Energi Juang News, Jakarta- Siswa salah satu SMPN di Randudongkal, Pemalang, tewas usai diduga menjadi korban perundungan atau bullying. Polisi melakukan penyelidikan dan telah memeriksa sejumlah saksi. Beberapa saksi itu termasuk teman korban.
Korban merupakan warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar mengatakan pihaknya juga melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Untuk hari ini kami sudah melaksanakan autopsi bersama Dokes Polda Jawa Tengah. Untuk hasil autopsi nanti akan kami rilis lebih lanjut. Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada,” kata Wildan saat ditemui wartawan di RS Mardhatillah Randudongkal, Senin (3/8/2026).
Wildan menjelaskan, penyidik saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi yang terdiri dari teman-teman korban, dokter yang menangani korban selama menjalani perawatan di RS, serta orang tua korban.
“Kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada dan saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban dan dokter yang menangani dan dari orangtua korban,” ungkapnya.
Kasus tersebut awalnya mulai ditangani setelah anggota Polsek Randudongkal menerima aduan terkait meninggalnya korban pada Minggu (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB.
“Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban,” ujarnya.
Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di RS Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya meninggal dunia.
Redaksi Energi Juang News




