Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaPolitikGus Nu’man, Ulama yang Konsisten Jaga Harmoni Islam dan Kebangsaan

Gus Nu’man, Ulama yang Konsisten Jaga Harmoni Islam dan Kebangsaan

Energi Juang News, Jakarta – Sosok KH Nu’man Bashori (Gus Nu’man) selama ini di Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan PDI Perjuangan, dikenal sebagai ulama sekaligus kader partai yang konsisten dalam mengartikulasikan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan semangat kebangsaan.

Dalam berbagai kesempatan, Gus Nu’man kerap menegaskan pentingnya menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, sekaligus memperkuat komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lawan Kelompok Sontoloyo yang Memecah Belah Atas Nama Agama

Pada 2017, contohnya, Gus Nu’man menyerukan agar umat Islam mewaspadai kelompok sontoloyo yang mengatasnamakan Islam, yang semakin  terang-terangan menentang konstitusi NKRI. Kelompok ini, menurut Gus Nu’man, juga sering menggunakan isu-isu SARA untuk memecah belah NKRI.

Melalui Bamusi, ia aktif mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan berorientasi pada persatuan bangsa. Di bawah kontribusi tokoh seperti Gus Nu’man, Bamusi tidak hanya menjadi ruang dakwah, tetapi juga wadah konsolidasi umat dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan Pancasila.

Di internal PDI Perjuangan, Gus Nu’man juga dikenal sebagai kader yang mampu merawat keseimbangan antara identitas keislaman dan komitmen ideologis partai. Ia kerap menekankan bahwa nilai-nilai Islam seperti keadilan, gotong royong, dan kemanusiaan memiliki irisan kuat dengan prinsip-prinsip kebangsaan yang diperjuangkan partai.

Menjembatani Identitas Keislaman dan Ideologi Politik

Harus diakui, figur seperti Gus Nu’man menjadi penting di tengah dinamika sosial-politik yang kerap diwarnai polarisasi identitas. Kehadirannya mampu menjadi jembatan antara kelompok religius dan nasionalis, sekaligus memperkuat narasi bahwa Islam dan nasionalisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Dengan konsistensinya tersebut, Gus Nu’man menjadi representasi kader partai yang tidak hanya bergerak di ranah politik praktis, tetapi juga aktif dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan berwawasan kebangsaan. Kiprahnya menjadi contoh bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap persatuan dan keutuhan bangsa.

Baca juga :  Ansy Lema, Pejuang Wilayah Perbatasan

Kini, sang ulama pembawa ‘obor’ semangat keislaman dan kebangsaan itu telah meninggalkan kefanaan. Beliau telah beristirahat dengan tenang dalam alam keabadian.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments