Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaSainsWaspada! Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga Akhir Januari

Waspada! Cuaca Ekstrem Terjadi Hingga Akhir Januari

Energi Juang News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Peningkatan intensitas hujan diprediksi terjadi di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara menjelang akhir Januari 2026.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, mengatakan dinamika atmosfer terkini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” ujar Teuku Faisal Fathani melalui keterangan tertulisnya yang dimuat di laman resmi BMKG yang kami akses pada Rabu, 21 Januari 2026. Ia menambahkan, pemantauan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjadi kunci meminimalkan risiko bencana.

Baca juga : Operasi Cuaca BMKG Sukses Tekan Hujan Hampir 40% di Jabodetabek

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Andri Ramdhani, menjelaskan cuaca ekstrem dipengaruhi Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dengan tekanan udara 1001 hektopascal.

“Pergerakan sistem 97S ke arah barat memicu pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara,” kata Andri. Kondisi ini meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Selain itu, Monsun Asia diprakirakan menguat hingga 23 Januari 2026 dan disertai seruakan dingin dari daratan Asia. Fenomena tersebut mempercepat angin di Laut Cina Selatan dan memperkuat pertumbuhan awan hujan di selatan khatulistiwa.

Penyebab Cuaca Ekstrem: Dari Bibit Siklon 97S hingga Penguatan Monsun Asia

Aktivitas Madden Julian Oscillation, Gelombang Rossby Equator, dan Kelvin yang didukung nilai Outgoing Longwave Radiation negatif turut memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus. Kelembapan udara tinggi dan labilitas atmosfer juga mendukung terjadinya hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak dan Imbauan Kewaspadaan dari BMKG

Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan bahwa potensi hujan lebat yang menyertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian menjelang akhir Januari 2026. Pada 21 Januari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT. 

Memasuki 22 Januari, potensi dampak cuaca serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, yang kemudian berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, serta NTT. Selanjutnya, intensitas cuaca ekstrem berpotensi di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari. 

BMKG memprakirakan wilayah Bali, NTB, dan NTT akan mengalami peningkatan curah hujan pada periode 25 – 26 Januari. Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di provinsi-provinsi tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul. 

Meskipun demikian, Andri menjelaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer terkini. BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara. 

“Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, dan udara melalui aplikasi InfoBMKG, laman http://www.bmkg.go.id, dan media sosial resmi @infobmkg, yang diperbarui secara berkala berdasarkan analisis dan data meteorologi terbaru,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments