Sabtu, Juni 20, 2026
spot_img
BerandaOjo LaliTak Terima Putrinya 'Didekemi' Pengangguran, Siswi MTS Digerebek Ayah

Tak Terima Putrinya ‘Didekemi’ Pengangguran, Siswi MTS Digerebek Ayah

Energi Juang News,Jember-Tidak sedikit orang tua yang rela berkorban demi masa depan anak. Mulai dari memilih sekolah terbaik, menyediakan tempat tinggal yang nyaman, hingga memastikan lingkungan pergaulan yang mendukung pendidikan mereka.

Kasus Siswi MTS Digerebek Ayah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan formal dan pendidikan agama saja terkadang belum cukup tanpa pengawasan serta komunikasi yang intens dari keluarga.

Pak Pardi, 50 tahun, warga Jember, awalnya memiliki harapan besar ketika menyekolahkan putrinya, Mince, di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTS). Ia percaya lingkungan sekolah berbasis agama dapat membantu membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai moral anaknya.

Karena lokasi sekolah cukup jauh dari rumah, Mince tinggal di sebuah rumah kos dekat sekolah. Biasanya ia pulang setiap akhir pekan. Jika tidak pulang, Pak Pardi sesekali datang menjenguk untuk memastikan keadaan putrinya baik-baik saja.

Namun harapan itu mulai goyah ketika Pak Pardi menerima informasi dari seseorang yang mengabarkan bahwa putrinya sering terlihat bersama seorang pria bernama Bendot. Pria berusia 24 tahun itu dikenal sebagai pengangguran yang kerap menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Awalnya Pak Pardi menganggap kabar tersebut hanya gosip. Akan tetapi, informasi berikutnya membuatnya semakin khawatir. Ia mendapat pesan bahwa pada hari itu Mince sedang berada di rumah Bendot.

Tanpa menunggu lama, Pak Pardi langsung berangkat menuju tempat kos anaknya. Setibanya di sana, Mince memang tidak berada di kamar. Dugaan yang semula hanya berupa kekhawatiran mulai terasa nyata.

Pak Pardi kemudian meminta bantuan ketua RT setempat untuk memastikan keberadaan putrinya. Bersama-sama mereka mendatangi rumah Bendot. Ketika pintu rumah berhasil dibuka, keduanya menemukan Mince sedang ‘didekemi’ Bendot di dalam rumah tersebut.

Baca juga :  Telikung Cinta Jarak Jauh, Berakhir Prahara

Melihat kondisi itu, emosi Pak Pardi sempat memuncak. Ia merasa kecewa karena tujuan awal menyekolahkan anaknya jauh dari rumah adalah agar fokus belajar dan menata masa depan. Beruntung, ketua RT berhasil menenangkan suasana sehingga tidak terjadi tindakan yang lebih jauh.

Kasus tersebut akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dalam pemeriksaan, Bendot mengakui pernah menjalin hubungan dengan Mince. Keterangan itu semakin membuat Pak Pardi terpukul dan kecewa.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa pengawasan orang tua tetap memiliki peran penting dalam perkembangan remaja. Di era media sosial dan komunikasi digital yang serba cepat, kedekatan emosional antara orang tua dan anak sering kali menjadi benteng pertama untuk mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan yang berisiko.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments