Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaInternasionalWFH Kamboja Hemat Ratusan Ribu Liter BBM

WFH Kamboja Hemat Ratusan Ribu Liter BBM

Energi Juang News, Kamboja- Pemerintah Kamboja mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara sebagai respons atas lonjakan harga energi dunia. Langkah ini diambil di tengah tekanan krisis minyak global yang terus mendorong biaya bahan bakar naik tajam.

Kebijakan WFH Jadi Strategi Hemat Energi

Dilansir Khmer Times, Senin (2/4/2026), pemerintah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor. Instruksi ini muncul setelah dampak perang di Timur Tengah memicu ketidakstabilan pasokan minyak global.

Pemerintah tidak hanya menekan konsumsi listrik. Mereka juga meminta penghematan bahan bakar dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum langsung menyesuaikan kebijakan operasional. Mereka mengurangi perjalanan dinas dan kunjungan lapangan.

“Untuk pertemuan di provinsi terpencil, partisipasi melalui konferensi video dianjurkan sebagai pengganti perjalanan fisik,” kata kementerian.

Harga BBM Melonjak, Subsidi Dikeluarkan

Kamboja kini menghadapi salah satu lonjakan harga bahan bakar paling tinggi secara global. Harga bensin tercatat naik hampir 68 persen.

Bensin reguler bahkan meningkat lebih dari 5.000 riel per liter. Pemerintah merespons dengan memberikan subsidi sebesar 6,5 sen per liter untuk menekan dampak ekonomi, terutama bagi industri dan masyarakat.

Kondisi ini membuat efisiensi energi menjadi prioritas mendesak.

WFH Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

Pakar dari Institute for International Studies and Public Policy Kamboja, You Sovanriya, menilai kebijakan kerja jarak jauh bisa memberi dampak nyata terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar.

Baca juga : Harga Minyak Meninggi, Upaya Tahan Harga BBM Tak Bisa Lama

“Mempromosikan kerja jarak jauh adalah kebijakan efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di Kamboja, khususnya di daerah perkotaan seperti Phnom Penh, di mana perjalanan harian berkontribusi signifikan terhadap permintaan bensin,” katanya.

Baca juga :  Trump Klaim Petinggi Iran Berguguran: “Siapa pun yang Ingin Memimpin Akhirnya Mati”

Ia menjelaskan, sebagian besar pekerja di kota besar masih bergantung pada kendaraan bermotor untuk mobilitas harian.

Potensi Penghematan Capai 300 Ribu Liter

Data transportasi di Phnom Penh menunjukkan sekitar 35,2 persen pekerja menggunakan sepeda motor untuk perjalanan pulang-pergi. Sisanya memakai mobil, remork, atau minibus.

Dalam satu bulan kerja dengan 22 hari aktif, rata-rata pekerja menghabiskan sekitar 11 liter bahan bakar hanya untuk perjalanan ke kantor.

Jika 100.000 pekerja menerapkan WFH dua hari per minggu, dampaknya cukup besar.

“Selama 22 hari kerja per bulan, ini setara dengan sekitar 11 liter bahan bakar yang digunakan hanya untuk perjalanan ke tempat kerja. Jika 100.000 pekerja kantoran di Phnom Penh bekerja jarak jauh hanya dua hari per minggu, kota tersebut dapat menghemat sekitar 200 ribu hingga 300 ribu liter bensin setiap bulan. Ini menunjukkan bahwa kerja jarak jauh dapat secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar,” lanjutnya.

WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Krisis Energi

Kebijakan ini menunjukkan bahwa perubahan pola kerja dapat langsung berdampak pada konsumsi energi. Di tengah ketidakpastian harga minyak global, langkah seperti WFH bisa menjadi solusi cepat yang realistis.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada konsistensi penerapan dan kesiapan infrastruktur digital.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments