Energi Juang News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyatakan, usulan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA) Jilid II selaras dengan situasi objektif dunia yang masih terancam imperialisme.
Gus Falah mengungkapkan, sebagaimana ditegaskan Bung Karno dulu, imperialisme hingga kini belumlah mati.
“Apa yang terjadi dengan bangsa Palestina dan Lebanon yang diserang Israel, bangsa Ukraina yang digempur Rusia, serta ambisi Presiden Trump menguasai Greenland, menunjukkan imperialisme masih ada hingga sekarang,” ujar Gus Falah, Senin (28/4/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, spirit KAA 1955 yang membuahkan Dasasila Bandung merupakan fondasi bagi Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan menentang imperialisme dalam peradaban dunia.
Gus Falah menyatakan, digelarnya KAA 1955 didorong oleh niat untuk membangun persatuan negara-negara yang baru merdeka dan yang masih terjajah di benua Asia dan Afrika.
Persatuan itu penting, apalagi dunia saat itu masih dilanda perang dingin yang menghasilkan atmosfer tak baik bagi negara-negara berkembang dan baru merdeka.
Kala itu KAA berhasil memicu kemerdekaan 25 negara di Asia dan Afrika, juga memacu munculnya Gerakan Non-Blok yang mencakup tak hanya negara-negara Asia-Afrika,” ungkap Gus Falah.
Usulan Ibu Megawati untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika Jilid II bisa menjadi pemicu kemerdekaan total bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah atau tertindas seperti Palestina, dan tak hanya yang terletak di benua Asia dan Afrika saja,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Bidang Luar Negeri PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengungkapkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggagas penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika Jilid II guna membahas nasib bangsa yang belum merdeka, khususnya Palestina.
“Presiden Megawati menyampaikan gagasannya kepada saya agar para pemimpin bangsa-bangsa Asia Afrika saat ini dapat menyelenggarakan pertemuan untuk menyebarkan 70 tahun perjalanan KAA,” ujar Basarah saat memberikan berbagai kata dalam diskusi Warisan Bung Karno untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global di Jakarta, Sabtu (26/4) seperti dikutip dari Antara.
Redaksi Energi Juang News



