Energi Juang News, Jakarta-Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Muhammad Agil Nuruz Zaman menyatakan, pada masa kini anggapan bahwa pelajar tidak berminat pada politik atau apolitis telah terbantahkan.
Agil mengungkapkan, AlvaraResearch beberapa waktu lalu menyatakan bahwa generasi Z (Gen Z) yang juga mencakup kelompok pelajar, memiliki perhatian pada politik.
Demikian dinyatakan Agil dalam Podcast Gerak Aktivis Mahasiswa di channel YouTube, Energi Juang News, baru-baru ini.
Temuan Alvara Research menunjukkan, bahwa Gen Z punya perhatian pada perkembangan politik, dan itu terlihat dari perbincangan di media sosial Gen Z kini. Dengan cara Gen Z, mereka menyuarakan kritik terhadap pemerintah,” ungkap Agil.
Gen Z, sambung Agil, kini tak lagi politis. Mereka justru gemar memperbincangkan politik.
Media sosial yang menjadi wahana bagi Gen Z untuk menyuarakan aspirasi politiknya. Hal itu tampak dari algoritma yang terbangun di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram.
“Banyak comment-comment Gen Z di platform-platform itu yang menunjukkan aspirasi politiknya dengan cara mereka, gaya mereka yang apa adanya, reaksional,” papar Agil.
Agil melanjutkan, temuan Alvara itu merupakan hal positif bagi IPNU yang rata-rata anggotanya adalah Gen Z. IPNU menjadi memiliki ruang untuk membangun ruang demokrasi bagi para pelajar.
Tapi tentu ada rambu-rambu, seperti kader IPNU tak boleh menjadi Anggota Partai Politik. Namun untuk mengikuti pendidikan politik, itu diperbolehkan,” papar Agil.
Redaksi Energi Juang News



