Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliSelalu Ikuti Kata Hati, Tapi Jangan Tinggalin Otak

Selalu Ikuti Kata Hati, Tapi Jangan Tinggalin Otak

Energi Juang News, Bojonegoro- Ada pepatah yang katanya bijak, katanya romantis, katanya cocok buat caption Instagram: “Selalu ikuti kata hatimu.”
Sayangnya, banyak yang berhenti di situ. Titik. Tamat. Otaknya ditinggal di rumah, mungkin lagi ngecas, mungkin juga lupa password.

Padahal, kalau mau jujur, hati itu kadang seperti anak kecil di minimarket: semua pengen diambil, nggak peduli itu perlu atau nggak.

Kisah ini dimulai dari seorang pria sebut saja namanya Pairin,26. Bukan nama sebenarnya, tapi cukup mewakili jutaan Pairin lain di luar sana yang percaya bahwa hidup itu harus mengikuti “getaran hati”. Padahal yang bergetar bukan hati, tapi notifikasi chat dari seseorang yang bukan pasangannya.

Pairin sebenarnya sudah punya istri Peni,27 yang terbilang jarang turun mesin. Hubungan yang sudah berjalan cukup lama, penuh kenangan, penuh cicilan perasaan, bahkan mungkin sudah masuk tahap “urusan servis sentolop dikamar”. Tapi seperti biasa, manusia itu punya bakat alami: bosan.

Masuklah WIL yang mungkin desahan,belaian dan servis versi yang berbeda dengan istrinya.Minthul,24 sosok baru yang hadir seperti diskon besar di akhir bulan yang menggiurkan, tidak direncanakan, dan biasanya berujung penyesalan. Dia hadir bukan karena takdir, tapi karena kebutuhan biologis yang terlalu dipaksakan jadi alasan.

Awalnya cuma chat ringan. Basa-basi. Tukar meme. Lalu naik level jadi curhat. Dari curhat jadi nyaman. Dari nyaman jadi tuman… Semua terjadi tanpa rapat koordinasi dengan otak, langsung bertindak.

Di sinilah pepatah tadi mulai menunjukkan sisi gelapnya. Mengikuti perasaan memang terdengar puitis. Tapi kalau tanpa logika, hasilnya bukan puisi melainkan komedi tragis.

Pairin mulai menjalani hidup ganda. Siang hari jadi pasangan setia, malam hari jadi penyair cinta dadakan untuk orang lain. Hebatnya, dia merasa ini semua “alami”. Katanya, “nggak bisa dipaksakan, ini perasaan.”

Baca juga :  Karena 'Kesengsem' Dengan Bini Tetanga, Wisata Kuliner Berubah Jadi Wisata Ranjang

Lucu ya. Perasaan selalu jadi kambing hitam. Padahal yang sebenarnya terjadi: keputusan sadar yang dibungkus dengan alasan emosional.

Sementara itu, Peni pasangan sahnya mulai merasakan ada yang aneh. Bukan karena punya indra keenam, tapi karena perubahan kecil yang terlalu jelas, sudah jarang minta yang aneh aneh lagi kalau malam. Balasan chat yang makin singkat. Tatapan yang makin kosong. Dan alasan-alasan yang makin kreatif sayangnya bukan kreatif yang membanggakan.

Sampai akhirnya, seperti semua cerita klise yang tidak pernah belajar dari sejarah, semuanya terbongkar.

Tak ada asap kalau tak ada api. Yang ada hanya keheningan yang lebih menyakitkan dari kata-kata.

Ironisnya, hubungan barunya pun tidak bertahan lama. Karena, Peni berhasil mergoki suaminya sedang indehoy memanjakan sentolop bersama Minthul di hotel melati. Alasan alasan Pairin ke Peni ternyata seperti fondasi yang dibangun dari kebohongan tidak cukup kuat untuk menopang masalah masa depan.

Karena Minthul sudah biasa selingkuh hanya untuk mengeruk harta Pairin pun akhirnya pergi. Mungkin menemukan Pairin versi lain di tempat lain. Siklus yang sama, cerita yang sama, hanya nama yang berbeda.

“Ikuti kata hatimu, tapi pastikan otakmu ikut rapat.” nasehat Pak Satpol PP.

Tanpa itu, yang terjadi bukan kisah cinta yang indah, melainkan episode panjang dari serial “Kenapa Hidupku Jadi Gini?”

Dan kalau dipikir-pikir, mungkin yang paling setia dalam cerita ini bukan Pairin, bukan Peni pasangannya, bukan juga Minthulselingkuhannya.

Tapi kebiasaan manusia untuk mengulangi kesalahan yang sama, sambil berharap hasilnya berbeda.

Kalau sudah begini, siapa yang salah?

Di titik ini, Pairin baru sadar. Bahwa mengikuti hati tanpa berpikir bukanlah keberanian, tapi kecerobohan yang dibungkus romantisme murahan.

Baca juga :  Cemburu,Pacarnya Diintimidasi Oleh Bapak Tiri

Dia kehilangan sesuatu yang dulu dianggap biasa. Kehilangan yang tidak bisa diganti dengan chat manis atau perhatian sesaat. Kehilangan yang baru terasa berat setelah benar-benar pergi.

Dan begitulah kisah ini berakhir dengan Peni yang memaafkan kelakuan Pairin. Dikemudian hari mereka melanjutkan proyek Pairin Junior versi 2.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments