Kamis, September 10, 2026
spot_img
BerandaPolitikPolitik MenggelitikBerkedok Silaturahmi,Namanya Dicatut Tanpa Permisi

Berkedok Silaturahmi,Namanya Dicatut Tanpa Permisi

Energi Juang News,Jakarta-  Dunia literasi dan politik tanah air mendadak ramai gara-gara buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.

Buku terbitan Atmosphere Publishing House yang baru terbit isinya jadi perbincangan karena muatan yang tersirat, tetapi juga membuat sejumlah tokoh bereaksi karena namanya dicantumkan ikut membuka suara.

Kiai Said disebut menegaskan tidak pernah menyusun atau menyerahkan naskah tersebut dan meminta buku ditarik untuk direvisi.

TGB juga mengonfirmasi tidak pernah mengirim tulisan. Nah, kalau penulisnya bilang tidak pernah mengirim, naskahnya itu datang naik apa?

Nama Gus Kautsar, ulama muda pengasuh PP Al-Falah Ploso, juga ikut muncul dalam artikel berjudul Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto.

Persoalannya menjadi menarik karena komunikasi atau wawancara dengan tokoh tidak otomatis berarti orang tersebut menyetujui seluruh tulisan yang kemudian diterbitkan atas namanya.

Wawancara itu bahan baku, sedangkan naskah adalah hasil olahan chef. Yang menggelitik justru: apakah sebelum dicetak nama dan isi tulisan sudah dikonfirmasi kepada yang bersangkutan?

Lain cerita kalau buku itu isinya tentang isu artis korea, makin kenceng isunya makin kenceng pula order manggungnya.

Di sinilah polemik tersebut sebenarnya lebih besar daripada sekadar urusan satu buku atau satu nama.

Jangan sampai buku ini punya tujuan framing opini publik yang menguntungkan pihak pihak tertentu, dengan mengorbankan harga diri orang lain.

Dalam dunia penerbitan, nama seseorang membawa tanggung jawab. Apalagi jika orang tersebut adalah ulama atau tokoh nasional.

Ketika namanya ditempel pada tulisan bertema dukungan politik, pembaca tentu bisa menangkap kesan bahwa tokoh tersebut memang memberikan dukungan secara resmi.

Pada akhirnya, polemik Islam Ala Prabowo semestinya tidak dibawa menjadi perang antara kubu pro dan kontra Prabowo. Apalagi hanya jadi kertas bungkus gorengan yang tak ada nilainya.

Baca juga :  Insting Politik yang Menggelitik Di Kursi Elit

Kalau memang terjadi kekeliruan, ya koreksi. Kalau ada naskah yang tidak pernah dikirim, jelaskan asal-usulnya.

Kalau ada wawancara, jelaskan bahwa itu hasil wawancara, bukan tiba-tiba berubah menjadi tulisan pribadi.

Sebab nama tokoh bukan stiker emoticon yang bisa ditempel sembarangan.

Redaksi Energi Juang News

Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Hukum Jenaka, Politik Menggelitik dan Kriminal. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments