Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 774

ESDM Temukan Potensi Hidrogen Alami Di Sulawesi Tengah

Gerak News, Jakarta- Badan Geologi, Kementerian ESDM menemukan potensi hidrogen alami di Sulawesi Tengah berdasarkan survei awal. Badan Geologi pada 2023 melakukan survei pendahuluan di daerah One Pute Jaya, Kabupaten Morowali dan Tanjung Api, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah untuk mengidentifikasi adanya potensi hidrogen alami.

Hasil survei tersebut tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membawa kabar baik bagi masa depan energi bersih.

Tidak seorangpun yang menyangka bahwa api abadi Tanjung Api yang telah dicatat oleh Belanda pada tahun 1869 (sebelumnya dinamai “Kaap Api”) dan lokasi pemandian air panas yang biasa dikunjungi untuk berwisata ini menyimpan bukti kemunculan hidrogen alami di permukaan,” kata Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Edy Slameto dari laman Kementerian ESDM, Selasa (25/6/2024).

Menurut Edy, api abadi di Tanjung Api dan mata air panas di daerah One Pute memang terbukti mengandung gas hidrogen alami, sebesar +- 20-35 % dan +- 8,5%. Gelembung-gelembung gas yang muncul di bawah permukaan laut maupun kolam mata air adalah gas hidrogen yang berasal dari proses serpentinisasi yang terjadi di bawah permukaan bumi.

“Diperkirakan, munculnya gas hidrogen ini berhubungan dengan adanya Patahan Balantak dan Patahan Matano, yang menjadi jalur migrasi gas ke permukaan. Fenomena inilah yang menyebabkan gas hidrogen keluar di Tanjung Api dan muncul bersama mata air panas One Pute,” jelas Edy.

Keberadaan hidrogen alami ini bisa menjadi tonggak dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Potensi sumber hidrogen alami di Indonesia cukup besar, karena selain terbentuk oleh proses serpentinisasi, hidrogen alami juga dapat terbentuk akibat proses radiolisis pada batuan mengandung unsur radioaktif, kematangan tinggi pada bahan organik (overmature) dan magma degassing pada lapangan panas bumi.

Penyelidikan ini diharapkan berkembang dan mampu memberikan manfaat besar dalam mendukung program Net Zero Emission yang telah dicanangkan Indonesia pada 2060.

Lebih lanjut dijelaskan, bahan bakar hidrogen adalah bahan bakar revolusioner yang saat ini menjadi perhatian global karena potensinya untuk menyediakan sumber energi bersih tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca yang merusak lingkungan. Namun, produksi hidrogen konvensional sering kali mahal dan memerlukan konsumsi energi yang besar. Selain dari proses manufaktur, ternyata hidrogen juga dapat terbentuk secara alami oleh proses geologi.

“Selama ini, hidrogen alami dianggap tidak dapat terakumulasi di alam, akan tetapi temuan akumulasi hidrogen alami di Bourekebogou, Mali, mematahkan asumsi tersebut. Hal ini mendorong perlombaan untuk menemukan hidrogen yang terakumulasi secara geologis di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.

Redaksi Gerak News

Pengamat: Elektabilitas Tertinggi, Wajar Ansy Lema Diusung PDI Perjuangan

Gerak News, Jakarta- Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Diana San Tabun menyikapi kemungkinan diusungnya Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si atau Ansy Lema oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan untuk maju sebagai Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diana menyatakan dari survei yang beredar seperti survei Charta Politika, Ansy Lema memang memiliki elektabilitas tertinggi dari sejumlah nama politisi kader PDI Perjuangan.

Karena itu, wajar bila PDI Perjuangan memberikan Surat Tugas dan Rekomendasi kepada Ansy Lema. Apalagi, kinerja Ansy Lema selama di DPR terbilang gemilang.

“Mengacu pada survei, Ansy Lema memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dari kader internal. Wajar jika beliau dilirik. Elektabilitas tinggi menunjukkan tingkat penerimaan, kesukaan dan apresiasi masyarakat terhadap kinerja Ansy Lema sebagai anggota DPR RI 2019-2024, yang terbukti mengantarnya terpilih lagi pada Pileg 2024,” jelas Diana, baru-baru ini.

Menurut Diana, jika PDI Perjuangan secara resmi menerbitkan Surat Tugas dan Rekomendasi kepada Ansy Lema, itu berarti sudah melalui kalkulasi elektoral yang matang.

Alasannya, karena PDI Perjuangan ingin memenangkan Pilgub NTT berdasarkan hitungan ilmiah.

“Tentu dengan segmentasi pemilih milenial nama Kaka Ansy selalu di hati, ditambah mengerucut dalam segmentasi relawan serta dukungan masyarakat luas. Tergantung dari kandidat untuk merancang dan menjalankan strategi untuk meraih kemenangan. Dan PDI Perjuangan tidak main-main, dan pasti berhitung siapa figur berkualitas, layak maju dan berpotensi menang,” ujarnya.

Redaksi Gerak News

Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri Tegaskan Pentingnya Parpol

Gerak News, Jakarta- Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI di Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, baru-baru ini.

Kegiatan yang diikuti oleh Komunitas Juang SICITA PDI Perjuangan ini bertujuan untuk menguatkan wawasan kebangsaan.

Dalam paparannya, Abidin Fikri menjelaskan terkait pentingnya peran partai politik bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kader harus mampu mengedukasi masyarakat, bahwa partai politik merupakan wadah yang strategis dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan makmur,” jelasnya.

Abidin Fikri juga menjelaskan, hal tersebut juga didasari dengan apa yang termaktub dalam konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam pasal Pasal 6A ayat 2 bahwa, Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

Kemudian dalam Pasal 22E, ayat 3, Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.

Maka untuk menjaga soliditas bangsa dan persatuan nasional, Abidin Fikri juga mengajak Komunitas Juang SICITA untuk tetap menggelorakan semangat bersama.

“Semangat gotong royong dengan seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja membangun masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya.

Redaksi Gerak News

Ini Komitmen Paramitha Untuk Sektor Pertanian Brebes

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Paramitha Widya Kusuma menyatakan, berdasarkan banyak literatur, sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian di suatu daerah, baik itu di daerah yang sudah maju maupun yang masih tertinggal.

Pada konteks Brebes, sambung Paramitha, kebijakan dan pengelolaan pada sektor ini, harus menjadi prioritas. Karena Pertanian menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan penopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes,” ungkap Paramitha, baru-baru ini.

Karena itu, sambung Paramitha, sektor pertanian mestinya dapat berkontribusi lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan itupun memiliki komitmen untuk sektor pertanian Brebes.

Paramitha menekankan pentingnya penggunaan teknologi modern dan memberikan pelatihan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Selain itu, penting juga dilakukan diversifikasi pertanian dan mendorong hilirisasi produk pertanian di Brebes,” ungkapnya.

Paramitha juga menyatakan, menjalin kerja sama dengan beberapa pihak antar daerah/negara untuk menjual hasil produk pertanian Brebes, harus dilakukan.

Tak kalah penting, lanjut Paramitha, memperbaiki kualitas infrastruktur pertanian.

“Dan, menurut saya, meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan bagi petani juga tak boleh kita abaikan,” ujarnya.

Paramitha juga mengingatkan pentingnya memberikan sosialisasi kepada anak-anak muda terkait prospek usaha di bidang pertanian.

“Dan yang juga harus kita lakukan, adalah melindungi petani Brebes dari kegalauan terhadap risiko harga produk pertanian,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Gus Falah Dukung Sinergi MIND ID Dengan Perusahaan Global

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mendukung holding BUMN pertambangan MIND ID bersinergi dengan para mitra global.

Gus Falah mengakui, kemitraan MIND ID dengan berbagai perusahaan global bermanfaat untuk mengembangkan rantai pasok guna pemanfaatan mineral kritis dan strategis milik Indonesia.

“Bersinergi dengan beberapa perusahaan global, merupakan langkah jitu MIND ID,  dalam mengelola sumberdaya mineral guna menyukseskan hilirisasi di Indonesia,” ujar Gus Falah, Selasa 25 Juni 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, MIND ID sebagai ‘juru kunci’ kesuksesan hilirisasi Pertambangan Indonesia memang harus mengupayakan segala hal agar amanat dari negara tercapai.

Termasuk dengan melakukan sinergi atau kolaborasi dengan berbagai perusahaan global.

Sinergi ini penting, sebab ada berbagai target yang harus ditunaikan MIND ID, seperti pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta transisi energi,” ungkap Gus Falah.

Proyek kerja sama baterai kendaraan listrik antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan IBC dengan dua mitra dari Chin dan Korea, misalnya, khan bertujuan mengembangkan baterai kendaraan listrik,” sambungnya.

Berdasarkan bahan paparan MIND ID,  terdapat beberapa proyek kerja sama yang dikerjakan para anggota holding MIND ID dengan mitra strategis global.

Salah satunya adalah pengembangan tiga proyek smelter nikel baru oleh PT Vale Indonesia bersama beberapa mitra strategis dari China, Korea dan Amerika.

Proyek lainnya adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat yang dikembangkan oleh Inalum bersama mitra dari China.

Redaksi Gerak News

Pertamina Berencana Akuisisi Blok Migas Baru Di Irak

Gerak News, Jakarta- Irak menjadi salah satu fokus dari strategi ekspansi PT Pertamina (Persero) di ranah internasional.

Melalui anak usahanya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), perusahaan energi nasional ini tidak hanya mengoptimalkan ladang minyak dan gas (migas) di negara tersebut, tetapi juga berencana untuk mengakuisisi blok migas tambahan. 

Hal ini turut melengkapi upaya Pertamina dalam mengoptimalkan sektor upstream dalam negeri. Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam salah satu sesi acara Pertamina Pemred Gathering 2024 di Bali, perusahaan memang berkomitmen dalam mengembangkan infrastruktur energi di dalam negeri, dengan alokasi investasi terbesar, yakni 62%.

Pada tahun lalu, Pertamina mengakuisisi 10% participating interest (PI) atau hak dan kewajiban sebagai kontraktor kontrak kerja sama (K3S) pada suatu wilayah kerja milik ExxonMobil Iraq Limited. Aset kelolaan seluas 687 km2 dengan nama Lapangan West Qurma-1 (WQ-1) itu terletak 50 km arah barat laut Kota Basra, Irak. 

Lewat akuisisi tersebut, anak usaha PIEP, PT Pertamina Irak Eksplorasi Produksi (Pirep), berhak atas kepemilikan dengan sistem technical service contract (TSC). Pertamina berperan sebagai penyedia jasa proses eksplorasi, pengembangan, dan produksi di West Qurma-1, yang merupakan salah satu lapangan minyak terbesar di dunia dengan perkiraan cadangan sebesar 22 miliar barel minyak.

PIEP didirikan pada 18 November 2013 sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis minyak, gas alam, dan energi lainnya dengan area kerja internasional. PIEP memiliki 12 wilayah kerja yang tersebar di tiga region utama, yaitu Afrika, Asia, dan Timur Tengah, serta beberapa aset eksplorasi di region lain. Wilayah kerja PIEP meliputi Irak, Aljazair, Malaysia, Kolombia, Prancis, Gabon, Italia, Namibia, Nigeria, Tanzania, Angola, dan Venezuela.

Dengan berbagai capaian ini, Pertamina terus bergerak maju sebagai tonggak utama dalam pembangunan ekonomi dan energi nasional, siap mendukung transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Redaksi Gerak News

Kementan Dorong Petani Indonesia Optimalkan Nilai Tambah

Gerak News, Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) ingin mendorong para petani di Indonesia untuk mengoptimalkan nilai tambah perekonomian yang dihasilkan dari program hilirisasi, dengan cara melakukan pengolahan berkelanjutan dari setiap pangan hasil panen.

“Kita juga ingin mendorong sesuai arahan Bapak Presiden juga hilirisasi pertanian. Kita jangan hanya mendapatkan keuntungan di on pump-nya saja, tetapi bagaimana nilai tambah dari produk itu,” kata Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementan Fadjry Djufry di Jakarta, Senin

Fadjry mengatakan pengolahan turunan dari produk pertanian bisa menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat dari produk hulunya. Seperti halnya padi yang bisa diolah menjadi biosilika dari sekam padi, serta susu fortifikasi dari beras.

Dirinya menjelaskan untuk olahan biosilika bisa menghasilkan keuntungan ekonomi mulai dari Rp200 ribu hingga Rp1 juta rupiah per liter, serta produk ini dibutuhkan oleh banyak negara.

Sedangkan untuk susu fortifikasi dinilai bisa menggerakkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, mengingat bahan baku produk ini mudah didapatkan, serta memiliki nilai gizi enam kali lebih tinggi dari susu sapi.

“Ini kita akan dorong terus, karena kenapa kalau kita kembangkan susu fortifikasi dari beras ini pasti akan menggerakkan UMK seluruh Indonesia. Karena dia beras yang tadinya tidak ada harganya bisa lebih tinggi harga jual dan demand-nya,” kata dia.

Lebih lanjut, menurut dia guna mendorong pemanfaatan nilai tambah dari hilirisasi, pihaknya menginginkan di setiap provinsi di tanah air memiliki Duta Petani Milenial, itu karena para generasi muda dinilai lebih memahami konsep teknologi sehingga pemanfaatan dari nilai tambah itu bisa lebih masif.

“Kita harapkan dengan inovasi teknologi pertanian para petani muda ini mau (menerapkan hilirisasi). Karena kata kunci dari pertanian itu ada di hilirisasi, bagaimana memberikan nilai tambah dari produk itu,” kata dia.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan hilirisasi pertanian akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani dan juga merupakan langkah krusial yang harus dilakukan karena akan menekan impor.

Menurut Mentan hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang sering menjadi masalah di sektor pertanian, khususnya saat musim panen raya tiba.

Redaksi Gerak News

SETARA: Korban Terbanyak Pelanggaran Kebebasan Beragama Adalah Umat Kristen

Gerak News, Jakarta- SETARA Institute mencatat 217 peristiwa dengan 329 tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) sepanjang tahun 2023. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 175 peristiwa dengan 333 tindakan.

SETARA Institute mencatat pelanggaran KBB paling banyak dialami oleh umat kristen dan katolik (54 peristiwa), individu (26 peristiwa), warga (25 peristiwa), pengusaha (23 peristiwa), Jemaat Ahmadiyah Indonesia (6 peristiwa), dan Muhammadiyah (10 peristiwa).

Menurut Halili, angka korban dalam peristiwa pelanggaran dalam kategori kelompok menunjukkan tren pergeseran korban yang semakin mudah diidentifikasi, dibanding pada tahun sebelumnya di mana individu mengalami banyak peristiwa pelanggaran.

“Umat kristiani menjadi korban paling banyak dalam berbagai peristiwa. Bahkan, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan islam besar, juga menjadi korban pelanggaran,” ungkap Halili, baru-baru ini.

Secara umum, terdapat tiga highlight kondisi KBB 2023. Pertama, tren pelanggaran pada 2023 menunjukkan kasus gangguan tempat ibadah masih terus mengalami kenaikan yang signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Halili merinci sepanjang tahun 2023 terdapat 65 gangguan tempat ibadah.

Temuan itu adalah angka yang cukup besar bila dibandingkan dengan gangguan yang terjadi dalam lima tahun terakhir, yaitu 50 tempat ibadah (2023), 44 tempat ibadah (2021), 24 tempat ibadah (2020), 31 tempat ibadah (2019), 20 tempat ibadah (2018), dan 16 tempat ibadah (2017).

Dari 65 tempat ibadah yang mengalami gangguan pada tahun 2023, sebanyak 40 gangguan menimpa gereja, 17 menimpa masjid, 5 menyasar pura, dan 3 menimpa Vihara.

“Mayoritas penolakan pendirian tempat ibadah didasarkan pada belum terpenuhinya atau deviasi pemaknaan syarat pendirian tempat ibadah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 9 dan No 8 Tahun 2006, yang mensyaratkan 90 pengguna tempat ibadah dan 60 dukungan dari warga setempat,” ungkap Halili.

“Sedangkan dalam kasus-kasus lainnya, meskipun persyaratan tersebut sudah terpenuhi, penolakan dari masyarakat setempat masih terus terjadi, sehingga tempat ibadah tetap tidak diizinkan untuk dibangun,” sambungnya.

Redaksi Gerak News

Pengusaha: Banyak Proyek Smelter Bauksit Mandek Karena Masalah Keuangan

Gerak News, Jakarta- Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I) membenarkan jika banyak proyek pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter bauksit yang mandek. Menurutnya hal ini karena masalah keuangan yang dihadapi perusahaan.

“Masalahnya masih sama, soal keuangan,” kata Pelaksana Harian Ketua Umum AP3BI Ronald Sulistyanto pada Senin (24/6).

Ronald menambahkan bahwa ia belum bisa memastikan kapan pembangunan smelter ini akan berlanjut, sebelum masalah keuangan bisa diatasi. “Selain itu juga masih memerlukan kesungguhan investor untuk melakukan pembangunan smelter,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif mengatakan Menteri ESDM Arifin Tasrif telah memerintahkan berbagai pihak untuk mengawasi langsung proyek smelter bauksit di lapangan.

Dari tujuh smelter bauksit yang dalam proses pembangunan, Irwandy menyebut hanya ada satu yang progresnya menjanjikan. “Ada satu smelter bauksit punya antam, progresnya bagus,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM pada Jumat (24/6).

Senada dengan Ronald, Irwandy juga menyebut bahwa lambannya progres pembangunan smelter disebabkan oleh masalah keuangan. Irwandy menyebut, jika pembangunan ingin berjalan maka perusahaan harus berusaha mencari investor atau mengusahakan pendanaan dari uang perusahaan ataupun pencarian partner.

“Pemerintah pasti mendorong jika itu memungkinkan. Begitu juga dengan bank-bank akan turut membantu jika memungkinkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa ada investor yang berbohong terkait kemajuan atau progres proyek pembangunan smelter bauksit. Secara garis besar, Arifin menyebut progres pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter bauksit di Indonesia masih jauh dari kata siap.

“Selama ini kita dibohongi saja. Katanya sudah sekian persen pembangunannya, namun ternyata hanya lapangan bola dan pos hansip saja,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat ditemui di Gedung DPR RI pada Rabu (19/6).

Kendati demikian, Arifin mengatakan ada smelter milik PT Bintan Alumina yang pembangunannya cukup signifikan. “Ini akan kami lihat dan ditinjau nanti pada minggu kedua Juli mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan pada akhir tahun ini Indonesia telah memiliki 16 fasilitas pemurnian mineral atau smelter terintegrasi, dengan total investasi mencapai US$ 11,6 miliar atau lebih dari Rp 182 triliun.

Kementerian ESDM menyebut bahwa pengembangan smelter di industri mineral ini terbagi menjadi empat kategori sektor yakni nikel, bauksit, besi, tembaga, emas dan perak, serta timah.

Adapun 16 smelter terintegrasi yang ditargetkan terdiri dari 7 untuk komoditas nikel dengan total investasi US$ 2,68 miliar, lalu 7 smelter bauksit dengan total investasi US$ 5,85 miliar, 1 smelter besi senilai US$ 51,5 juta, dan 1 smelter tembaga US$ 3,08 miliar.

Redaksi Gerak News

ESDM: Mayoritas Proyek Smelter Bauksit Alami Kendala

Gerak News, Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa mayoritas proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit mengalami kendala dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, menyatakan bahwa dari 12 smelter yang direncanakan, baru empat yang telah beroperasi.

“Dari delapan yang belum beroperasi, tujuh di antaranya kemajuannya masih sangat lambat,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (21/6/2024).

Pemerintah telah menerapkan larangan ekspor bijih bauksit sejak 10 Juni 2023 sebagai respons atas lambatnya perkembangan pembangunan smelter tersebut.

Irwandy menjelaskan bahwa para pengembang smelter yang tertunda sebelumnya berjanji untuk menyelesaikan pembangunan setelah diberikan izin ekspor bauksit. Namun, hingga kini, banyak proyek yang masih belum menunjukkan progres yang diharapkan.

“Ketika dicek hingga 2023, banyak yang belum ada perkembangan. Oleh karena itu, larangan ekspor diberlakukan. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah mereka memiliki dana untuk melanjutkan pembangunan?” tambah Irwandy.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menekankan pentingnya mencari investor yang benar-benar serius dalam membangun smelter bauksit.

“Kami perlu memastikan bahwa ada investor baru yang berkomitmen untuk membangun smelter baru. Selama ini, banyak yang hanya memberikan janji tanpa realisasi, misalnya mengklaim sudah mencapai sekian persen padahal masih berupa lapangan kosong atau hanya pos keamanan,” ungkap Arifin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (19/6/2024).

Meski sebagian besar pembangunan smelter bauksit belum menunjukkan kemajuan yang signifikan, Arifin menyebutkan bahwa ada beberapa proyek yang tetap berjalan sesuai rencana. Salah satu contoh adalah proyek smelter milik PT Bintan Alumina Indonesia, yang telah melaporkan kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitasnya.

“Proyek Alumina Bintan menunjukkan perkembangan yang positif. Kami akan meninjau langsung proyek ini pada minggu kedua Juli,” ujar Arifin.

Ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan bahwa pengembangan industri smelter di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta pengolahan sumber daya alam dalam negeri. 

Redaksi Gerak News