan mereka menjadi rumit. Ia menekankan bahwa saat ini mereka berdua sedang berusaha memperbaiki diri masing-masing.

“Jadi mungkin nanti ketemu di waktu yang tepat. Karena kita lagi sama-sama intropeksi diri untuk menjadi yang lebih baik,” lanjut Medina Zein.

Medina memberi batasan yang sehat dengan melibatkan ibunya dalam komunikasi kepada Lukman Azhari. Ia menyadari jika pertemuan langsung dapat memicu potensi konflik juga mengurangi risiko kesalahpahaman.

“Sedang memperbaiki diri masing-masing, tapi komunikasi melalui panggilan mama sama ada asisten aku, kadang kalau misalkan lagi ketemunya berdua, takutnya kayak ada obrolan yang membuat keributan lagi,” tutup Medina Zein.

Medina Zein tidak mau terjadi perceraian kedua kali dalam rumah tangganya.

“Siapa sih yang mau cerai lagi, aku pernah gagal pertama kali dan aku nggak mau gagal lagi untuk kedua kali. Makanya sekarang kita lagi intropeksi diri masing-masing,” tuturnya lagi.

Redaksi Gerak News

Kejagung Tegaskan Tak Ada Politisasi Di Kasus Tom Lembong

Gerak News,Jakarta-Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa tidak ada unsur politisasi dalam penetapan Tom Lembong sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan importasi gula periode 2015–2023 di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, menyatakan secara tegas bahwa penyidik bekerja berdasarkan alat bukti.

“Tidak terkecuali siapa pun pelakunya. Ketika ditemukan bukti yang cukup, maka penyidik pasti akan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ucapnya.

Ia menekankan, penyidikan kasus importasi gula ini sudah berjalan cukup lama, yaitu sejak Oktober 2023. Selama setahun hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 90 saksi.

“Tentu penyidikan tidak hanya berdiri di sana. Kami juga minta penghitungan kerugian uang negara. Kami juga memerlukan ahli, sehingga cukup lama karena perkara ini bukan perkara yang biasa,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang telah dikumpulkan pihaknya adalah catatan-catatan, dokumen, keterangan saksi, dan keterangan ahli.

“Ini (barang bukti) sudah kita dapat semuanya. Siapa yang melakukan, apa isinya,” kata dia.

Diketahui, Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan importasi gula periode 2015–2023 di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Qohar menjelaskan keterlibatan Tom Lembong dalam kasus tersebut bermula ketika pada tahun 2015, dalam rapat koordinasi antar-kementerian disimpulkan bahwa Indonesia mengalami surplus gula, sehingga tidak perlu impor gula.

Namun, pada tahun yang sama, Tom Lembong selaku Mendag pada saat itu memberikan izin persetujuan impor gula kristal mentah kepada PT AP.

“Saudara TTL memberikan izin persetujuan impor gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP yang kemudian gula kristal mentah tersebut diolah menjadi gula kristal putih,” ucapnya.

Padahal, kata dia, berdasarkan peraturan disebutkan bahwa yang diperbolehkan mengimpor gula kristal putih adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Tetapi berdasarkan persetujuan impor yang telah dikeluarkan oleh tersangka TTL, impor gula tersebut dilakukan oleh PT AP dan impor gula kristal mentah tersebut tidak melalui rapat koordinasi atau rakor dengan instansi terkait serta tanpa adanya rekomendasi dari Kementerian Perindustrian guna mengetahui kebutuhan real gula di dalam negeri,” paparnya.

Dalam kasus itu, penyidik juga menetapkan satu tersangka lainnya, yaitu Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI yang berinisial CS.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2021 jo. UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Guna kebutuhan penyelidikan, keduanya ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan.

Redaksi Gerak News