Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 752

Hari Kucing, Rawat Dengan Baik Dan Jangan Diterlantarkan

Gerak News, Jakarta- Mungkin di antara pembaca GerakNews, ada yang suka kucing. Ini adalah binatang lucu.

Di Indonesia sendiri ada beberapa kucing yang sangat populer untuk dipelihara seperti Anggora, Persia, Maine Coon, Siam, Ragdoll, Sphynx, Rusian Blue, Munchkin dan Scottis Fold.

Tentu saja, kucing domestik atau kucing kampung juga sangat lucu bila dirawat dengan baik. Misalnya dengan menjaga asupan makanan dengan lingkungan yang tenang, jauh dari pandangan dan predator, dan dengan rute pelarian yang jelas.

Hari ini, 8 Agustus, adalah Hari Kucing Internasional. Kali pertama, peringatan ini dicetuskan oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW): salah satu organisasi yang bertugas untuk kesejahteraan hewan terbesar di dunia. Dan peringatan ini mulai efektif sejak 3 Agustus 2020.

Bila anda pecinta kucing, tunjukkalah rasa kasih sayang kepada kucing. Dan bila memelihara kucing, rawat dengan baik, terutama makanan dan minumannya. Jangan sampai kucing-kucing itu terlantar.

(Yayan Sopiani)

Viking Valhalla: Perang Kuasa dan Doktrin Agama

Gerak News, Jakarta- Serial Viking Valhalla dengan tiga sesi sangat cocok ditonton, terutama bagi penggemar fiksi sejarah. Melibatkan Justin Pollard, konsultan sejarah, riset film ini saja menghabiskan waktu berbulan-bulan. Film ini menunjukkan bukan fiksi sejarah kaleng-kaleng.

Film yang melibatkan beberapa sutradara seperti Niels Arden Oplev, Stephen St. Leger dan Hannah Quinn ini berlatarbelakang abad ke-11 atau tahun 1002 di Kepulauan Inggris, Danelaw, yang ditempati bangsa Viking. Meski orang-orang Viking ini sudah berbaur dengan orang Inggris asli, tapi ini tetap saja mengkhawatirkan Raja Aethelred II dari Inggris, terutama bagi para bangsawan Saxon. Bangsawan Saxon takut tidak ada lagi perbedaan antara orang Saxon dan orang Viking setelah satu generasi. Orang Viking pun dibantai dalam jamuan makan malam Aethelred II.

Di saat yang sama, orang Greenland, Leif Erikson dan Freydis Eriksdotter, mau membalas dendam kepada seseorang yang telah menindasnya dengan simbol agama. Mereka tiba di Kattegat yang dipimpin Jarl Haakon, seorang Pagan yang sangat toleran. Di bawah kepemimpinan Jark Haakon yang sangat pluralis itu, Kattegat menjadi kota bagi semua agama dan kepercayaan. Kedataangan Leif dan Freydis di Kattegat bersamaan dengan konsolidasi bangsa Viking dari Norwegia dan Denmark untuk membalas dendam kepada Aethelred II di Inggris.

Jadilah kisah film ini, selain soal balas dendam personal, balas dendam atas nama bangsa tertentu menjadi soal perebutan tahta kerajaan Inggris, Norwegia dan Denmark. Film ini juga selain bercerita soal ekspansi kekuasaan, juga bercerita soal perang agama. Perang antara kaum beragama dengan kaum pagan; atas nama tuhan dan atas nama dewa. juga perang antara-kaum beriman dengan beda Tuhan: sama-sama klaim bawa misi suci. Kasih Tuhan disebar dengan kucuran darah.

(Yayan Sopiani)

Sambut Pengeboran Sejadi, Gus Falah Sebut PHKT Ahli Ngebor

Gus Falah Dalam Rapat Komisi 3 DPR RI

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah menyebut PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) sebagai ahlinya ngebor.

Hal itu dinyatakan Gus Falah menanggapi kesuksesan PHKT mengebor dua sumur pengembangan di Lapangan Sejadi, Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS). Pengeboran ini menghasilkan produksi minyak sebesar 1.492 barel per hari (bph). 

“Tahun lalu mereka (PHKT) juga sukses melakukan pengeboran sumur eksplorasi Serang Baru 01, dan menuntaskan pengeboran dua sumur pengembangan, Mahoni dan Yakin. Jadi PHKT ini memang ahlinya ngebor, menurut saya,” ujar Gus Falah, Kamis 8 Agustus 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu juga memuji PHKT yang tahun lalu melakukan terobosan guna memuluskan pengeboran.

Terobosan yang dimaksud adalah sinergi dalam penyewaan shorebase daerah selatan, dengan konsorsium PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Pertamina Port and Logistics (PPL). Kontrak penyewaan shorebase ini akan melayani aktivitas Drilling, Completion dan operasi hulu migas PHKT.

Terobosan ini semakin menambah keahlian PHKT dalam pengeboran,” ujar Gus Falah.

“Kita harap, keahlian ngebor PHKT ini mampu mendorong pencapaian target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Ini Pandangan Paramitha Widya Kusuma Soal Nasionalisme

Gerak News, Brebes- Anggota DPR RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma memiliki pandangan khusus tentang nasionalisme.

Paramitha menilai, nasionalisme tidak hanya tentang kebanggaan terhadap negara atau bangsa sendiri.

“Tetapi, nasionalisme juga mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan, dan kesejahteraan semua masyarakat tanpa diskriminasi,” ungkap Paramitha di akun media sosialnya, baru-baru ini.

Calon Bupati Brebes itu melanjutkan, nasionalisme seharusnya didasari oleh nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan begitu, masyarakat yang harmonis, penuh toleransi, dan saling menghargai akan tercipta.

Ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap kader PDI Perjuangan itu.

Redaksi Gerak News

PBNU Bantah Tuduhan Menggembosi PKB

Gerak News, Jakarta- Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah pihaknya ingin menggembosi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurutnya, hal itu tak mungkin karena PKB yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu didirikan oleh PBNU dan banyak kader NU kini jadi anggota PKB.

“Kalau PKB kita tahu itu yang didirikan oleh NU Kita enggak akan menggembosi, banyak kader NU di sana, dan ini didirikan oleh NU,” kata Gus Ipul di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/8).

Gus Ipul juga menyinggung keluarga besar Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf telah berjuang untuk mendirikan PKB. Ia lantas meminta bukti ke elite PKB jika PBNU melakukan penggembosan tersebut.

“Mana buktinya kalau PBNU pernah menggembosi PKB? Tolong dicarikan buktinya. Kita memang istilahnya itu yang jelas kita beda itu soal pilpres,” ucap dia.

Gus Ipul kemudian menjelaskan upaya PBNU membentuk tim untuk mengkaji hubungan NU dan PKB berawal dari rentetan pernyataan elite PKB yang tak patut.

Ia menjelaskan salah satunya adalah pernyataan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyinggung pemberhentian Marzuki Muktamar dari Ketua PWNU Jatim.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid sempat mengatakan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Gus Ipul kerap menggembosi PKB.

Jazilul berpendapat hal itu pula yang terjadi hari ini kala PBNU berencana mengembalikan PKB ke pangkuan NU.

Faktanya, Gus Yahya, Gus Ipul itu sering menggembosi PKB,” kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7).

Redaksi Gerak News

Muncul Larangan Berfoto Di Depan Rumah Milea

Gerak News, Bandung- Rumah karakter Milea dalam Dilan 1990(2018) viral tak lama setelah film tayang. Akibatnya, banyak orang mendatangi rumah tersebut hanya untuk mengambil foto.

Namun, kini rumah itu menolak untuk difoto. Sebuah spanduk bertuliskan ‘Dilarang berfoto di depan rumah ini’ terpampang di depan rumah.

Rumah ini berada di daerah Malabar, Lengkong, Bandung. Rumah ini dikenal para pelancong dengan sebutan ‘Rumah Milea’.

Rumah tua ini hadir dengan gaya khas kolonial. Jendela-jendela besar dan dinding berwarna putih pucat membuat rumah itu terasa mempesona.

Dalam film, rumah itu dikisahkan sebagai rumah masa muda tokoh Milea dalam cerita berlatar Bandung 1990-an.

Namun pada aslinya, rumah tersebut merupakan milik salah satu warga Bandung. Rumah ini juga termasuk dalam Bangunan Cagar Budaya Golongan B.

Berdasarkan pantauan media baru-baru ini, rumah dengan arsitektur masa kolonial itu tampak sepi. Spanduk kuning larangan foto juga masih terbentang di depannya.

Redaksi Gerak News

Pengembangan Listrik Panas Bumi Lambat, Mengapa?

Gerak News, Jakarta- Lembaga riset ReforMiner Institute menyebut pengembangan dan pengusahaan listrik panas bumi hampir di semua negara relatif lebih lambat dibandingkan jenis pembangkit listrik lainnya. The Credit Suisse Analysis menyebut meskipun harganya dapat lebih murah, ada potensi bisnis ini tidak lebih menarik.

Mengutip laporan ReforMiner, Rabu (7/8/2024), terdapat empat faktor yang membuat pengusahaan listrik panas bumi tidak lebih menarik. Pertama, menyangkut investasi awal yang lebih mahal dibanding jenis pembangkit listrik lainnya.

Kedua, investor masih menilai biaya operasional pembangkit listrik berbasis fosil yang lebih mahal tetap lebih menarik dibandingkan modal awal yang tinggi untuk usaha listrik panas bumi.

Ketiga, lokasi pengembangan listrik panas bumi dinilai tidak fleksibel karena hanya dapat dibangun/dikembangkan di tempat tertentu. Sedangkan pembangkit listrik lain dapat dibangun di lokasi yang lebih fleksibel.

Keempat, adanya kesulitan untuk menemukan sumber panas bumi yang menyebabkan biaya eksplorasi menjadi lebih tinggi. Pengembangan dan pengusahaan panas bumi pada dasarnya belum dapat sepenuhnya menggunakan mekanisme business to business, dan pada umumnya masih memerlukan intervensi kebijakan.

ReforMiner Institute juga mencatat harga listrik panas bumi yang lebih murah tidak selalu menjamin atau menjadi faktor pendorong yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan dan pengusahaan listrik panas bumi di suatu negara.

“Terdapat faktor lain yang lebih menentukan, salah satunya adalah komitmen pemerintah dalam pengembangan dan pengusahaan panas bumi itu sendiri,” tulis ReforMiner.

Data menunjukkan rata-rata harga listrik panas bumi di Amerika Serikat (AS) lebih rendah dibandingkan rata-rata harga listrik nasional negara tersebut. Akan tetapi, pengusahaan listrik panas bumi di AS relatif belum cukup berkembang.

Kapasitas terpasang listrik panas bumi di AS sampai dengan 2023 dilaporkan baru sekitar 12,99% dari total potensi yang dimiliki. Produksi listrik panas bumi dilaporkan hanya sekitar 0,20% dari total produksi listrik negara tersebut.

Faktor penyebab industri panas bumi di AS relatif belum berkembang adalah karena proses untuk menemukan cadangan panas bumi memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang cukup panjang. Proses perizinan usaha panas bumi di AS juga cukup panjang dan menjadi kendala utama.

Kondisi berbeda terjadi di Filipina dan Turki. Rata-rata harga listrik panas bumi dari kedua negara tersebut tercatat lebih tinggi dari rata-rata harga listrik nasional masing-masing negara. Akan tetapi, realisasi pengembangan panas bumi dari kedua negara tersebut cukup progresif.

“Sampai dengan 2023, kapasitas terpasang listrik panas bumi Filipina dan Turki masing-masing sekitar 48,03 % dan 37,58 % dari total potensi panas bumi yang dimiliki oleh masing-masing negara,” tutupnya.

Redaksi Gerak News

Ketua Umum Ansor: Akan Muncul Kelas Menengah Baru Dari Ansor

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Gus Addin Jauharudin menyatakan selama lima tahun ke depan akan muncul kelas menengah baru dari kalangan Ansor.

“Maka sahabat-sahabat harus siap, akan tumbuh kelas menengah baru dari Ansor,” katanya dalam konferensi wilayah pimpinan wilayah GP Ansor Jawa Barat di Asrama Haji Bekasi baru-baru ini.

Gus Addin menjelaskan bahwa selama lima tahun mendatang, negara akan menghadapi situasi politik yang stabil. Hal ini memungkinkan negara fokus pada pembangunan ekonomi, pemerataan infrastruktur, pengembangan Ibu Kota Negara (IKN), peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan kreativitas dan inovasi.

“Ini akan menjadi fokus negara ke depan, jika Ansor ingin selaras dengan pembangunan nasional, Ansor harus selaras dengan kepentingan agenda besar negara,” tambahnya.

Dengan ribuan kader yang menjabat sebagai kepala desa, pendamping sosial, penyelenggara pemilu, pendamping kelompok tani, serta politisi dari tingkat daerah hingga nasional, Gus Addin optimistis Ansor bisa menjadi kekuatan yang sangat besar.

“Bila kita data dan kita konsolidasi, tidak akan ada kekuatan apa pun yang bisa mengalahkan kekuatan Ansor,” tegasnya.

Untuk mendukung visi ini, Gus Addin telah menyiapkan empat pilar program yang disebut dengan “Bisa.” Program ini akan memperluas peran Ansor di bidang bisnis dan ekonomi, inovasi teknologi dan media, pengembangan sumber daya manusia, dan anak muda.

“Seluruh program-program Ansor di luar kaderisasi dan pendekatan-pendekatan keagamaan, seluruh kepemimpinan Ansor, harus mengacu kepada ‘Bisa’. Jika pemerintahan mendatang punya Asta Cita, Ansor punya ‘Bisa’. Delapan program negara akan ditopang Ansor,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Gus Falah: Tepat, Sinergi PHE-Sucofindo Dalam Sertifikasi Karbon

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah menilai langkah PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersinergi dengan PT Sucofindo dalam penjajakan potensi dan implementasi ISO pada proyek Carbon Capture Storage (CCS)/ Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), sangat tepat.

Gus Falah menilai Sucofindo memang telah berpengalaman dalam menyediakan layanan pemastian data melalui validasi dan verifikasi, melalui opini untuk perhitungan klaim karbon para pelaku usaha.

“Sucofindo ini khan memang berpengalaman sebagai lembaga validasi dan verifikasi terkait Nilai Ekonomi Karbon, jadi tepat ketika PHE memilih mereka sebagai mitra dalam sinergi tersebut,” ujar Gus Falah, Rabu 7 Agustus 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, pengalaman Sucofindo antara lain terlihat ketika tahun lalu melakukan validasi dan verifikasi terhadap kredit karbon yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy.

Gus Falah menyatakan,  melalui sinergi dengan Sucofindo, diharapkan PHE sukses dalam membangun bisnis CCS dan CCUS.

Apalagi, sambung Gus Falah, berdasarakan riset Boston Consulting Group, nilai pasar dari CCS pada 2030 diproyeksikan mencapai US$134 miliar.

Jadi ketika bisnis CCS dan CCUS ini prospektif, langkah tepat memang perlu diambil PHE agar bisa memanfaatkan peluang bisnis itu dengan baik,” ujar Gus Falah.

“Dan bersinergi dengan Sucofindo, menurut saya adalah langkah tepat,” pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi melaksanakan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Tentang Penjajakan Potensi dan Implementasi ISO dalam Penyelenggaraan Proyek Carbon Capture Storage/ Carbon Capture Utilization and Storage dengan PT Sucofindo.

Melalui sinergi ini, PHE dan Sucofindo akan mematangkan dan menyiapkan rancangan model komersial terkait sertifikasi untuk pengembangan CCS/CCUS di fasilitas produksi atau area kerja PHE.

Redaksi Gerak News

Ansy Lema Berjuang Membela Peternak Babi Dari ‘Serangan’ ASF

Gerak News, Kupang- Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema adalah tokoh yang konsisten membela para peternak babi NTT, dari ‘serangan’ Flu Babi Afrika (ASF). Hal itu tampak jelas ketika Ansy mengemban amanat sebagai Anggota Komisi IV DPR-RI.

Sejak kasus ASF menyerang ternak babi di NTT pada 2020, sebagai Anggota DPR-RI, Ansy tidak pernah berhenti berjuang agar Kementerian Pertanian (Kementan) lebih serius menangani virus ASF.

Bahkan, beberapa tahun lalu, saat rapat bersama dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kala itu Ansy menyampaikan serangan Virus ASF di NTT.

Walhasil, dua hari kemudian tim Kementan langsung turun ke NTT. Tim tersebut membawah diisinfektan, serum dan vitamin lalu kemudian disalurkan melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Upaya Ansy membentengi para peternak babi tak hanya itu. Pada Maret 2023, Ansy mengelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penaganan Virus ASF bagi para peternak babi di Kabupaten Kupang.

Bimtek dengan tema “Pencegahan dan Penaganan penyakit ASF pada ternak babi” itu adalah hasil kerja sama Ansy Lema dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Pada bulan Mei 2023, Ansy pun mendorong Kementerian Pertanian untuk serius mengurus Vaksin ASF.

Kader PDI-Perjuangan itu mengungkapkan hingga saat ini keampuhan serum yang dikembangkan belum bisa mencapai angka di atas 80 persen, bahkan keampuhannya saat uji coba masih sekitar 40 persen.

Ansy menegaskan ketersediaan vaksin ASF sangat penting untuk segera diwujudkan. Ansy juga mendesak pemerintah untuk membantu para peternak babi yang merugi akibat ternaknya mati karena virus ini.

Kepedulian Ansy pada para peternak babi di NTT, tak terlepas dari pandangannya terhadap makna babi dalam kebudayaan NTT.

Ansy menegaskan, bagi masyarakat NTT, babi adalah identitas. Semua ritual dan kultural di NTT menggunakan babi.

Ansy pun meminta pemerintah untuk tidak pilih kasih dalam penanganan penyakit hewan ternak di Indonesia.

Redaksi Gerak News