Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 753

Puan Maharani Apresiasi Gregoria Yang Sukses Raih Medali Olimpiade

Gerak News, Jakarta- Ketua DPR RI, Puan Maharani memberikan apresiasi dan selamat kepada Gregoria Mariska yang berhasil meraih medali perunggu dari Cabang Olahraga tunggal putri Bulutangkis Olimpiade Paris 2024. Ini merupakan medali pertama yang diraih Indonesia selama Olimpiade Paris berlangsung dan patut diacungi jempol.

“Alhamdulillah pecah telur. Selamat Gregoria Mariska, terima kasih atas perjuangannya mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia,” ujar Puan dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Seperti diketahui, Gregoria Mariska Tunjung mendapatkan perunggu setelah finis di posisi ketiga dalam Olimpiade Paris 2024. Gregoria Mariska Tunjung dinyatakan menang tanpa bertanding di perebutan posisi ketiga karena Carolina Marin tidak dapat bermain akibat cedera yang dialaminya. Meski begitu, Puan menyatakan prestasi yang ditorehkan Gregoria adalah hal yang luar biasa.

“Walaupun jalan pertandingannya tidak begitu mulus dan lawan utamanya, Carolina Marin, mengalami cedera, Gregoria tetap menunjukkan keterampilan dan semangat yang luar biasa. Kemenangan ini bukanlah kemenangan pribadi tetapi juga kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuh Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Medali yang disumbangkan Gregoria Mariska masih menjadi satu-satunya medali Indonesia di cabor bulutangkis pada Olimpiade kali ini. Medali tersebut pun mengakhiri puasa medali selama 16 tahun dari nomor tunggal putri yang terakhir didapat oleh Maria Kristin.

Di sisi lain, prestasi cabor bulutangkis Indonesia di Olimpiade Paris mendapat perhatian. Pasalnya, tak ada perolehan medali dari nomor tunggal putra, ganda putra, ganda campuran, dan ganda putri.

Padahal selama ini cabor bulutangkis menjadi andalan Indonesia di Olimpiade untuk mendulang medali. Bahkan bulutangkis menjadi tumpuan Indonesia, untuk menyabet medali sejak Olimpiade 1992 di mana bulutangkis hanya sekali absen mendapatkan medali pada Olimpiade 2012 di London. Puan pun mendorong dilakukannya evaluasi, khususnya bagi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Meskipun Bulutangkis menjadi cabor pertama yang menyumbangkan medali namun di satu sisi, Bulutangkis harus evaluasi total di internal agar ada perbaikan di masa depan. Pemerintah juga harus memberi perhatian, jangan karena dianggap cabor Bulutangkis unggul, maka kita terlena. Pendampingan juga harus maksimal,” sambungnya.

Ia juga meminta agar para atlet Bulutangkis dan pelatih untuk tetap semangat. Puan yakin, Bulutangkis Indonesia akan kembali berjaya seperti sebelum-sebelumnya.

“Jadikan kegagalan yang ada sebagai guru untuk menuju kesuksesan. Tetap semangat dalam berlatih, dan terus tingkatkan kemampuan. Yakinilah, rakyat Indonesia percaya dan menaruh harapan tinggi terhadap kalian karena kami yakin atlet-atlet Bulutangkis adalah putra/putri terbaik bangsa yang akan selalu mengharumkan nama Indonesia,” tambah Puan.

Lebih lanjut,  Puan juga berharap medali Gregoria dapat menjadi motivasi bagi semua atlet yang masih akan bertanding di Olimpiade Paris. Khususnya , kata Puan, di cabang olahraga angkat besi dan panjat tebing yang juga menjadi unggulan Indonesia.

“Semoga medali yang kita dapat ini menambah motivasi dan semangat cabor angkat besi dan panjat tebing yang akan bertanding. INDONESIA BISA!! Tunjukkan pada dunia, garuda-garuda Indonesia dapat terbang tinggi dengan membawa kemenangan. Kibarkan bendera Merah Putih dan kumandangkan lagi lagu Indonesia Raya,” tutup Puan.

Redaksi Gerak News

Fatayat NU Tegaskan Tak Serukan Boikot Produk Prancis

Gerak News, Jakarta- Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan tidak pernah sama sekali melakukan ajakan untuk memboikot produk-produk Prancis. Ketua Umum Margaret Aliyatul Maimunah menyampaikan dirinya belum pernah menyampaikan pernyataan apapun terkait berita mengenai pelarangan pemakaian hijab bagi atlet asal Prancis pada ajang Olimpiade Prancis.

“Saya sebagai Ketum PP Fatayat NU belum pernah melakukan ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk memboikot produk-produk Prancis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/8/2024).

Ia pun menegaskan sama sekali belum ada pernyataan dari Pimpinan Pusat Fatayat NU terkait pelarangan pemakaian hijab bagi atlet asal Prancis di acara olimpiade Prancis 2024.

“Saya belum pernah memberikan pernyataan apapun terkait hal itu,” ucapnya.

Seperti diketahui, kontroversi terkait pelarangan pemakaian hijab bagi atlet asal Prancis di olimpiade Paris ini muncul setelah Menteri Olahraga Prancis Amelie Oudea-Castera melarang penggunaan hijab untuk atlet Prancis di Olimpiade 2024. Ia memastikan tidak boleh ada atlet tuan rumah yang memakai hijab selama ajang berlangsung.

“Perwakilan delegasi kami dari tim Prancis tidak akan menggunakan kerudung,” katanya.

Amelie menyatakan sikap ini untuk mencegah ‘proselytism’, istilah yang diartikan tindakan mengajak orang lain untuk mengikuti ajaran agama atau sikap politik tertentu dengan gaya hidup sehari-hari.

“Terdapat pelarangan terhadap segala bentuk ‘proselytism’, karena netralitas pelayanan publik bersifat absolut,” ujarnya.

Menanggapi larangan tersebut, organisasi non-pemerintah Amnesty International langsung mengecam keputusan pemerintah Prancis itu.

“Larangan penggunaan hijab di Olimpiade 2024 tersebut melemahkan upaya menjadikan olahraga lebih inklusif dan membuktikan bahwa atlet muslim berhijab di Prancis akan terus mendapat diskriminasi,” tulis Amnesty International.

Dalam laporan Amnesty International, Prancis menjadi satu-satunya negara Eropa peserta Olimpiade yang melarang hijab untuk kontingennya di Olimpiade 2024 dan Paralimpiade 2024. Selain itu, Prancis adalah satu-satunya pihak dari 38 negara di Eropa yang memboikot hijab di berbagai olahraga, seperti sepak bola, basket, dan voli.

Redaksi Gerak News

Dilarang Pemerintah, Ini Bahaya Sunat Perempuan Menurut Kemenkes

Gerak News, Jakarta- Praktek sunat pada perempuan resmi dilarang pemerintah. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 28 tahun 2024 yang baru ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 26 Juli 2024.

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Ngabila Salama mengatakan, peraturan ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia yang melarang prakek sunat pada perempuan.

“Kita harus menyambut baik larangan ini karena ini yang pertama kali ada di Indonesia,” ucap Ngabila, baru-baru ini.

Sunat pada perempuan sebelumnya juga sudah dilarang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini karena sunat pada perempuan tidak memberi manfaat apapun terhadap kesehatan. 

“Berbeda dengan sunat pada laki-laki, sunat pada perempuan tidak ada manfaatnya, bahkan cenderung membahayakan kesehatan. Oleh karena itu WHO sejak 1997 melarang penuh praktek sunat pada perempuan di seluruh dunia,” ucap Ngabila. 

Seorang perempuan yang disunat, sebut Ngabila, beresiko tidak dapat merasakan orgasme saat berhubungan seksual. Praktek sunat perempuan juga dapat menyebabkan gangguan pada saat persalinan, terjadi pendarahan hingga kematian. 

Sunat pada perempuan, menurut Ngabila, selama ini dibagi menjadi beberapa tingkatan atau grade. Hal ini tergantung pada perlakuan terhadap alat kelamin perempuan yang akan disunat.

“Sunat pada perempuan itu tidak ada pakemnya. Tidak diajarkan juga di ilmu kedokteran,” ujarnya.

Prakek sunat pada perempuan, sebut Ngabila, selama ini banyak dilakukan oleh bidan, dokter spesialis anak, hingga dokter umum. “Terkadang hanya dengan menggoreskan jarum di kulit yang menutup klitoris, hanya sebagai syarat saja,” kata Ngabila. 

Setelah keluarnya PP tersebut maka seluruh fasilitas kesehatan dilarang melakukan praktek sunat pada perempuan. “Karena bunyinya larangan, maka akan ada sanksi bagi yang melanggar,” ucapnya.

Redaksi Gerak News

Kunjungi Pesantren LDII, Paramitha Bertekad Jadi Pemimpin Semua Golongan

Gerak News, Brebes- Anggota DPR RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Manshurin, Nagog, Tonjong, Brebes, baru-baru ini.

Di ponpes yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) itu, Paramitha menegaskan untuk membangun Kabupaten Brebes, tidak hanya bisa dilakukan satu atau dua golongan saja.

“Pembangunan Brebes juga tidak bisa hanya dilakukan partai politik saja, tapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Calon Bupati Brebes itu melanjutkan, salah satu peran organisasi kemasyarakatan yang paling mendasar adalah mendukung kesejahteraan masyarakat, di mana dalam aspek ini pemerintah, partai politik, dan anggota-anggotanya juga memiliki tujuan yang sama.

Pada titik ini, sinergitas menjadi sangat penting untuk dilakukan,” tegas Paramitha.

Kader PDI Perjuangan itu melanjutkan, Pilkada adalah kontestasi politik. Tetapi, pemimpin yang baik bukanlah pemimpin untuk golongan politik tertentu saja.

“Saya berkomitmen untuk menjadi pemimpin bagi semua, tidak hanya satu atau dua golongan saja. Seorang perempuan bisa menjadi pemimpin bagi semua golongan,” tegas Paramitha.

Paramitha melanjutkan, sudah terlalu banyak penelitian yang menunjukkan bahwa wanita bukan sosok yang lemah. Kaum wanita justru merupakan kekuatan terbesar sebuah bangsa.

Paramitha pun yakin perempuan mampu memberikan kinerja yang terbaik.

“Dan saya yakin bisa mengubah Kabupaten Brebes menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

“Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarkat, para santri dan memperoleh dukungan dari mereka semua untuk maju Pilkada,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Anak Pemarah yang Jadi Primadona di Norwegia

Gerak News, Jakarta- Ada mitos warga Oslo, Norwegia: apabila datang ke Norwegia, dan ingin kembali ke negara ini untuk kali kedua dan seterusnya, maka harus menemui dan memegang tangan anak pemarah. Angry Boy, begitu si anak pemarah dikenal.

Angry Boy merupakan salah satu patung di antara 200 lebih patung yang ada di Taman Vigeland, yang merupakan salah satu tempat yang wajib didatangi bila berwisata ke Norwegia. Dengan berdiri di atas kaki kiri dan kaki kanan terangkat, tangan patung ini ke bawah dengan terkepal. Muka patung ini mengekespresikan kemarahan. Mulutnya terbuka dan mata setengah terpejam, seakan menandakan kejengkelan yang mendalam.

Karena banyak dipegang pengunjung, tangan kiri si anak ini berwarna keemasan. Secara keseluruhan, sebagaimana ratusan patung erotis lain yang dipajang, warna patung yang berada di jembatan taman sepanjang 100 meter dan lebar 15 meter ini adalah hijau.

Si anak pemarah ini telanjang bulat sehingga alat kelaminnya juga terlihat sangat jelas, sebagaimana ratusan patung yang lainnya. Namun di antara patung-patung yang lain, si anak pemarah memang yang paling populer.

Patung lain nampak sedang bercinta antara lelaki dan perempuan. Ada juga patung lelaki yang memegang kemaluan perempuan, dan sebaliknya. Ada juga patung yang terlihat sedang onani maupun masturbasi.

Bila dirangkai, patung-patung ini secara jelas menggambarkan fase kehidupan manusia, dari bayi hingga dewasa dan lalu menua. Patung ini menyebar di taman dengan luas puluhan hektar, yang juga ada danau di dalamnya.

Di pusat taman, berdiri monumen setinggi 14 meter: The Monolith. Monolith merupakan monumen yang disusun atau tersusun dari patung-patung bugil. Konon, jumlah patung dalam moumen ini sebanyak 121 patung.

(Yayan Sopiani)

Ibsen Itu Orang Kedua Setelah William Shakespeare

Gerak News, Jakarta-Hampir semua orang mengenal William Shakespeare. Bahkan bagi orang yang tak mengenal sastra sama sekali. Paling tidak, orang akan tahu kata-kata mantra yang diucapkan Shakespeare: apalah arti sebuah nama.

Shakespeare ditasbihkan sebagai bapak drama. Pujangga yang lahir di tahun 1616 ini merupakan pemain sandiwara yang karyanya paling banyak dipentaskan di dunia.

Lalu, siapa bapak drama di era modern? Dialah Henrik Johan Ibsen. Tokoh sastra beraliran realis sosial ini lahir pada 20 Maret 1828 di Skien Norwegia. Pengarang Norwegia terbesar sepanjang masa ini dikenal sebagai bapak drama modern. Drama Ibsen adalah drama kedua terbanyak dipentaskan setelah Shakespeare.

Drama-drama karya Ibsen penuh dengan nilai-nilai moral. Dramanya memberi pesan bahwa kebaikan akan selalu berujung pada kebahagian. Sebaliknya, kejahatan, akan berakhir dengan mengenaskan.

Karya Ibsen sudah dikenal lama di Indonesia. Drama Allah yang Palsu, karya penulis etnis Tionghoa Kwee Tek Hoay, yang sempat dipentaskan di Batavia atau Jakarta pada tahun 1919, terinspirasi karya-karya Ibsen.
Drama ini mengisahkan tentang dua saudara. Satu orang sangat moralis dan menjunjung tinggi kehormatan diri, sementara yang lainnya sangat mengagungkan harta dan mengutamakan keuntungan pribadi. Allah yang Palsu dalam drama ini adalah uang, yang sama sekali bukan jalan menuju kebahagiaan.

Drama Ibsen, Musuh Masyarakat, pernah diterjemahkan oleh Asrul Sani. Drama yang mengisahkan beberapa orang di tempat dan latar belakang berbeda yang berusaha membantu masyarakat dengan membagikan informasi fakta namun malah dikucilkan masyarakat dan dimusuhi sudah dipentaskan di Indonesia berkali-kali, di berbagai tempat, seperti di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada tahun 1991, karya Ibsen, Samfundets statter yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris The Pillars of Community diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono dkk. Nama Sapardi, sastrawan besar yang terkenal dengan puisi Aku Ingin ini menggambarkan keistimewaan Ibsen.

Karya Ibsen, A Dolls House atau Rumah Boneka, juga sudah dipentaskan di Gedung Kesenian Djakarta, akhir tahun 2011.

(Yayan Sopiani)

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Bertamu di Korea

Gerak News, Jakarta- Pada tahun 2023, jumlah wistawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan mencapai 250 ribu orang. Jumlah ini meningkat lima kali lipat dari tahun 2022 yang berjumlah 57 ribu orang. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan menjadi salah satu tujuan tempat wisata orang Indonesia.

Sebagian pebisnis travel menilai hal ini juga terkait dengan film-film Korea atau drama Korea yang hingga saat ini masih diminati banyak orang di Indonesia. Hal yang sama juga semakin meluasnya penerimaan publik terhadap berbagai jenis makanan dan rumah makan ala-ala Korea.

Nah, bila Anda berwisata ke Korea serta mau berkunjung ke teman Korea disana, ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Pertama, bila Anda bertamu, lepaskanlah alas kaki, baik sandal atau sepatu. Tapi ingat jangan telanjang kaki, terlebih bila ada orang yang lebih tua di rumah tersebut sebab hal demikian dianggap sangat tidak sopan. Pakailah kaos kaki atau stocking.

Kedua, bila bertamu di Korea jangan tangan kosong. Bawalah bingkisan dan buah tangan, Hal jni sangat dianjurkan dan menjadi kebiasaan orang Korea. Sama juga sih dengan di Indonesia.

Ketiga, bila Anda diajak makan maka ingat jangan bercakap-cakap atau mengeluarkan suara saat makan. Makanan pun jangan sampai ada yang tercecer di meja makan. Dan ini sangat penting, jangan menyentuh makanan sebelum yang lebih tua mengambil makanan terlebih dahulu.

Keempat, jangan angkat mangkuk dari meja makan. Sementara sumpit hanya digunakan untuk lauk pauk dan sup, bukan untuk nasi seperti di Jepang. Dan ingat, jangan tancapkan sumpit di atas nasi sebab hal itu dianggap memberi makan orang yang sudah mati.

Kelima, bila selesai makan, simpan sumpit di samping mangkuk. Bila Anda simpan sumpit di atas mangkuk, Anda akan dikira masih lapar.

(Yayan Sopiani)

Redaksi Gerak News

Jelang 17 Agustus, Megawati Serahkan Duplikat Bendera Pusaka ke Gubernur DIY

Gerak News, Jakarta- Presiden Kelima RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Dr.(H.C) Megawati Soekarnoputri menyerahkan duplikat bendera pusaka ke seluruh Kepala Daerah se-Indonesia di Jakarta, Senin (5/8/2024).

Megawati secara simbolis menyerahkan duplikat bendera pusaka ke Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya Megawati menyaksikan Wakil Ketua Dewan Pengarah Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi, Menteri PPA Bintang Puspayoga dan jajaran pimpinan BPIP menyerahkan kepada para gubenur dan Pj gubernur.

Selain itu juga diberikan salinan teks Proklamasi, teks pidato Pancasila 1 Juni 2945 dan buku teks utama pendidikan Pancasila.

Penyerahan itu berlangsung hikmat. Dalam arahannya Megawati meminta agar duplikat bendera itu juga dijaga dengan baik.

Megawati menceritakan duplikat Bendera Pusaka ini merujuk pada Sang Saka Merah Putih yang pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dijahit secara langsung oleh Ibu Negara Fatwawati. Bendera Merah Putih ini disebut sebagai Bendera Pusaka. Sedangkan yang akan diserahkan sebagai penggantinya adalah duplikatnya. Yang akan dikibarkan di seluruh Nusantara.

Dalam kesempatan ini, perwakilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di seluruh Indonesia, juga turut hadir. Megawati berpesan agar bendera duplikat dikibarkan dengan sepenuh hati.

Panitia juga memutarkan video percakapan dan tanya jawab hangat antara Megawati dan empat paskibra tentang sejarah bendera pusaka.

(Yayan Sopiani)

Redaksi Gerak News

Gus Falah Sepakati Desakan Puan Maharani Agar Deradikalisasi Efektif

Gerak News, Jakarta- Politisi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah sepakat dengan pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang mendorong agar program deradikalisasi berjalan efektif untuk mencegah ideologi ekstrem.

Gus Falah menegaskan, agar deradikalisasi efektif, pemerintah bisa bersinergi dengan organisasi-organisasi Islam yang berkhidmat pada Pancasila seperti NU dan Muhammadiyah.

“Sinergi tersebut bisa dilakukan di banyak institusi, juga di segala sektor kehidupan. Ekstremisme ini khan terkait dengan kultur, habit, jadi harus dihadapi dengan sinergi yang menjangkau akar rumput,” ujar Gus Falah, Selasa 6 Agustus 2024.

Tokoh NU itu melanjutkan, deradikalisasi itu juga bisa dilakukan negara melalui sinergi dengan organisasi-organisasi mahasiswa yang berprinsip kebangsaan seperti kelompok Cipayung.

Hal ini penting, sebab ekstremisme dan terorisme memang menjadikan generasi muda sebagai ‘mangsa’ mereka.

“Jadi, dorongan mbak Puan itu sangat tepat. Karena bila deradikalisasi tak efektif, kita akan terus melihat penangkapan teroris berulang kali,” ujar Gus Falah.

Sebelumnya, Puan Maharani merespons tertangkapnya terduga teroris berinisial HOK, 19, yang di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Puan menilai Pemerintah perlu menerapkan program deradikalisasi yang efektif untuk anak muda yang sudah terpapar ideologi ekstrem.

Menurut Puan, program deradikalisasi harus menyentuh konseling, pelatihan keterampilan, dan reintegrasi sosial.

Redaksi Gerak News

Ketum PBNU Minta Banser Tahan Diri

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menahan diri. Pesan itu disampaikan Yahya kepada Banser di seluruh Indonesia.

“Tetaplah dalam disiplin kepemimpinan, jangan bergerak sendiri-sendiri. Setiap langkah, setiap tindakan, harus merupakan perwujudan dari konsolidasi gerak dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia,” kata Gus Yahya kepada Banser di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2024).

Saya minta kepada sahabat-sahabat Banser Ansor seluruh Indonesia untuk bersabar, menahan diri, sampai ada perintah untuk bertindak. Sekali lagi, tetaplah dalam disiplin kader, tetaplah dalam disiplin pasukan, tetaplah dalam disiplin barisan,” ujarnya.

Gus Yahya akan meminta saran kepada para kiai NU terkait dinamika yang terjadi antara PBNU dan PKB. Dia berharap Banser dapat menahan diri.

Saya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan meminta arahan dan kebijakan dari para kiai, para ulama Nahdlatul Ulama, khususnya kepada para jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dan lebih khusus lagi kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yang Mulia Imam kita semua KH Miftahul Achyar,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan pasukan Banser akan menjaga Kantor PBNU selama 24 jam. Penjagaan itu dilakukan menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok massa yang mengatasnamankan Aliansi Santri Gus Dur di depan Kantor PBNU pada Jumat (2/8) lalu yang menuntut Ketum dan Sekjen PBNU mengundurkan diri.

Redaksi Gerak News