Senin, Juni 1, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliBelajar dari Bulu Ketek: Kisah Bendot, Mince, dan Yuli

Belajar dari Bulu Ketek: Kisah Bendot, Mince, dan Yuli

Energi Juang News,Jakarta- Tidak semua pelajaran hidup datang dari buku motivasi, seminar mahal, atau konten TikTok yang sok bijak tapi ujungnya jualan kelas online.

Kadang, pelajaran terbaik justru datang dari tempat yang paling tidak terduga. Misalnya… dari bulu ketek.

Ya, Anda tidak salah baca. Bulu ketek. Bagian tubuh yang sering diremehkan, tapi diam-diam punya filosofi hidup yang lebih kuat daripada status galau di WhatsApp.

Entah harus disebut tragedi, komedi, atau kombinasi keduanya bagi seorang pria ini. Bendot,23 ini bukan tokoh luar biasa, bukan konglomerat, bukan influencer. Tapi dia pengangguran punya satu bakat yang jarang dipunyai orang: kemampuan membuat masalah gampang menjadi ruwet

Awalnya hidup Bendot biasa saja, menskipun berstatus Pengacara( Pengangguran Banyak Acara) punya satu wanita dalam hidupnya, Mince,18. Hubungan mereka stabil, tidak terlalu romantis, tapi cukup untuk bertahan. Karena dia pengangguran selalu mencari cewek dari lingkungan yang lebih mapan. Seperti pohon benalu nempel ke pohon aren ysng getahnya manis kedoyanan tawon lebah.

Sampai akhirnya muncul Yuli datang menggoda, lebih mapan, dan sulit diabaikan oleh orang yang imannya lagi tipis-tipisnya.

Awalnya Bendot hanya berniat “iseng”. Sekadar ngobrol. Sekadar cari suasana baru. Sekadar… ya, sekadar yang sering jadi awal dari bencana.

Dan seperti hukum alam yang tidak tertulis, dari “sekadar” itu semuanya mulai berkembang. Dari chat ringan jadi intens. Dari intens berujung “ngamar” bareng di kamar pribadi Yuli, nyoba nyoba rasanya servis tuan rumah.

Di sinilah Bendot mulai hidup seperti bulu ketek: terhimpit di antara dua sisi.

Di satu sisi ada Mince yang sudah lama menemani, yang tahu versi asli Bendot, termasuk kebiasaan jeleknya.

Baca juga :  Tak Terima Istri Diselingkuhi Orang Saat Suami Kerja Keluar Kota, Motor Pelaku Dibakar Warga

Di sisi lain ada Yuli—yang melihat Bendot sebagai versi terbaiknya, versi yang sudah diedit, difilter, dan diberi caption manis.

Dan Bendot, seperti kebanyakan manusia yang terlalu percaya diri, merasa bisa mengatur semuanya.

Dia pikir dia sutradara. Padahal kenyataannya, dia cuma figuran di drama yang dia buat sendiri.

Hari-hari Bendot jadi penuh strategi. Pagi kirim “selamat pagi sayang” ke Mince. Siang kirim “kamu lagi apa?” ke Yuli. Malam… sibuk cari alasan kenapa tidak bisa ketemu dua-duanya.

Kalau hidup ini lomba multitasking, mungkin Bendot sudah juara. Sayangnya, ini bukan lomba tapi ini jebakan.

Yuli pun mulai menuntut lebih. Karena, ia mulai mual mual karena ulah Bendot. Dan tentu tidak ada orang yang mau jadi “ban serep” selamanya.

Dan di tengah semua itu, Bendot tetap santai. Tetap merasa aman. Tetap percaya bahwa semuanya terkendali.

Sampai akhirnya… kenyataan datang tanpa permisi.

Kebohongan mulai terbuka. Chat yang salah kirim. Dan satu momen klasik yang selalu jadi klimaks cerita seperti ini: semuanya bertemu di waktu yang tidak tepat.

Bulu ketek itu sederhana Sentolop Bendot yang selalu terhimpit. Tidak pernah di posisi nyaman, tapi dia punya satu kelebihan: tetap tumbuh tegak.

Mengetahui kenyataan Bendot yang ngumbar sentolopnya ke wanita lain, Mince pergi meninggalkannya.

Dan Yuli? Awalnya marah dan kecewa tapi Bendot terlanjur menanam saham di perutnya.

Dan Bendot pusing menanggapi tuntutan Yuli untuk segera menikahinya. Boro boro nikah, makan saja masih numpang orang tua.

Disini jelas Yuli dirugikan materi maupun harga dirinya yang telah direnggut pengangguran macam Bendot. Seperti pepatah lucu,” jangan cuma meniru posisi bulu ketek.
Tiru juga ketegarannya” bukan kebodohan Bendotnya.

Baca juga :  Pacaran Main Jari, Ternyata Doi Perempuan Juga,Slompreet!!

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang jatuh bukan karena dia terhimpit,
tapi karena dia mencoba nyaman berdiri di dua tempat sekaligus.

Dan seperti biasa, hidup tidak pernah suka orang yang rakus posisi.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments