Energi Juang News, Jakarta- Kemenkeu tawarkan 9 seri SUN. Kupon mulai 5,87 persen per tahun. Setiap unit bernilai Rp1 juta. “Lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2026,” kutip laman Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Sabtu, 27 Februari 2026.
Lelang Kelima Tahun Ini
Ini lelang SUN ke-5 di 2026. Lelang sebelumnya pada 18 Februari 2026 raup Rp40 triliun. Penawaran masuk capai Rp63 triliun.
Investor tunjukkan minat rendah sejak Januari. Bid to cover ratio masih 2,2 kali, lebih tinggi dari tahun lalu.
Tren Penurunan Penawaran
- Lelang 6 Januari 2026: Rp90,9 triliun.
- 20 Januari 2026: Rp82,9 triliun.
- 3 Februari 2026: Rp76,5 triliun.
- 18 Februari 2026: Rp63 triliun.
Pola ini khawatirkan pasar. Namun, Kemenkeu yakin dana cukup.
Penjelasan Suminto
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto bilang penawaran awal 2026 lebih baik dari 2025. Lelang SBN kuat sepanjang Januari-Februari.
“Meskipun secara nominal mengalami penurunan namun masih dalam jumlah yang sangat mencukupi,” ujar Suminto dalam konferensi pers APBN pada 23 Februari 2026.
Penurunan Hanya Sementara
Suminto sebut penarikan utang sesuai rencana pembiayaan 2026. Penurunan ini musiman. “Ini lebih bersifat seasonal karena akan memasuki masa Ramadan dan Lebaran, di mana investor khususnya perbankan tentu memerlukan likuiditas untuk persiapan Ramadan dan Lebaran,” katanya.



