Energi Juang News, Jakarta – Dikutip dari update data terbaru tahun 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sekitar 20,31 persen dari generasi muda berusia 15-24 tahun terjebak dalam status pengangguran atau Not Employment, Education, or Training (NEET)
Lebih jauh, NEET mengacu pada kondisi di mana para generasi muda ini sedang tidak sekolah, tidak bekerja, atau tidak mengikuti pelatihan.
Akronim NEET sendiri pertama kali digunakan di Britania Raya, tetapi penggunaannya telah menyebar ke negara dan wilayah lain, termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Amerika Serikat.
Situasi ini kemudian menggarisbawahi pentingnya perhatian serius terhadap faktor penyebab dan solusi dari masalah ini. Banyak pemuda yang belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Berdasarkan data statistik organisasi perburuhan Internasional (ILOSTAT) yang dikutip BPS. Angka NEET di Indonesia pada tahun 2021 merupakan NEET tertinggi di ASEAN. Pada 2022, Indonesia menjadi negara kedua dengan NEET tertinggi kedua di ASEAN.
Ada berbagai alasan yang membuat anak muda masuk ke kelompok NEET, seperti putus asa, disabilitas, kurangnya akses transportasi dan pendidikan, keterbatasan finansial, kewajiban rumah tangga, dan lainnya.
Pemerintah menilai masih tingginya pengangguran pemuda membuat daya saing pemuda belum mencapai posisi yang optimal. Salah satu penyebab tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) pemuda adalah rendahnya daya saing pemuda di pasar kerja.
Menghadapi tantangan ini, semangat tinggi, mimpi besar, dan tujuan hidup yang jelas menjadi sangat penting bagi anak muda. Visi Indonesia Emas 2045 bertujuan untuk menciptakan bangsa yang maju, adil, dan sejahtera ketika kita merayakan 100 tahun kemerdekaan.
Pendidikan dan bimbingan menjadi kunci agar pemuda Indonesia tidak hanya memahami pentingnya literasi keuangan, tetapi juga cara cerdas dalam mengelola keuangan mereka. Dengan penguasaan literasi keuangan, generasi muda dapat mengambil langkah bijak dalam mengelola sumber daya dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.
Redaksi Energi Juang News



