GerakNews, Jakarta- Pada bulan lalu, September 2024, Presiden RI kelima, Prof. DR (HC). H. Megawati Soekarnoputri, berziarah ke kuburan Imam Bukhari di Uzbekistan. Di kuburan itu Megawati berdoa dan meneteskan air mata. Kuburan Imam Bukhari sendiri ditemukan kembali atas permintaan Presiden Soekarno kepada pemerintahan Uni Soviet saat itu, ketia Uzbekistan masih bagian dalam pemerintahan Soviet.
Bukhari bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah. Abu Abdullah Muhammad ini kemudian dikenal dengan Imam Bukhari sebab lahir di Bukhara, kawasan Islam di Asia Tengah, pada tahun 809 Masehi.
Meski bertubuh kurus, namun semangat Bukhari dalam studi Islam sangat tinggi. Di kalangan sahabatnya, Bukhari dikenal dengan sosok yang selalu menyampaikan argumentasi yang tajam dalam memahami persoalan yang rumit. Daya ingat Bukhari juga sangat kuat. Bukhari juga menghabiskan empat dekade untuk terus belajar Islam.
Dalam hadits, Imam Bukhari beguru kepada Imam Ahmad bin Hanbal, Abi Bakar din Abi Shaiba, Ishaq bin Rahawaih, Ali bin Al-Madini dan Yahya bin Ma’in. Imam Bukhari pun menjadi sosok yang sangat ahli dalam menyaring hadits-hadits yang otentik dan yang palsu.
Dalam kehidupannya, Imam Bukhari menghapal dan menyaring lebih dari 500 ribu hadits. Dari semua hapalan itu, dia memasukkan hadits-hadits yang otentik ke dalam karya-nya yang kemudian diberi nama Jami’ al-Shahih, atau kumpulan hadits-hadits otentik. Dari 500 ribu lebih hadits yang ia hapal, Imam Bukari hanya memasukkan 7.222 hadits. Inilah hadits-hadits yang kemudian dikenal sebagai hadits paling otentik.
Karya antologi hadits-hadits otentik ini membuat Bukhari mencapai posisi paling puncak sebagai ulama hadits yang tidak mampu disaingi para ahli hadits sesudah dirinya.
(YSA)



