Energi Juang News, Jakarta—Kisah ini dialami langsung oleh Farida seorang teman perempuan yang tinggal di desa Kenitren tak jauh dari desa Geneng. Malam itu, ia baru saja pulang dari sebuah acara yang berlangsung cukup larut. Karena berangkat sendirian dengan sepeda motor, maka ia pun pulang seorang diri, menyusuri jalanan desa yang sunyi.
Rute yang ia lewati tidak main-main. Ia harus melalui beberapa jalur sepi yang penuh dengan pepohonan, bulak sawah yang luas, dan yang paling menyeramkan gang sempit di dekat kompleks kuburan.
Saat Farida melintasi gang kuburan itulah semua teror ghaib bermula. Tiba-tiba, terdengar suara perempuan memanggil namanya. “Faariidaaa..Faariidaaa…Faariidaaa…”. Suara itu samar dan tak jelas dari arah mana datangnya. Tapi cukup membuat tubuhnya merinding seketika. Ia tak berani menoleh, hanya memacu motor lebih cepat sambil membaca doa seadanya. Entah doa makan, entah doa tidur—yang penting melawan rasa takutnya.
Setelah sekitar 10 menit berkendara, Faridapun sampai di rumah. Ia merasa semuanya sudah berakhir. Tak ada suara aneh lagi, tak ada firasat buruk. Farida segera membersihkan diri ala kadarnya: membasuh wajah, mencuci tangan dan kaki, seperti kebiasaan orang Jawa untuk menghindari “sawan“. Lalu ia masuk kamar dan mencoba tidur.
Namun baru sebentar Farida memejamkan mata, kakaknya tiba-tiba masuk dengan wajah marah dan nada tinggi. Perlu diketahui, kakaknya dikenal sebagai orang yang mengerti hal-hal gaib.
Tanpa banyak basa-basi, kakaknya membentak keras: “Keluar kamu dari sini!”
Farida yang masih setengah sadar hanya bisa bingung dan bertanya, “Ada apa ini?”
Tapi kakaknya tidak menjawabnya, malah terus membaca doa-doa dan mantra pengusiran seperti orang yang sedang menghadapi gangguan makhluk tak kasat mata. Bahkan sempat mengancam, jika makhluk itu tidak pergi, maka akan dibakar. Beberapa saat kemudian, suasana menjadi lebih tenang.
Setelah keadaan membaik, sang kakak menoleh dan bertanya “Kamu tadi dari mana saja, jam segini baru pulang?”
Farida pun menceritakan kejadian aneh saat pulang—tentang suara perempuan di gang kuburan. Mendengar itu, sang kakak langsung mengangguk dan menjelaskan dengan serius:
“Tadi ada sosok wanita ikut kamu pulang. Wajahnya hancur, rambutnya panjang awut-awutan, bajunya kotor sambil memandang sinis menakutkan. Dia berdiri di sampingmu waktu kamu tidur, bersuaha masuk ke tubuhmu. Untung saja aku belum tidur. Kalau tidak, dia bisa ikut kamu terus!” ,terang kakaknya “Mungkin sosok arwah itu adalah wanita korban kecelakaan tabrak lari di jalan raya depan gang kuburan itu.” meyakinkan Farida.
Suasana kamar pun kembali hening. Farida hanya bisa terdiam. Rasa takut menyelimutinya. Malam itu, ia tak berani tidur sendirian dan akhirnya memilih tidur bersama ibunya.
Sejak kejadian tersebut, Farida berjanji untuk tidak lagi pulang larut malam, terutama melewati gang kuburan yang ternyata menyimpan misteri kelam.
Redaksi Energi Juang News



