Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mendesak pemerintah Indonesia untuk memobilisasi kekuatan dunia Islam guna menghentikan agresi Israel ke negara-negara Muslim, termasuk Suriah pasca kejatuhan Presiden Bashar Assad.
Seperti diketahui, serangan Israel ke Suriah kian gencar pasca kejatuhan Assad, dan telah mencapai sekitar 25 kilometer barat daya Ibu Kota Damaskus.
“Saya berharap Pemerintah Indonesia menggunakan semua wadah, terutama OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk memobilisasi kekuatan yang dimiliki dunia Islam, guna menghentikan agresi Israel ke negeri-negeri Muslim. Namun dengan tetap menghormati hukum internasional,” ujar Gus Falah, Jumat (13/12/2024).
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, tindakan Israel sudah sangat keterlaluan dengan menyerang Suriah.
Hal itu, sambung Gus Falah, membuktikan Israel bukan hanya ingin menguasai Gaza atau Palestina, tapi juga negeri-negeri Muslim lainnya.
Gus Falah mengungkapkan, agresi Israel pada negeri-negeri Muslim di Timur Tengah selain Palestina, seperti Lebanon, Iran dan Suriah seperti mengkonfirmasi informasi bahwa mereka ingin mewujudkan ambisi imperialistiknya, Israel Raya. Ambisi itu selaras dengan rencana pendiri Zionisme Theodore Herzl.
Dan untuk itu, Israel membabi buta menghabisi semua kekuatan perlawanan di Timur Tengah seperti Hamas, Hizbullah, Iran serta Bashar Assad di Suriah,” ujar Gus Falah
“Disinilah pentingnya Indonesia mengobarkan persatuan seluruh dunia Islam melalui mobilisasi dan konsolidasi guna menghentikan agresi Israel terhadap negeri-negeri Muslim,” pungkas tokoh muda NU itu.
Sebagaimana dikutip dari CNA, operasi militer Israel ke Suriah terjadi dua hari setelah penggulingan Presiden Bashar al Assad oleh aliansi pemberontak.
Sumber keamanan Suriah mengatakan pasukan Israel mencapai Qatana, yang berjarak 10 km ke wilayah Suriah di sebelah timur zona demiliterisasi yang memisahkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dari Suriah.
Redaksi Gerak News



