Energi Juang News, Bandung- Persib Bandung kembali menorehkan sejarah di kompetisi sepak bola nasional. Tim berjuluk Maung Bandung sukses mengamankan gelar Super League 2025/2026 usai bersaing ketat hingga pekan terakhir musim ini.
Keberhasilan tersebut sekaligus membawa Persib mencatatkan hattrick juara di era Liga Indonesia. Pelatih Bojan Hodak menilai konsistensi permainan tim menjadi modal penting sepanjang musim.
Lini Belakang Jadi Penentu
Bojan Hodak menyebut kekuatan utama Persib musim ini terletak pada organisasi pertahanan. Menurut dia, lini belakang yang solid membuat tim mampu menjaga stabilitas performa hingga akhir kompetisi.
“Pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” kata Bojan di Bandung, Sabtu (23/5).
Sepanjang musim, Persib hanya kebobolan 22 gol. Catatan itu menjadi yang terbaik dibanding seluruh kontestan liga musim ini.
Bojan mengatakan, prinsip sederhana untuk tidak mudah kebobolan menjadi fondasi permainan Persib. Strategi tersebut dinilai efektif menjaga peluang tim meraih poin di setiap pertandingan.
Tutupi Kekurangan di Lini Depan
Pelatih asal Kroasia itu mengakui Persib tidak selalu tampil tajam saat mendapat peluang. Namun, kokohnya lini pertahanan mampu menutupi kekurangan tersebut.
“Meski kami menciptakan peluang dan tidak selalu mencetak gol, pertahanan tetap menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” ujarnya.
Bojan menambahkan, keseimbangan permainan menjadi faktor penting dalam perjalanan Persib menuju tangga juara musim ini.
Persib Juara Lewat Keunggulan Head to Head
Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5).
Hasil itu cukup membawa Persib finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin. Jumlah tersebut sama dengan raihan Borneo FC, tetapi Persib unggul head to head sehingga berhak mengangkat trofi Super League 2025/2026.
Redaksi Energi Juang News



