Minggu, April 26, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisBahlil Heran: Kok Bisa RI Impor BBM dari Negara yang Tak Punya...

Bahlil Heran: Kok Bisa RI Impor BBM dari Negara yang Tak Punya Minyak?

Energi Juang News, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fakta bahwa Indonesia mengimpor 54% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura, sebuah negara yang tidak memiliki ladang minyak.

Dalam acara Berita Satu Economic Outlook 2025 di Jakarta, Bahlil menyatakan, “Ironi yang memalukan, bangsa kita yang kita cintai ini 54% konsumsi minyaknya berasal dari impor. Impornya dari mana? Dari Singapura.”

Bahlil menambahkan bahwa harga BBM yang diimpor dari Singapura setara dengan harga minyak dari Timur Tengah. “Kita impor minyak dari negara yang tidak punya minyak, dan harganya sama dengan minyak dari Timur Tengah,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari. Kondisi ini sangat berbeda dengan periode 1996-1997, ketika Indonesia mampu mengekspor 1 juta barel minyak per hari dengan lifting migas nasional mencapai 1,6 juta barel per hari dan konsumsi domestik hanya 600.000 barel per hari. Pada 2024, lifting migas Indonesia turun menjadi 600.000 barel per hari.

Untuk mengatasi ketergantungan ini, Bahlil menekankan perlunya perbaikan tata kelola migas melalui tiga langkah utama: mengaktifkan kembali sumur-sumur migas yang tidak terpakai, mengoptimalkan sumur yang sudah ada dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), dan menyelesaikan 300 sumur yang telah selesai eksplorasi tetapi belum masuk dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD).

Sebagai bagian dari solusi, Bahlil berencana membangun fasilitas penyimpanan cadangan minyak di sebuah pulau dekat Singapura. Fasilitas ini nantinya akan menampung berbagai jenis minyak yang bisa dibeli Pertamina dengan harga lebih murah. Rencana ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kedaulatan energi nasional.

Baca juga :  Pabrik Mobil Listrik Diganggu Preman di Subang, Masih Berlanjut?

Bahlil juga mengungkapkan bahwa Singapura menjadi pemasok BBM terbesar bagi Indonesia, disusul oleh Malaysia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Impor dari Singapura dinilai lebih efisien karena lokasinya yang dekat dan kapasitas kilang yang jauh lebih besar dibandingkan Indonesia. Data Administrasi Perdagangan Internasional (ITA) mencatat bahwa kilang minyak di Singapura memiliki kapasitas 1,5 juta barel per hari.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya terhadap impor BBM dan kembali mengendalikan sumber daya alamnya secara lebih optimal.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments