Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 767

Kunjungi Pabrik Sepatu, Paramitha Tegaskan Pentingnya Industri Bagi Masyarakat

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR RI asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyatakan industri tidak hanya menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Menurut Paramitha, industri juga mempengaruhi distribusi kekayaan, kesempatan kerja, dan standar hidup masyarakat.

Hal itu dikatakan Paramitha ketika baru-baru ini, mengunjungi satu pabrik PT Osaga Mas Utama di Brebes yang memproduksi salah satu brand sepatu terkenal di dunia.

Di sisi lain, industri juga memberikan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat,” ungkap Paramitha.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, dirinya mengunjungi pabrik tersebut untuk melihat perkembangan anak-anak muda yang pernah dia salurkan untuk bekerja di pabrik tersebut.

“Saya ingin melihat perkembangan dan memastikan anak-anak muda yang pernah saya bantu salurkan untuk bekerja di pabrik tersebut,” ujar Paramitha.

Mudah-mudahan bermanfaat untuk kemajuan Brebes tercinta,” pungkasnya.

Pada 2023, Paramitha telah mengawal program Pelatihan Operator Jahit Upper Alas Kaki. Program ini digelar melalui sinergi dengan Kementerian Perindustrian.

Melalui program aspirasi yang dibawa Paramitha itu, banyak peserta pelatihan yang diterima bekerja di PT Osaga Mas Utama.

Redaksi Gerak News

PGN Tegaskan Komitmen Dukungan Pada Pemerintah Penuhi Kebutuhan Gas Nasional

Gerak News, Jakarta- Subholding Pertamina, PT PGN Tbk memastikan bakal terus mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gas bumi nasional.

Upaya menjaga keamanan supply dilaksanakan PGN melalui integrasi infrastruktur dan proyek strategis yang disiapkan menitikberatkan pada efisiensi serta efektifitas logistic cost penyaluran gas bumi.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari mengatakan bahwa PGN tetap mengembangkan core business yang sudah melekat dalam diri PGN yang terkait dengan pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Maka proyek pipanisasi gas bumi dan pengembangan infrastruktur beyond pipeline beserta infrastruktur pendukungnya menjadi fokus pengembangan di PGN. Pengguna gas bumi juga akan mendapatkan akses yang affordable apabila infrastruktur gas bumi semakin berkembang di berbagai wilayah.

Dia menambahkan PGN akan terlibat dalam sejumlah proyek strategis diantaranya proyek pipa gas WNTS-Pemping untuk menyalurkan gas dari Lapangan Natuna ke pasar dalam negeri. PGN juga menyambut penyelesaian proyek jaringan gas Cirebon – Semarang tahap II dan bakal bersinergi dengan pemerintah untuk membawa gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.

“Terdapat inisiatif bisnis baru untuk pengembangan Pipa Cisem II di mana kami akan membangun Pipa Distribusi Tegal-Cilacap menuju Refinery Unit IV Cilacap sepanjang ± 130 km,” kata Rosa dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).

Dia menjelaskan pengembangan lainnya yaitu proyek infrastruktur gas di kilang Tuban dan pembangunan infrastruktur pipa untuk mendukung pabrik pupuk di wilayah Timur Indonesia. Tidak hanya di Jawa, interkoneksi pipa yang akan dijalankan adalah Pipa Dumai-Sei Mangkei melalui dukungan Pemerintah dengan APBN, Pipa Duri-Balam, Duri-Petapahan, Pipa Bangkanai-Balikpapan, dan Pipa Bintuni-Fakfak. Menurutnya, melalui cara-cara tersebut diharapkan dapat menutup gap sumber pasokan yang disebabkan oleh infrastruktur pipa yang belum tersambung.

“PGN berkomitmen dalam menjaga keamanan pasokan menggunakan integrasi infrastruktur. Di sisi lain, kami menyusun pengembangan proyek strategis yang adaptif mengisi peluang bisnis ke depan. Tentu dengan mempertimbangkan skema logistik yang tepat dan efisien,” ujarnya.

“Sejalan dengan adanya penugasan regasifikasi ke Pertamina, apa yang dijalankan PGN hari ini sudah sejalan dengan upaya PGN dalam menguatkan dan mengintegrasikan pemanfaatan infrastruktur gas pipa dan beyond pipeline. Dengan proyeksi supply gas bumi ke depan yang akan didominasi dalam bentuk LNG sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, PGN terus melakukan penguatan pada infrastruktur LNG atau moda beyond pipeline agar dapat berkontribusi dalam menyeimbangkan supply dan demand gas bumi domestic,” sambungnya.

Dia menjelaskan, salah satunya untuk saat ini, PGN melakukan revitalisasi Tanki LNG Hub Arun. Terminal ini terletak di jalur perdagangan strategis yang dekat dengan pasar LNG untuk Asia Tenggara maupun Asia Selatan.

Pertamina selaku Holding Migas memiliki aspirasi untuk mengembangkan terminal LNG Arun menjadi LNG Hub Leader di Asia. Salah satu tahapan awalnya sudah PGN mulai dengan revitalisasi kembali di salah satu tanki yaitu F6004 sejak akhir 2023 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024,” jelas Rosa.

Sementara itu untuk peran FSRU Lampung sampai dengan saat ini juga sangat esensial bagi Subholding Gas Pertamina yang terintegrasi dengan Pipa South Sumatra-West Java (SSWJ). Kini, hasil regasifikasi LNG di FSRU Lampung dialirkan untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikkan dan industri yang kondisi demandnya semakin meningkat. Selain FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat menjadi backbone kestabilan layanan dan enabler supply point LNG ketika kondisi pasokan gas mengalami fluktuatif.

Dia menjelaskan pihaknya juga menerapkan skema beyond pipeline (shipping) juga menjadi langkah yang feasible untuk wilayah Indonesia Timur. Hal itu didasari karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Kemudian untuk sekaligus mendorong komersialisasi LNG, PGN masuk ke bisnis LNG Trading dan menambah fasilitas LNG diantaranya Bontang LNG Bunkering, Teluk Lamong LNG, serta Terminal LNG Bunkering untuk sektor Marine Fuel.

“Upaya PGN baik pipeline maupun beyond pipeline memerlukan sinergi yang selaras dengan kepentingan seluruh stakeholder, pemerintah dan pengguna gas bumi di sisi hilir. Dengan optimisme menghadapi tantangan yang dinamis, keseimbangan supply dan demand diharapkan terjadi pada tahun 2030. PGN juga mendorong agar pengguna baru terus tumbuh,” pungkas Rosa.

Redaksi Gerak News 

Paramitha Widya Kusuma Santuni Anak Yatim Di Brebes

Gerak News, Brebes- Anggota DPR RI, Paramitha Widya Kusuma ikut menyantuni anak yatim di sejumlah tempat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Seperti pada awal Muharram itu, Paramitha yang di wakili oleh Muhamad Subhan dan Dedy Rohman, salah satu orang dekat Mbak Mitha santuni anak yatim di Desa Lembahrawa Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Hari ini kami mewakili beliau Mbak Mitha untuk menyantuni anak yatim, kebetulan beliau tidak bisa hadir lantaran juga ada acara santunan di tempat lain, beliau hanya berpesan semoga santunan ini sedikit bisa ikut membahagiakan adik adik kita ini,” kata Subhan.

“Beliau juga berpesan kepada adik adik kita itu untuk tetap bersemangat dan agar lebih giat dalam beribadah terutama pada bulan Muharram ini, utamanya sholat berjamaah,” kata Subhan.

Paramitha Widya Kusuma yang juga kandidat calon Bupati pada kontestasi Pilkada Brebes ini juga berpesan agar tetap jaga kerukunan dan persatuan meski berbeda pilihan.

“Beliau , Mbak Mitha yang juga calon Bupati Brebes mendatang berpesan agar tetap jaga kerukunan dan persatuan jangan terpecah hanya karena berbeda pilihan, tetap jaga kondusifitas lingkungan,” kata M Subhan yang di dampingi Dedy Rohman.

Selain itu santunan yang didermakan disebutkannya bukan sebagai ajang mencari simpati pada Pilkada mendatang, namun lebih pada sebagai kewajiban membantu para anak yatim serta sebagai amal jariyah yang tidak terputus.

Sementara itu acara pengajian di Mushola Nurul Iman Desa Lembahrawa itu seperti disampaikan ketua panitia, Rodian, acara merupakan dalam rangka menyambut tahun Baru Islam 1446 H. Dengan mengundang penceramah Kyai Rosyidin dari Tegal.

Dikatakan Rodian ada sekitar 14 anak yatim yang mendapat santunan di tempatnya.

Rodian yang juga mantan Kepala Desa Lembahrawa menyampaikan terimakasih kepada para dermawan khusunya Paramitha yang ikut menyantuni anak yatim didesanya.

Rodian mewakili anak yatim dan warga sekitar ikut mendo’akan Semoga Paramitha Widya Kusuma diberikan keberkahan dan kelancaran dalam cita citanya mencalonkan diri sebagai Bupati Brebes 2024-2029.

Redaksi Gerak News

Lindungi Tekstil Indonesia, Gus Falah Dukung Revisi Permendag 8/2024

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mendukung aspirasi Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang mendesak revisi terhadap Permendag Nomor 8 Tahun 2024 tentang kebijakan relaksasi impor.

Gus Falah menegaskan, perbaikan yang dilakukan pada Permendag itu jangan cuma sedikit.

“Perbaikan itu yang memang betul-betul untuk melindungi pertekstilan Indonesia,” tegas Gus Falah, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VII DPR RI dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan, pada Oktober nanti Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sehingga, lanjut Gus Falah, kebutuhan akan sandang, pangan dan papan diharapkan tercukupi.

“Pimpinan kami (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi) ini dari Partai Gerindra. Jadi dikau-dikau yang hadir disini harus bangga karena wakilnya pak Prabowo ada disini dan akan memperjuangkan hal ini,” ujarnya.

Gus Falah pun menceritakan pengalamannya ketika kunjungan kerja ke Spanyol. Dia mengaku dirinya membeli kaos Harley Davidson yang merupakan produk dari produsen tekstil Indonesia.

Artinya, sekelas kaos oblong pun, Harley Davidson memesan dari produsen teksil Indonesia,” ungkap Gus Falah.

“Maka tidak bisa dipungkiri, tekstil adalah salah satu penopang, pemberi pajak yang besar buat negara,” pungkasnya.

Sebelumnya,Asosiasi Pertekstilan Indonesia telah meminta pemerintah melakukan revisi terbatas pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 tahun 2024.

Asosiasi menegaskan,  dibebaskannya Pertek atau Pertimbangan Teknis untuk izin impor bagi importir umum non-produsen oleh Permendag itu membuat Indonesia dibanjiri produk impor. Dan hal itu membahayakan industri tekstil Indonesia.

Redaksi Gerak News

PT KPI Berkomitmen Tuntaskan Green Refinery Cilacap

Gerak News, Jakarta- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina, berkomitmen untuk selalu berupaya menyelesaikan “Green Refinery Cilacap”. Ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan Pertamina Group dengan target kapasitas produk Biofuel hingga 6.000 barrel.

Proyek Green Refinery Cilacap merupakan salah satu program unggulan energi transisi oleh Pertamina dalam rangka mewujudkan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23% pada tahun 2025 yang dicanangkan pemerintah.

Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen mengatakan, Green Refinery Cilacap dapat menjawab tantangan produk yang lebih ramah lingkungan. Sebab, kilang ini dapat memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau bahan bakar dengan komponen nabati.

Selain itu, Green Refinery Cilacap juga dapat memproduksi produk bionafta dan bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbahan baku minyak inti kelapa sawit (setelah melalui proses Refined, Bleached, and Deodorized) yang diolah bersamaan dengan avtur fosil melalui metode co-processing.

“Dengan kemampuan untuk mengolah sumber energi nabati, proyek Kilang Cilacap ini dapat memberikan nilai tambah bagi bangsa. Hal ini semakin diperkuat oleh pengalaman dan keahlian KPI di bisnis kilang, sejalan dengan perannya sebagai induk usaha kilang dan petrokimia Pertamina,” ujar Hermansyah dalam keterangan resminya, Rabu (10/7/2024).

Asal tahu saja, kilang Cilacap sendiri merupakan contoh kilang terintegrasi yang sejalan dengan transisi energi. Proyek ini ditargetkan dapat menambah kapasitas produksi dari 3.000 barrel per hari menjadi 6.000 barrel produk HVO, SAF, dan Bionafta yang berasal dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Adapun unit baru dari Green Refinery Cilacap ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur termasuk Palm Oil Treater, Faractionator, dan fasilitas Offsite.

Di samping itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, Green Refinery Cilacap memiliki peran besar dalam energi transisi di Indonesia sejalan dengan produk ramah lingkungan yang akan diproduksinya.

Proyek green refinery ini akan berdampak positif mendukung program bauran energi Pemerintah, serta tercapainya pengurangan emisi menuju Net Zero Emission,” ungkap dia.

Perlu diketahui, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG.

Dengan demikian, KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata Kelola perusahaan yang baik.

Redaksi Gerak News 

Rencana Akuisisi Perusahaan Bioetanol Brasil Dibatalkan

Gerak News, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan rencana akuisisi perusahaan bioetanol Brasil melalui Pertamina batal dilakukan. Dia menegaskan tidak akan ada akuisisi oleh Pertamina.

Soal pengadaan bioetanol untuk bahan bakar ramah lingkungan rendah sulfur, Arifin bilang pemerintah akan fokus menggunakan sumber bioetanol dari produksi dalam negeri.

“Nggak, nggak ada akuisisi. Kita pakai sumber dalam negeri aja,” beber Arifin usai rapat internal soal bioetanol, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024)

Namun Arifin bilang pemerintah tak menutup kemungkinan membeli bioetanol dari Brasil dalam rangka pengadaan bioetanol untuk produksi bahan bakar rendah sulfur.

“Kan kalau itu (bioetanol) bisa, bisa beli barangnya,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mau mengkaji soal akuisisi perusahaan bioetanol Brasil. “Masih kita kaji,” katanya.

Di sisi lain Airlangga bilang pemerintah sudah membuat roadmap atau peta jalan produksi bioetanol di Merauke, Papua. Kebetulan pemerintah ada rencana mengembangkan food estate tebu di Merauke.

Kita sudah punya roadmap untuk memproduksi etanol dari pengembangan etanol di Papua, Merauke,” beber Airlangga.

Rencana akuisisi perusahaan Brasil ini muncul dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia pernah mengatakan pemerintah mengarahkan Pertamina mengakuisisi perusahaan Brasil yang bisa membantu produksi bioetanol untuk bahan baku bahan bakar ramah lingkungan.

Presiden (Jokowi) tadi juga sudah memutuskan nanti Pertamina akan akuisisi perusahaan, sekarang lagi due diligence (studi kelayakan) di Brasil untuk mengambil perusahaan yang bisa mensuplai gula dan juga etanol,” kata Luhut dalam acara HUT HIPMI ke-52 di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2024) yang lalu.

Rencana itu bahkan disambut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menyatakan sebagai perusahaan multinasional, ekspansi ke luar negeri adalah hal biasa.

Apalagi bila langkah yang dilakukan bisa menguntungkan perusahaan sekaligus negara. Ekspansi yang mau dilakukan Pertamina menurutnya sejalan dengan masa depan ekonomi dan bisnis, tepatnya masa depan dunia yang sedang bergerak ke ekonomi hijau.

“Ini juga untuk melihat masa depan ekonomi dan bisnis yang ada, di mana saya kira proses yang dilakukan Pertamina sekarang menuju ke sana,” papar Jokowi di tempat yang sama.

Jokowi berpesan agar langkah Pertamina akuisisi perusahaan Brasil dikalkulasi dengan matang. Termasuk menghitung seberapa besar keuntungan buat negara, mengingat Pertamina adalah perusahaan pelat merah.

Redaksi Gerak News 

Produksi BBM Bioetanol Ditargetkan 700 Ribu Ton Per Tahun

Gerak News, Jakarta- Menteri BUMN Erick Thohir menrgetkan produksi BBM campuran bioetanol 700 ribu ton per tahun. Pemerintah akan fokus produksi bioetanol dengan komoditas gula.

“Memang kalau dilihat sendiri kan bioetanol yang dibutuhkan dalam jangka pendek ini kalau kita mau baik, itu butuh 700 ribu. Artinya perlu percepatan produksi,” beber Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).

Salah satunya yang sudah dimulai produksinya oleh Pertamina dan PTPN, yaitu pabrik PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Surabaya Jawa Timur. Pabrik Enero bisa memproduksi 30 ribu ton BBM bioetanol per tahun.

“Ini sudah disalurkan ke hampir 86 pom bensin di Jawa, tapi ini masih trial ya, jadi ini akan didorong,” kata Erick.

Selain itu pengembangan bioetanol melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Merauke. Kombinasi pengembangan lewat KEK dan kerja sama BUMN ditargetkan bisa menggenjot produksi hingga 700 ribu ton per tahun.

Ada dua yang didorong di Merauke, PSN dan juga ada KEK yang dikelola BUMN, jadi ada private sector dan BUMN yang produksi percepatan,” ujar Erick.

Erick juga mengatakan kebijakan bioetanol yang dicampur ke BBM ini bakal diteruskan oleh Prabowo Subianto ketika memimpin Indonesia bulan Oktober mendatang.

“Saya yakin pemerintah ke depan pak Prabowo meyakini bioetanol ini menjadi salah satu solusi,” sebut Erick

Redaksi Gerak News 

Menteri Pertanian: Untuk Tingkatkan Produksi, Beri Ruang Bagi Petani

Gerak News, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa untuk terus meningkatkan produksi maka harus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan dalam mengusahakan lahannya.

“Mimpi kita bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan mampu memberi makan bagi yang kelaparan. Jadi kita terhormat dan dihormati dari penyediaan pangan ini,” kata Andi Amran Sulaiman di Pesawaran, Lampung, Rabu.

Ia mengatakan untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, maka perlu dilakukan upaya meningkatkan produksi pangan.

“Kita bisa meningkatkan produksi pangan, yang penting beri ruang untuk petani mendapatkan keuntungan dari hasil mengelola lahannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dari tindakan keberpihakan kepada petani.

“Selain membiarkan petani mendapatkan keuntungan, perlu juga kita jangan mempersulit petani dari segi penyediaan sarana produksi termasuk pupuk, dan berbagai hal lainnya agar produktivitas baik,” ucap dia.

Menurut dia, Indonesia telah tiga kali mengalami swasembada pangan yaitu di 2017, 2019 dan 2020. Sehingga memiliki kemungkinan besar untuk mewujudkannya lagi.

“Program unggulan pemerintah ini semua mendukung pertanian jadi ini bisa dicapai dengan singkat kalau dilakukan secara berkolaborasi bersama berbagai pihak,” kata dia.

Dia pun berharap petani-petani semakin sejahtera dan sektor pertanian dapat terus terjaga.

“Dengan berbagai program ini diharapkan petani terbantu, sehingga produksi meningkat keamanan pangan terjaga,” tambahnya.

Redaksi Gerak News 

PDI Perjuangan Tetapkan Ansy Lema Sebagai Bakal Calon Gubernur NTT

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menetapkan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Ansy Lema menjadi bakal calon gubernur untuk Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024.

Hal ini diumumkan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat Rapat Kerja Daerah DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur di Kupang, Rabu.

“Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Prof. Dr(HC) Megawati Soekarnoputri telah mengambil keputusan menetapkan saudara Ansy Lema sebagai calon gubernur NTT yang diusung oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Usai pengumuman ini, akan dilakukan suatu komunikasi politik dengan partai-partai politik yang ada di NTT ini dalam membangun kerja sama politik, termasuk bersama-sama untuk menentukan siapa calon wakil gubernur yang nantinya akan mendampingi Ansy Lema.

Seluruh jajaran partai akan bergerak melakukan langkah-langkah konsolidasi di dalam memenangkan saudara Ansy Lema sebagai gubernur NTT dan ini akan senafas dengan perjuangan di pilkada tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Atas penugasan ini, Hasto mengatakan Ansy Lema akan mengundurkan diri dari posisi anggota DPR RI.

“Maka saudara Ansy Lema nanti bukan lagi pejabat negara dan ini segera kami akan lakukan proses ke KPU, kemudian ke DPR RI untuk ditentukan penggantinya, dan DPP PDI Perjuangan menghargai bagaimana konsistensi di dalam semangat pejuang itu, totalitas di dalam semangat juang ini, karakter kepemimpinan di PDI Perjuangan,” urai pria asal Yogyakarta itu.

Hasto mengatakan Rakerda ini dilakukan dalam rangka konsolidasi partai pasca-rakernas partai dan untuk memperpanjang kepengurusan DPD dan DPC partai hingga tahun 2025 sesuai dengan rekomendasi rakernas bahwa kepengurusan dari seluruh jajaran PDI Perjuangan akan diperpanjang sampai tahun 2025.

Dalam Rakerda DPD PDI Perjuangan NTT itu, Hasto didampingi Ketua Tim Pemenangan Pilkada Nasional PDI Perjuangan yang juga Wakil Sekjen Bidang Komunikasi Adian Napitupulu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Jaminan Sosial Sri Rahayu.

Anggota DPR Dapil NTT Herman Heri, Andreas Hugo Pareira dan Ansy Lema serta kader muda PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro juga terlihat hadir serta Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emi Nomleni beserta pengurus daerah dari seluruh NTT.

Atas putusan mengusung Ansy Lema, Hasto meminta kader PDI Perjuangan agar dengan penuh keyakinan dan tidak ragu-ragu untuk sosialisasikan Ansy Lema di seluruh wilayah NTT.

Redaksi Gerak News 

Gus Falah: Impor Nikel Dari Filipina, KFI Janggal!

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mempertanyakan langkah PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) yang selama ini memasok nikel dari Filipina sebanyak 51.000 ton.

Menurut Gus Falah, langkah PT KFI itu merupakan hal janggal karena Indonesia merupakan pemasok nikel terbesar di dunia.

“Total sumber daya bijih nikel kita ini mencapai 17 miliar ton, dan total cadangan bijih nikel 5 miliar ton. Lha ini ada perusahaan asing beroperasi di negara kita, tapi malah impor nikel dari negara lain,” tegas Gus Falah, Rabu 10 Juli 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mewaspadai manuver perusahaan asing semacam ini.

Sebab, sambung Gus Falah, bukan tak mungkin langkah bisnis PT KFI yang menguntungkan Filipina ini tak terlepas dari strategi geopolitik Amerika Serikat di Asia Tenggara.

Beberapa bulan lalu Bloomberg News memberitakan Amerika dan Filipina sedang menyusun rencana sinergi melalui penyediaan bahan baku dan pembiayaan industri nikel, yang bisa berpengaruh bagi nikel Indonesia,” ujar Gus Falah.

“Maka, kita harus waspadai langkah bisnis perusahaan yang janggal ini. Apa tujuan mereka beroperasi di negara kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PT Kalimantan Ferro Industry (KFI), pada Senin (8/7/2024), imbas insiden kebakaran di smelter nikel  pada 16 Mei 2024 dan Oktober 2023 lalu.

PT Kalimantan Ferro Industry ini tercatat mengimpor bijih nikel dari Filipina, hingga 51.000 ton.

Redaksi Gerak News