Gerak News, Jakarta- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penyediaan alat kontrasepsi bagi remaja dan anak usia sekolah berpotensi menimbulkan terjadinya seks bebas di kalangan masyarakat, khususnya remaja.
Mu’ti menyarankan agar sebaiknya pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah nomor 28/2024 tersebut.
“Potensi kerusakan moral akan semakin besar. Jangan sampai kepedulian akan kesehatan reproduksi merusak kesehatan mental dan moral masyarakat, khususnya remaja,” ujar Mu’ti, baru-baru ini.
Pemerintah telah mengeluarkan peraturan terkait pengadaan alat kontrasepsi bagi remaja dan anak usia sekolah. Kebijakan tersebut menurut Abdul Mu’ti bertentangan dengan UU Perkawinan.
“Batas minimal usia perkawinan adalah 19 tahun. Remaja, adalah mereka yang berusia di bawah 19 tahun,”jelas Mu’ti dikutip laman PP Muhammadiyah.
Seperti diketahui, penyediaan alat kontrasepsi bagi pelajar dan remaja menjadi salah satu poin di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang diteken Presiden Joko Widodo.
Adapun penyediaan alat kontrasepsi bagi usia sekolah dan remaja merupakan bagian upaya kesehatan sistem reproduksi sesuai siklus hidup. Penjelasan lebih lanjut mengenai kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja diatur di dalam Pasal 103 Ayat (1) PP Nomor 28.
Berdasarkan ayat tersebut disebutkan bahwa upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.
Selanjutnya, penjelasan mengenai bentuk pelayanan kesehatan sistem reproduksi bagi usia sekolah dan remaja diatur di dalam Pasal 103 Ayat (4).
Berdasarkan ayat tersebut, salah satu bentuk pelayanan kesehatan sistem reproduksi untuk usia sekolah dan remaja adalah dengan menyediakan alat kontrasepsi. Hal ini tertuang di dalam Pasal 103 Ayat (4) huruf e.
Gerak News, Jakarta- Pemanjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo sumbang medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
Ia mengalahkan wakil China Wu Peng pada laga final nomor speed putra pada Kamis sore WIB, (8/8/2024) yang digelar di Le Bourget Sport Climbing Venue.
Veddriq menyelesaikan pertandingan dengan catatan waktu 4,75 detik dan dia sumbang medali emas Olimpiade Paris 2024 untuk Indonesia.
Di sisi lain, medali perunggu menjadi milik Sam Watson asal Amerika Serikat berkat catatan waktu pemecah rekornya 4,74 detik saat melawan Reza Alipour asal Iran di laga perebutan juara 3.
Lalu berapa harga medali emas Olimpiade 2024 yang diraih Veddriq Leonardo?
Oxford Economics memperkirakan nilai medali emas Olimpiade Paris sebesar €950 atau setara Rp 16,5 juta (kurs 17.377 per Euro)
Estimasi tersebut sejalan dengan nilai pasar emas 24 karat dan perak murni per gram saat ini.
Sebelumnya, Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Olimpiade Paris 2024. Pemanjat tebing putra Veddriq Leonardo membuat momen itu terjadi usai kemenangannya di nomor speed.
Pada final di Le Bourget Sport Climbing Venue, Kamis (8/8/2024) sore WIB, Veddriq memastikan merebut emas panjat tebing Olimpiade 2024 setelah mengalahkan wakil China Wu Peng lewat catatan waktu 4,75 detik berbanding 4,77 detik.
Torehan tersebut sekaligus menjadi sejarah bagi olahraga Tanah Air. Untuk kali pertama Indonesia merebut medali emas Olimpiade dari luar bulu tangkis.
Gerak News, Serang- Penjabat Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengatakan medali emas yang diraih atlet angkat besi putra Indonesia Rizki Juniansyah pada Olimpiade Paris 2024, Prancis, menjadi kado terbaik Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-17 Kota Serang pada 10 Agustus.
Yedi juga mengucapkan terima kasih dan selamat atas raihan medali emas Rizki di ajang tersebut kepada pelatih sekaligus ayahandanya, Mohammad Yasin di tempat latihan Bulldog Gym, Serang, Jumat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Rizki yang telah mendapatkan medali emas pada Olimpiade Paris. Ini persembahan terbaik untuk Kota Serang dan Bangsa Indonesia,” ujar Yedi kepada Yasin.
Menurut Yedi, kemenangan Rizki bukan hanya kebanggaan warga Kota Serang saja, tetapi juga kebanggaan masyarakat Indonesia dan membawa nama besar Bangsa Indonesia.
“Saya juga merasa terharu, karena di tempat sederhana di Bulldog Gym, Rizki dapat memaksimalkan potensinya dengan tekun berlatih bersama ayahnya, yang juga mantan lifter langganan juara pada tahun 1980-an,” ujarnya.
Di Bulldog Gym, Rizki berlatih di ruang terbuka dengan alat yang terbilang sederhana, namun penuh plat yang cukup bervariasi untuk menambah beban angkatan.
Ini tempat sederhana sekali, tetapi bisa menghasilkan juara Olimpiade ya itu yang saya terharu,” kata Yedi.
Ia berharap di Kota Serang akan lahir Rizki-Rizki lain untuk menorehkan prestasi di kancah dunia.
Raihan medali emas bagi Indonesia pada Olimpiade Paris 2024 membuat Yasin merasa bersyukur dan bangga.
Dalam pandangan umum masyarakat bahwa ada banyak hal yang mempengaruhi cara pandang mengenai Nasab seseorang dengan para leluhurnya, sehingga mengesankan bahwa seseorang yang mempunyai garis keturunan yang baik akan baik pula amaliyah ubudiyahnya dan sebaliknya.
Semua itu terkesan sudah menjadi taqdir seseorang akan selalu berada dalam kasta tertinggi pada sosial kemasyarakatannya, apakah memang seperti itu Agama memposisikan kebaikan amaliyah seseorang berdasarkan nasabnya?
Mari kita lihat bebarapa ayat2 Al qur’an maupun hadist yang menjelaskan tentang posisi Nasab dengan amaliyah seseorang
“Barangsiapa yang lamban amalnya, maka nasabnya tidak bisa mengejarnya” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah).
Dari hadist diatas sudah jelas bahwa Nasab seseorang bukanlah sebagai jaminan untuk bisa menjadi mulia di sisih Alloh, hanya dengan istiqomah amaliyah kebaikan maupun taqwa yang menjadikan seseorang mempunyai nilai lebih di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” (QS. Al Mu’minun: 101). Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 308
Pada ayat tersebut diatas pun menjelaskan bahwa pertalian saudara atau nasab tidak akan menjadikan jaminan Mutlaq untuk keselamatan manusia dihadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Siapa saja yang amalnya itu kurang, maka kedudukan mulianya tidak bisa menolong dirinya. Oleh karenanya, jangan terlalu berharap dari nasab atau silsilah keturunan dan keutamaan nenek moyang, akhirnya sedikit dalam beramal.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 21).
Hanya dengan ketaqwaan kepada Alloh lah kita bisa mendapatkan tempat yang mulia disisih alloh bukan karena faktor-faktor lainnya seperti Nasab seseorang.
Banyak sekali ayat ayat Al Qur’an yang menjelaskan hal tersebut seperti dalam Firman Alloh
“Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Rabb mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al Mu’minun: 57-61).
Juga firman Alloh yang lainnya dalam surat Al Imron
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran: 133-134).
Ayat-ayat tersebut menjelaskan pentingnya melakukan Amaliyah ubudiyah yang sempurna sesempurna sempurnya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Karena dengan amaliyah yang kita kerjakanlah yang menjadikan kita bisa mendapatkan kemuliaan disisih Alloh bukan dari yang lainnya seperti Nasab atau keturunan atau silsilah atau sejenisnya walaupun Nasab dari Nabi pun tak akan bisa menambahkan amaliyah seseorang dihadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Rosululloh pun sudah pernah memberikan peringatan kepada kerabatnya/ahlul bait nya melalui sabda beliau yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri ketika turun ayat, ” Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (QS. Asy Syu’ara: 214). Lalu beliau berkata, “Wahai orang Quraisy -atau kalimat semacam itu-, selamatkanlah diri kalian sesungguhnya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun dari Allah. Wahai Bani ‘Abdi Manaf, sesungguhnya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun dari Allah. Wahai ‘Abbas bin ‘Abdul Muthollib, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah. Wahai Shofiyah bibi Rasulullah, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah. Wahai Fatimah puteri Muhammad, mintalah padaku apa yang engkau mau dari hartaku, sesungguhnya aku tidak dapat menolongmu sedikit pun dari Allah.” (HR. Bukhari no. 2753 dan Muslim no. 206).
Dari keterangan hadist tersebut di atas maka Nasab yang selama ini dibangga-banggakan seseorang untuk mencari PENGHORMATAN DAN KEMULIYAAN di masyarakat amatlah kontradiksi dengan apa yang ada dalam firman Alloh dan hadist Rosululloh, apalagi disertai dengan kata-kata mengancam seperti akan masuk NERAKA bila tidak Hormat dan Ta’dzim kepada Habaib/keturunan Nabi, atau akan kuwalat kalau perintah nya seseorang yang mempunyai garis keturunan Nasab sampai ke Rosululloh walau dirinya sering berbuat Maksiat atau kesalahan kesalahan dalam menjalankan Syariah Agama.
Dalam menjalankan amalyah ubudiyah yang benar adalah kepada siapapun kita harus menaruh Rasa Hormat dan Ta’dzim dengan keluhuran budi atau dengan ketinggian ahlaq/dengan Ahlaqul karimah yang telah diajarkan oleh Rosululloh melalui Al qur’an, Hadis, Ijma’ dan Qiyas atau melalui ulama yang benar benar bisa memberikan contoh yang baik kepada kita semua, karena bagaimanapun Ulama adalah pewaris para Nabi.
Namun demikian dalam hal mencari sosok panutan kita harus lebih teliti dan jeli, minimal kriteria-kriterianya jelas, misalkan:
Sanad ke Ilmuannya jelas Masyhur di masyarakat Fatwa fatwa nya tidak bertentangan dengan ulama yang lainnya Ahlaq nya bagus Lisan dan prilakunya tidak bertentangan Dan lain lainnya yang mengarah kan kita kepada kebaikan semata
Dari beberapa kriteria-kriteria tersebut di atas adalah sebagian kecil saja dalam menentukan seseorang yang akan menjadi panutan hidup kita, karena untuk mendapatkan kesempurnaan dihadapan Alloh sangatlah sulit. Namun minimal ada niatan yang baik dari hati kita untuk selalu istiqomah dan selalu khusnudzon kepada Alloh maka Alloh akan selalu memberikan petunjuk kepada hambahnya yang mempunyai niat yang baik dalam melakukan amaliyah Ubudiyah dalam kehidupan sehari harinya.
Semoga kita semua selalu mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.
Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mendukung SKK Migas yang akan mempertemukan para pekerja dengan kontraktor atau vendor migas dengan membuat platform khusus.
Gus Falah pun mengakui, kesulitan para kontraktor memperoleh pekerja migas seperti insinyur dan tukang las sudah menjadi problem klasik industri migas Indonesia.
“Apalagi, banyak insinyur dan tukang las yang dibajak perusahaan migas asing, sehinggs mengganggu proyek-proyek migas kita, ini fakta,” ujar Gus Falah, Jumat 9 Agustus 2024.
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat ada sekitar 2.671 insinyur per 1 juta penduduk di Indonesia.
Angka itu, sambung Gus Falah, sangat tidak memadai. Bahkan jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan Vietnam yang memiliki 9 ribu insinyur per 1 juta penduduk.
Hal itu juga berdampak pada industri migas nasional yang membutuhkan pasokan sumber daya manusia.
Kita harap platform khusus dibuat SKK Migas bisa menanggulangi persoalan ini, sehingga insinyur kita yang memang sedikit itu tak direbut pihak asing,” ujar Gus Falah.
“Dengan begitu, tak ada pekerjaan yang ter-delay di proyek-proyek migas kita hanya karena pekerja-pekerja ahli kita dibajak asing,” pungkasnya.
Sebagai informasi, platform yang akan dibuat itu konsepnya sama seperti IOG E-Commerce yang diluncurkan SKK Migas tahun lalu. Platform ini menjadi wadah vendor untuk mencari atau menyewa alat berat untuk pengeboran migas.
Gerak News, Jakarta- Ketua Bidang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Ulil Abshar Abdalla menanggapi perihal wacana penghapusan rekomendasi FKUB, sebagai syarat dirikan rumah ibadah.
Ia mengaku belum mengetahui mendalam soal isu tersebut. Namun ia menginginkan adanya kebebasan bagi siapa saja, mendirikan rumah ibadah.
“Saya belum tahu mengenai hal ini secara mendalam isu ini. Intinya kita menginginkan adanya kebebasan bagi siapa pun untuk mendirikan rumah ibadah di Indonesia. Sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Ulil di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (8/8).
Lebih lanjut menurutnya, umat Islam menghargai semua umat beragama. Kemudian konstitusi juga menghormati hak seluruh umat beragama untuk beribadah.
“Intinya kan itu, prinsipnya umat Islam juga menghargai semua umat beragama,” ucapnya.
“Konstitusi kita juga menghormati hak semua umat beragama untuk ibadah,” pungkasnya.
Energi Juang News, Jakarta- Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar didampingi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan Menteri Kehakiman Otoritas Palestina untuk Urusan Agama, Mahmoud Al-Habbash, di ruang kerjanya di Gedung PBNU Lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).
Usai pertemuan tertutup yang berlangsung selama satu jam, Syekh Al-Habbash bersama Dubes Palestina Zuhair Al Shun dan rombongan menikmati jamuan makan siang di lantai 4 Ruang Rais A’am PBNU. Kegiatan makan siang itu dilakukan bersama sejumlah pengurus PBNU.
Syekh Al-Habbash tampak mengenakan kemeja dilapisi jas hitam, sementara Rais A’am PBNU Kiai Miftachul Akhyar mengenakan jas abu-abu dan sarung batik. Ketua Umum PBNU Gus Yahya tampil santai dengan batik dan celana hitam.
Sejumlah pengurus PBNU turut mendampingi, antara lain Katib A’am PBNU Ahmad Said Asrori, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, Ketua PBNU Ahmad Suaedy, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Sidrotun Naim dan Ahmad Ginanjar Sya’ban.
Gus Ulil, sapaan akrab KH Ulil Abshar Abdalla, mengatakan dalam pertemuan itu, Mahmoud Al-Habbash menyoroti hubungan spesial antara NU dan Palestina. Sebab, Imam Syafi’i, yang menjadi panutan warga NU dalam bidang fiqih, lahir di Gaza.
Dalam pertemuan itu, Syekh Al-Habbash juga mengingatkan Ibnu Hajar Al-Asqolani, seorang Imam Besar dalam bidang Hadis, berasal dari Kota Asqolan di Palestina.
“Jadi Imamnya orang NU yaitu Imam Gaza, Imam Syafi’i dan itu yang disampaikan beliau tentang hubungan yang spesial dan juga ada seorang Imam Besar dalam bidang Hadis yaitu Ibnu Hajar Asqalani itu dari Kota Asqalani yang ada di Palestina juga,” kata Gus Ulil.
“Jadi hubungan penting seperti ini membuat NU, PBNU dan Palestina sangat spesial,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, Syekh Mahmoud Al-Habbash mengucapkan terima kasih kepada PBNU yang sudah mengundangnya sebagai perwakilan dari Otoritas Palestina. Terima kasih juga disampaikan atas posisi pemerintah Indonesia yang dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah mengenai Palestina.
“Beliau (Mahmoud Al-Habbash) berharap pemerintahan Indonesia ke depan yang akan dipimpin presiden terpilih Prabowo Subianto tidak berubah posisinya terhadap Palestina,” jelasnya.
