Selasa, Juni 9, 2026
spot_img
BerandaOtomotifPembeli Mobil Di China Lebih Pilih Produk Lokal

Pembeli Mobil Di China Lebih Pilih Produk Lokal

Gerak News, Beijing- Pembeli mobil baru di China akhir-akhir ini lebih memilih buatan lokal yang memiliki inovasi termutakhir, menyebabkan BMW, Mercedes-Benz, dan Porsche kesulitan dan berkumpul kembali di pasar mobil baru terbesar dunia tersebut.

Konsumen China pernah menghindari mobil buatan lokal, tapi, sekarang merek-merek lokal menyumbang lebih dari separuh (52,8 persen) dari total penjualan kendaraan penumpang di Tiongkok selama tiga bulan berturut-turut pada September, menurut laporan laman Drive, Minggu.

Kondisi itu berdampak pada merek-merek asing di China, terutama produsen mobil Jerman, yang mengalami penurunan penjualan yang signifikan selama kuartal ketiga (Juli-Agustus-September) 2024.

BMW membukukan penurunan terbesar sebesar 30 persen, dengan merek Mini dan Rolls-Royce masing-masing turun 25 persen dan 16 persen. Penjualan Porsche turun 19 persen, sementara penjualan Volkswagen turun 15 persen, dan Mercedes-Benz mengalami penurunan 13 persen dari tahun ke tahun.

Kondisi produsen otomotif Jerman berbanding terbalik dengan merek China BYD, Li Auto dan XPeng yang membukukan penjualan terbaik di China pada September.

Meskipun mobil Jerman kini masih menguasai 15,7 persen dari total penjualan kendaraan baru di China, jumlah tersebut menurun dibandingkan 2019 ketika mereka secara kolektif mencapai 23,8 persen.

Kendaraan Jerman tetap menjadi yang terpopuler kedua di China, mereka berada di belakang model yang diproduksi di China, dan masih jauh di depan mobil-mobil dari Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS).

Dari tahun ke tahun, BYD, Geely, dan Tesla adalah merek-merek terlaris di China antara Januari dan September 2024. Volkswagen sempat memimpin dari BYD pada Januari, namun, turun kembali pada September.

Merek Jerman bukan satu-satunya yang menderita di China, produsen mobil Jepang Nissan, Honda, mengumumkan kemitraan pada bulan Juli 2024 untuk memproduksi kendaraan listrik baru bersama-sama. Mitsubishi sebelumnya telah mengumumkan untuk keluar dari pasar China pada 2023.

Baca juga :  BYD Luncurkan Mobil Listrik Termurah Untuk Indonesia

Penjualan di seluruh merek China pada September 2024 naik 18,8 persen dibandingkan dengan Agustus, dan 45,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Pertumbuhan tersebut seluruhnya berasal dari Kendaraan Energi Baru (NEV) karena subsidi pemerintah yang diumumkan pada bulan Juli bertujuan untuk mengatasi perlambatan ekonomi. NEV merupakan istilah yang digunakan oleh China yang mencakup kendaraan hibrida, sel bahan bakar, dan baterai-listrik.

Redaksi Gerak News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments