Energi Juang News, Pandeglang – Titik keberadaan rombongan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin lalu menemukan titik terang. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik dari sisi Banten maupun Lampung.
Kemkomdigimemanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem monitoring frekuensi untuk membantu pencarian delapan warga yang hilang di perairan Selat Sunda. Upaya tersebut dilakukan dengan memantau kemungkinan sinyal komunikasi dari wilayah yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan mereka
Saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/09/2026), Wamen Komdigi Nezar Patria mengungkapkan, dari data yang diterima tim menunjukkan kontak terakhir pada 7 September 2026 berada di Pulau Sebesi, salah satu pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.
“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” kata Nezar.
Pemantauan jejak komunikasi tersebut dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Nezar menegaskan Kemkomdigi akan terus mendukung proses pencarian melalui kapasitas infrastruktur dan pemantauan spektrum frekuensi yang dimiliki kementerian, sekaligus berkoordinasi dengan operator seluler serta tim SAR.
Data jurnalis dan kru yang belum ditemukan:
- Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
- Arie Basuki (Jurnalis Merdeka).
- Yudhistiro Pranoto (Jurnalis iNews).
- Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency).
- Donal Husni (Jurnalis Freelance).
- Warta (kapten kapal).
- Surakman (ABK).
- Heriyanto (guide).
Redaksi Juang News.