Gerak News, Medan- DPC GMNI Medan sangat menyayangkan tercatutnya nama GMNI dalam permasalahan hukum pelaku dugaan tindak pidana pemerasan yang terjerat dalam OTT yang berlokasi di salah satu caffe di Jl. Sei Silau, PB Selayang I Medan Selayang pada malam 4 Agustus 2024.
Dalam keterangan persnya, Rama selaku Ketua DPC GMNI Medan mengaku terkejut ada pihak yang diduga mengatasnamakan GMNI melakukan tindakan tersebut.
“Terus terang, kami merasa terkejut mendapatkan informasi ini. Secara organisasi kami tidak ada perintahkan kader untuk peras pejabat pemerintah khususnya Pemko Medan pasca sampaikan kritik terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat atau merugikan negara. Jika pun sah terbukti secara hukum, kami meyakini tindakan tersebut hanyalah inisiatif oknum semata,” ungkap Rama.
Di tengah derasnya tuduhan yang disematkan kepada GMNI dan organisasi mahasiswa lainnya atas peristiwa OTT, Rama dengan tegas menyatakan GMNI Medan dibawah kepemimpinan Imanuel Cahyadi tertib organisasi, tertib ideologi dan tertib kaderisasi dalam melaksanakan agenda perjuangan.
Kendati demikian, pihaknya akan mencoba mencerna permasalahan ini secara jernih dan objektif.
“Jika pun ada terduga oknum yang mengatasnamakan Ketua GMNI, berinisial AS, jika pun benar seperti yang diberitakan demikian kami meyakini beliau dibawah komando kelompok Arjuna – Dendi, Bukan dari unsur kami. Sehingga sangat disayangkan Oknum tersebut mencederai nama organisasi yang telah berdiri selama 70 tahun, dan bikin malu nama organisasi”, tegasnya.
” Untuk selanjutnya, kami akan coba mencermati permasalahan ini secara jernih dan objektif, sekalipun ini oknum yang namanya sudah beredar berbeda dengan kami. Langkah yang akan kami lakukan itu pertama, kami akan menunggu keterangan resmi pihak Polrestabes Medan. Kedua, kami akan evaluasi persoalan yang ada dengan memperkuat konsolidasi di internal GMNI dan menyikapi terkait langkah organisasi apa yang perlu ditempuh. Ketiga, kami akan berupaya bertemu korban dan mencoba mendengarkan permasalahan yang sebenarnya terjadi,” lanjut Rama.
Rama menyatakan GMNI sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang tertua dan terbesar dalam sejarah panjang berdirinya Republik tidak henti dihantam badai dalam eksistensi perjuangannya.
Dalam keterangan penutup, Rama mengungkapkan pihaknya juga sedang mencium adanya skema proxy politik pilkada yang dirancang oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan daya juang GMNI dalam konsolidasi demokrasi Pilkada 2024.
“Saat ini kami juga sedang menganalisa, jangan-jangan ada skema proxy politik Pilkada yang sedang dimainkan. Untuk itu, demi memastikan bahwa ini set politik apa tidak, kami akan konsolidasi dan mendorong agar terbentuknya TPF (Tim Pencari Fakta). Semoga Kapolda, Kapolresta, Pemko Medan dan unsur lain tidak keberatan”, tutup Rama.
Gerak News, Jakarta- Anak eks Wali Kota Batu almarhum Eddy Rumpoko, Ganis Rumpoko, digadang maju sebagai Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) Kota Malang 2024.
Sebuah billboard yang terpasang di kawasan Jalan Borobudur, Kota Malang, bergambar Ganis Rumpoko, menjadi bukti bahwa perempuan penggemar sepak bola itu digadang memimpin kota Malang.
Billboard tersebut menampilkan sebuah gambar seperti isi percakapan WhatsApp Ganis dengan salah seorang yang menunjukkan ia akan maju sebagai Bacakada Kota Malang 2024.
Saat ditanya terkait konsep billboard tersebut, Ganis menjelaskan bahwa bermula dari PDI Perjuangan yang menyebut namanya maju di Pilkada Kota Malang.
Kemudian, teman-temannya langsung merespons cepat dengan berencana membuat baliho atau billboard. Ganis merasa bingung konsep foto apa yang akan ditampilkan dan mendadak konsepnya isi percakapan WhatsApp.
“Banyak teman yang minta saya pasang gambar. Saya jawab ok saja, lalu diminta foto dan konsep posternya seperti apa. Saya juga bingung, karena kurang lebih semua ya begitu-begitu saja. Saya sendiri bosan kalau foto saya di jalan terus sudah dari tahun 2023,” jelas Ganis, Kamis (8/8).
Ganis mengaku bahwa memang spontan saja membuat konsep billboard dengan isi percakapan WhatsApp tersebut.
“Misinya menggaet semuanya sih, sekaligus menyuarakan kejenuhan pada visual yang itu-itu saja,” terangnya.
Selain itu, kata Ganis, dirinya menyinggung soal gaya komunikasi politik yang membosankan. Menurutnya, dengan konsep billboard-nya itu menunjukkan sisi kreativitas di Kota Malang.
“Saya pikir kan Kota Malang ini Kota Pendidikan yang berarti masyarakat harus cerdas ya. Jadi sangat disayangkan kalau dalam proses Pilkada ini gaya komunikasi politiknya begitu-begitu saja. Menurut saya kan banyak komunikasi kreatif di Kota Malang jadi ya harus bisa dilihat berbeda lah,” ungkapnya.
Lalu, terkait dengan kesungguhan dirinya maju di Pilkada Kota Malang, Ganis mengaku siap dan pasrah dengan keputusan partainya, yaitu PDI Perjuangan.
“Saya selaku kader partai jika diberi mandat, siap,” ujarnya.
Gerak News, Jakarta- Film persahabatan Indonesia-Timor Leste mulai diproduksi. Dimulainya proyek itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Demi Gisela Citra Sinema dan PT Aksa Bumi Langit.
Penandatanganan itu dilakukan oleh inisiator dan executive producer Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dengan dihadiri oleh CEO Widyaiswara Revolusi Sejati Dr Wahyuni Refi, yang ditunjuk sebagai pelaksana produksi.
Kiki Syahnakri mengatakan, dalam situasi minimnya karya-karya sinematografi yang menggambarkan persahabatan Indonesia-Timor Leste pascakemerdekaan Timor-Timur 1999, kehadiran film ini patut disambut dan diapresiasi.
“Film ini akan menggali semangat rekonsiliasi dan etos perdamaian dalam hubungan diplomasi Indonesia-Timor Leste, menggunakan kisah cinta dan keluarga sebagai cerminan dari hubungan kedua negara,” ungkap Kiki Syahnakri, di Jakarta, Kamis (7/8).
Aktor senior sekaligus sutradara Deddy Mizwar menuturkan, film itu tidak akan mengungkit-ungkit luka lama akibat konflik masa lalu.
“Film ini menggabungkan cerita tentang pencarian jati diri dengan pesan universal tentang kemanusiaan, cinta, dan pentingnya menyatukan kembali keluarga yang terpisah akibat perang,” ungkapnya.
Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, dan Letjen (Purn) Lere Anan Timur mmeberikan dukungan atas produksi film tersebut.
Chandra Sembiring dari PT. Aksa Bumi Langit mengatakan, produksi film 70% di Timor Leste, dan akan menampilkan keindahan alam serta kekayaan budaya Timor Leste.
“Ini tantangan tersendiri, namun dengan berbekal pengalaman panjang dalam produksi film, kami percaya dapat menghadirkan nuansa yang berbeda dari film-film yang kini beredar di Indonesia,” ungkap Chandra.
Kisah dalam film tersebut berdasarkan cerita nyata tentang seorang putra eks panglima FALINTIL (sayap militer Fretilin) yang ditemukan dan diangkat-anak oleh prajurit TNI/Polri, lalu dirawat-dibesarkan tanpa mengetahui asal usulnya.
Setelah 27 tahun, akhirnya anak tersebut dapat dipertemukan kembali dengan ayah kandungnya di Dili.
Produksi akan berlangsung hingga akhir Desember 2024, sementara tayang perdananya telah terjadwal pada Mei 2025.