Energi Juang News,NTT- Karena sekolah yang masih menggunakan ruang kelas darurat dan menghadapi keterbatasan listrik akan mendapat bantuan Papan Interaktif Digital (PID) mendapat perhatian warganet.
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini membuat perangkat digital tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Sementara Pemerintah pusat tampaknya baru saja menciptakan definisi baru untuk istilah “kesetaraan pendidikan.”
Alih-alih mendapatkan perbaikan gedung sekolah yang masih berdinding bambu bolong dan beralas tanah sejak tahun 2008, sekolah ini justru dianugerahi sebuah Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis elektrik interaktif (smart TV) layar sentuh berukuran raksasa dari Kemendikdasmen.
Program digitalisasi juga ditujukan untuk sekolah di daerah 3T yang belum memiliki akses listrik. Pemerintah menyebut penyediaan listrik untuk sekolah-sekolah tersebut juga sedang diupayakan, tetapi prosesnya membutuhkan waktu.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch Salim Somad mengatakan pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi SDN Mboeng, proses revitalisasi akan siap dilakukan tahun ini.
Sebagian pembangunan SD tersebut, kata Salim, akan menggunakan swadaya masyarakat khususnya orangtua siswa.
Tampaknya kementerian sedang menguji modul Kurikulum Merdeka yang sesungguhnya, yaitu “Merdeka dari Bantuan Pemerintah” dan “Mandiri Membangun Sekolah Sendiri” demi menyelamatkan muka para pejabat di infografis anggaran akhir tahun.
Sebuah langkah visioner yang membuktikan bahwa sebelum mengajarkan murid cara membaca, kita harus mengajari mereka cara mengagumi pantulan wajah sendiri di layar kaca yang mati.
Redaksi Energi Juang News




