Energi Juang News, Jakarta-Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menanggapi pertemuan Ketua DPR RI Puan Maharani dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini (25/5/2025).
PM China juga bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Gus Falah menyatakan, pertemuan itu digelar sebagai manifestasi dari politik luar negeri bebas aktif, yang selaras dengan amanat konstitusi (UUD 1945).
Sebagaimana digagas oleh wakil presiden pertama kita, Bung Hatta, politik bebas aktif adalah pendekatan diplomasi yang mendorong negara untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasionalnya sambil menjalin sinergi berbagai negara tanpa mengambil sikap ekstrem atau mengikuti salah satu blok global,” ujar Gus Falah.
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, implementasi politik bebas aktif adalah melaksanakan diplomasi bilateral dan multilateral yang aktif.
Salah satu wujudnya adalah hubungan diplomatik yang erat dengan China.
Yang harus kita pegang dalam hubungan bilateral adalah prinsip solidaritas dan kesetaraan, selaras dengan UUD 1945,” ungkap Gus Falah.
“Pembukaan UUD 1945 tegas mengamanatkan Indonesia agar menyelenggarakan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sinergi bilateral dengan China yang kita jalin, harus memanifestasikan nilai-nilai konstitusi kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan PM China Li Qiang sore tadi.
Berdasarkan keterangan tertulis, Puan menyebut kehadiran Li Qiang ke Indonesia semakin mengokohkan hubungan kedua negara. Apalagi, tahun 2025 ini Indonesia dan China merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.
Puan juga menyinggung peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung di mana Indonesia-China sudah bekerja sama sejak saat itu untuk memperjuangkan kebebasan berbagai bangsa.
Redaksi Energi Juang News



