Jumat, Maret 6, 2026
spot_img
BerandaKesehatanTangkal Virus Nipah, Thailand Terapkan Skrining Untuk Penerbangan dari India

Tangkal Virus Nipah, Thailand Terapkan Skrining Untuk Penerbangan dari India

Energi Juang News, Bangkok-Otoritas Penerbangan Sipil Thailand akan menerapkan skrining menyeluruh untuk semua penerbangan yang tiba dari Benggala Barat, India. Mengapa?

Karena daerah itu berisiko tinggi virus Nipah. Mulai Senin (26/1) pukul 00.00 waktu setempat, skrinning itu diterapkan untuk mencegah virus tersebut masuk ke Thailand.

Protokol Skrining Ketat untuk Penerbangan dari Benggala Barat

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (25/1), otoritas tersebut mengatakan kebijakan skrining ini akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan perkembangan situasi.

Protokol-protokol utama yang saat ini berlaku meliputi maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan kesehatan awal di titik keberangkatan.

Baca juga : Virus Nipah Semakin Mengancam, Apa Kata WHO?

Penumpang yang menunjukkan gejala-gejala yang memerlukan tes lebih lanjut wajib menunjukkan sertifikat medis yang relevan sebelum menaiki pesawat dan harus mematuhi pedoman kesehatan masyarakat selama penerbangan.

Pemeriksaan Suhu, Formulir Kesehatan, dan Pos Khusus di Bandara Thailand

Setibanya di Thailand, semua pelancong akan menjalani pemeriksaan suhu dan wajib mengisi formulir pernyataan kesehatan. Sejumlah pos pemeriksaan khusus telah didirikan di area garbarata di bandara-bandara yang telah ditentukan.

Menurut laporan media Thailand, penerbangan langsung beroperasi antara Kolkata di Benggala Barat dan tiga bandara utama Thailand, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket, di mana kebijakan skrining telah diterapkan.

Belum Ada Kasus di Thailand, Namun Risiko Virus Nipah Tetap Diwaspadai

Sejauh ini, belum ada kasus virus Nipah yang dilaporkan di Thailand, kata otoritas setempat pada Minggu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan lainnya, virus Nipah terutama menyerang paru-paru dan otak. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, dan koma, dengan tingkat kematian melampaui 40 persen di kalangan pasien terinfeksi.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments