BerandaInternasionalAlbania Rusuh Gedung Pemerintah Dibakar, Dipicu Protes Pendidikan Mahal

Albania Rusuh Gedung Pemerintah Dibakar, Dipicu Protes Pendidikan Mahal

Energi Juang News, Jakarta – Aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, ibu kota Albania kembali memicu bentrokan pada Sabtu (17/10/2026). Kerusuhan memasuki hari kelima setelah para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa bergabung dalam gerakan yang lebih luas guna menentang pemerintah. Aksi kerusuhan ini menyebabkan beberapa gedung pemerintah rusak parah dan setidaknya satu gedung terbakar. Sejumlah kantor di gedung Mahkamah Agung Albania dilaporkan dibakar. Api juga melanda pintu masuk Bank Albania.

Rekaman video dari sejumlah lokasi kerusuhan menunjukkan kobaran api dan asap tebal membubung. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran Kepolisian Albania menggunakan peluru karet dalam menghadapi pengunjuk rasa untuk pertama sejak gelombang protes dimulai Selasa lalu.

Pengunjuk rasa dan polisi antihuru-hara bentrok di Tirana saat ribuan pengunjuk rasa  berkumpul menuntut kondisi perkuliahan yang lebih baik dan mendesak Perdana Menteri (PM) Edi Rama untuk mundur. Pengunjuk rasa melemparkan batu, bom molotov dan kembang api ke arah polisi dekat kantor Rama dan sejumlah titik lainnya di pusat kota Tirana.

Polisi merespon aksi ini dengan menembakkan gas air mata, meriam air, dan menggunakan tongkat. Sedangkan para pengunjuk rasa menyerang kantor-kantor pemerintah dan toko-toko di pusat kota, serta membakar sejumlah gedung. Di malam hari, kerumunan terus menyebar ke seluruh kota, menyerang gedung-gedung pemerintah. Massa menghancurkan jendela sebelum membakar salah satu lantai gedung Kementerian Kehakiman.

Media setempat melaporkan, para pengunjuk rasa sempat mencoba menyerbu sebuah kantor polisi, menghancurkan mobil-mobil polisi, dan merusak pintu masuk sebelum akhirnya diusir. Beberapa bank diserang dan banyak etalase toko dihancurkan di pusat kota.

Setidaknya 14 petugas terluka dan 35 orang ditahan pada hari Sabtu. Para pengunjuk rasa awalnya berkumpul pada Rabu (14/10/2026) untuk menuntut pengunduran diri PM Rama dan dukungan lebih besar bagi mahasiswa di Albania, dengan alasan kondisi universitas yang buruk dan biaya kuliah yang tinggi.

Baca juga :  Iran Bantah Delegasimya Diusir Amerika Serikat

Selama lebih dari empat bulan, unjuk rasa anti-pemerintah telah menarik perhatian ribuan orang. Aksi ini awalnya dipicu penolakan proyek pariwisata mewah yang terkait dengan keluarga Presiden Donald Trump di bagian selatan Albania. Aksi kemudian memanas dan memicu kekerasan di tengah tuntutan agar PM Rama mengundurkan diri.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments