Energi Juang News, Lamongan— Anggota MPR RI Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (28/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gus Falah menegaskan pentingnya penguatan dan pengamalan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Gus Falah, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekadar hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, serta memperjuangkan keadilan sosial.
“Pancasila adalah fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Pancasila harus terus kita hidupkan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya diingat sebagai dasar negara,” ujar Gus Falah.
Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan karakter kebangsaan yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun provokasi.
Gus Falah juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kenyataan yang melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Karena itu, semangat persatuan harus terus dirawat dengan menjadikan kebinekaan sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber perpecahan.
“Indonesia dibangun dari keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa dan latar belakang sosial bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman itu harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Gus Falah menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan satu kesatuan nilai yang penting untuk terus dipahami dan diamalkan masyarakat. Penguatan Empat Pilar juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan wawasan kebangsaan.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam tindakan nyata.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan kita. Gotong royong, menghormati perbedaan, membantu sesama, menaati konstitusi, dan memperjuangkan keadilan sosial merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila,” tutur Gus Falah.
Gus Falah menegaskan, menjaga Pancasila merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, serta berbagai kelompok sosial memiliki peran yang sama dalam memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi Empat Pilar, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Pancasila semakin kuat sehingga kehidupan demokrasi Indonesia dapat berjalan dengan tetap berpegang pada persatuan, toleransi, konstitusi, dan keadilan sosial.
“Pancasila harus menjadi titik temu kita sebagai bangsa. Dengan Pancasila, kita dapat berbeda tetapi tetap bersatu, dapat berdialog tanpa saling meniadakan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News




