Energi Juang News,Jakarta- Misteri Horor TPU Tanah Kusir menjadi perbincangan hangat setelah pengakuan Bu Sari (42), atau yang akrab disapa Vania, seorang penjual bunga makam di TPU Tanah Kusir, wilayah Jakarta Selatan. Selama 10 tahun berjualan di sana, ia mengaku mengalami berbagai kejadian ganjil yang sulit diterima akal sehat.
Awalnya, Bu Sari memiliki kios di depan halte dekat TPU. “Aku jualan bunga udah dari lama. Awalnya dari orang tua jualan, jadi turun ke saya,” katanya. Namun kios itu akhirnya digusur karena lahannya dibeli pemerintah. “Aku tadinya ada kios depan halte TPU.
Terus disuruh keluar karena dibeli pemerintah tanahnya. Sekitar 10 tahunan. Trus ya sudah jualannya di sini,” ujarnya sambil menunjuk ke area dalam kompleks pemakaman. Sejak pindah ke dalam area TPU, pengalaman mistis mulai ia rasakan.
Ia mengaku sering merasa diawasi saat suasana sepi. “Kalau sore menjelang magrib tuh rasanya beda. Kaya ada yang ngeliatin,” katanya pelan. Beberapa warga sekitar juga mengamini cerita tersebut. “Di sini memang sering ada kejadian aneh,” kata seorang penjaga makam. Sejak kisahnya tersebar, pengalaman mistis Tanah Kusir itu pun menambah daftar panjang cerita angker yang beredar di masyarakat.
Salah satu pengalaman paling menyeramkan terjadi beberapa tahun lalu saat magrib. Kala itu suasana TPU sedang sepi.
Bu Sari iseng mengambil foto selfie di kiosnya. “Udah beberapa tahun lalu ya, pas magrib, aku foto selfie. Pas aku lihat hasilnya kok bukan muka aku,” tuturnya dengan suara gemetar. Ia mengaku wajah di foto tersebut berubah menjadi sosok wanita lain. “Padahal pas selfie, mukanya muka aku. Kok jadi beda gitu.” Ia langsung menghapus foto itu karena ketakutan.
“Bentuknya kaya ya begitu deh… serem,” katanya lirih. Setelah mencari tahu, ia menyadari bahwa wajah itu mirip dengan korban pembunuhan yang baru dimakamkan di sana. “Wajahnya itu wajah wanita yang meninggal abis diperkosa terus dibunuh. Aku tahunya dari berita, soalnya dikuburinnya masih baru,” jelasnya.
Seorang pedagang lain sempat berkata, “Jangan foto-foto sembarangan kalau magrib di sini.” Sejak kejadian itu, Vania mengaku tak pernah lagi berani berswafoto di area makam.
Tak hanya penampakan dalam foto, teror makhluk halus Tanah Kusir juga hadir lewat suara-suara misterius. “Waktu subuh-subuh ada denger orang ketawa-ketawa gitu. Serem,” ujarnya. Ia memastikan saat itu kondisi masih gelap dan tak ada peziarah. “Aku denger suara aja takut apalagi ngeliat.
Bisa pingsan aku,” katanya. Pernah pula ia mendengar suara benda jatuh dari atas pohon, padahal tak ada siapa pun. “Malam-malam suka ada suara kaya ada yang nimpuk atau jatuh,” tambahnya. Seorang warga sekitar menimpali, “Namanya juga kuburan, yang dikubur di sini macam-macam.” Meski awalnya ketakutan,
Bu Sari kini mencoba terbiasa. Ia selalu ditemani suami dan dua anaknya saat berjualan. “Ya udahlah udah biasa. Jangankan di kuburan, di rumah aja juga ada makhluk-makhluk kaya gitu kan,” tuturnya pasrah. Namun setiap kali senja turun dan angin berdesir lebih kencang di antara nisan, kisah horor TPU Tanah Kusir itu seperti hidup kembali—mengingatkan bahwa di balik taburan bunga dan doa-doa peziarah, ada cerita lain yang tak semua orang berani hadapi.
Redaksi Energi Juang News



