Energi Juang News, Jakarta – Edimar Rocha Martins tidak pernah menyangka ia menjadi korban teknologi. Edimar, seorang pekerja konstruksi di Brasil berusia 49 tahun tersebut rela menjual seluruh harta bendanya dan menempuh perjalanan lebih dari 2.000 kilometer dari rumahnya untuk menemui wanita yang ia cintai dan dikenalnya secara daring.
Namun, setelah 36 jam berada di dalam bus, ia mendapati bahwa sosok wanita pujaan hatinya yang bernama Jessica itu ternyata tidak ada. Menurut @MarioNawfal di X, foto dan video wanita tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Pria itu berkenalan dengan seorang wanita muda berambut pirang yang mengaku tinggal sendirian di sebuah lahan pertanian di negara bagian Minas Gerais, Brasil. Menurut Edimar, wanita tersebut memintanya untuk datang dan menjanjikan bahwa ia akan “hidup layaknya seorang raja.”
Keinginan Martins untuk menemui wanita tersebut bermula dari unggahan video di akun TikTok @JessicaFazendeira yang memiliki 300.000 pengikut. Dalam video yang kini telah dihapus itu, seperti dikutip Kompas, sosok AI tersebut menyatakan sedang mencari pria untuk diajak tinggal di peternakannya, dan berjanji akan menanggung seluruh kebutuhan hidup sang pria.
“Aku benar-benar ingin menanggung hidupmu. Aku ingin kamu datang ke peternakanku dan tak perlu bekerja lagi seumur hidupmu,” ucap karakter AI tersebut. Tergiur oleh janji manis tersebut dan merasa lelah hidup dalam kesendirian, Martins mengambil keputusan nekad pada 9 Oktober 2026 untuk membiayai perjalanannya. Namun, kenyataan pahit menanti Martins begitu tiba di Belo Horizonte pada 11 Oktober. Sosok kekasih impiannya sama sekali tak bisa ditemukan.
Karena tidak mengetahui alamat pastinya, pria asal Brasil ini tiba di kota Belo Horizonte, menunjukkan foto wanita tersebut kepada orang-orang yang lewat, lalu meminta bantuan di sebuah stasiun radio lokal. Di sana, ia diberitahu bahwa Jessica hanyalah karakter virtual.
Pembuat akun anonim tersebut menyatakan bahwa ia tidak pernah berkomunikasi secara langsung dengan pria itu. Menurut versinya, Edimar melihat video tersebut dan keliru menganggapnya sebagai sebuah undangan. Profil itu sendiri dibuat untuk menarik pengikut dan menjual produk. Berdasarkan laporan Rádio Itatiaia, sebelumnya sudah ada dua pria lain yang juga pergi ke Belo Horizonte karena tertipu oleh karakter virtual serupa. Pada akhirnya, pihak berwenang kota tersebut menanggung biaya tiket kepulangan Edimar.




