Energi Juang News, Jakarta— Anggota MPR RI Obet Rumbruren menegaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Obet saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rumah Aspirasi, Manokwari, Papua Barat, Rabu (16/9/2026).
Menurut Obet, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar dan ideologi negara, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan setiap warga negara. Pengamalan nilai Pancasila menjadi semakin penting di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial.
“Pancasila harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai Pancasila hanya menjadi hafalan, tetapi nilai-nilainya harus tercermin dalam cara kita hidup bersama, menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan,” ujar Obet.
Ia mengatakan, persatuan Indonesia tidak berarti menghilangkan keberagaman. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan semangat gotong royong.
Obet mengingatkan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau mempertentangkan kelompok masyarakat. Nilai-nilai Pancasila, menurut dia, harus menjadi titik temu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Papua Barat memiliki masyarakat yang beragam. Karena itu, semangat persatuan harus terus kita jaga. Kita boleh berbeda suku, agama, budaya maupun pandangan, tetapi kita tetap berada dalam satu rumah besar Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Obet juga mengingatkan bahwa pengamalan Pancasila tidak dapat dipisahkan dari tiga pilar kebangsaan lainnya, yakni UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menjelaskan, keempat pilar tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kebangsaan yang berlandaskan konstitusi, menjaga keutuhan NKRI, serta menghormati keberagaman.
Obet menekankan bahwa masyarakat perlu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, termasuk munculnya informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, kita harus semakin bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Semangat persatuan harus lebih kuat daripada kepentingan yang dapat memecah belah bangsa,” tegasnya.
Redaksi Energi Juang News




