Energi Juang News, Jakarta- Sebuah Video Viral yang mempertontonkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menggeser mikrofon utama di hadapan Presiden Prabowo Subianto dengan tangan kiri dalam rapat resmi pemerintahan menjadi sorotan publik.
Seorang pembantu belom ada seminggu dia blunder mutar-mutar pulpen & kasih jempol depan Putin, udah blunder lagi. Apakah seorang Seskab dinegeri ini harus blunder terus, lama lama golnya bisa bunuh diri.
Berdasarkan penelusuran di media, dalam momen itu Prabowo menyinggung karhutla yang terjadi disekitar IKN., Teddy yang berada di sampingnya langsung memindahkan mikrofon menjauh dari jangkauan bicara presiden sambil membisikkan sesuatu.
Presiden selalu mempositioning dirinya sebagai pemimpin besar. tapi coba bayangkan misal Putin, Trump, Xi Jinping lagi ngomong terus micnya digeser gitu sama bawahannya, apa kaga di slepet?.
Seketika, jagat maya jemarinya bekerja sebagaimana mestinya. “Ngatur mic pake tangan kiri, bener² seakrab itu ya?” komen netizen.
Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut tidak pantas, bahkan terlalu jauh untuk dilakukan seorang Seskab, terlebih saat Presiden Prabowo tengah membahas hal serius.
Terlebih setelah dibisiki Seskab, Presiden Prabowo terlihat hanya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti arahan.
Setelah momen itu, Teddy terlihat mengambil alih jalannya forum virtual untuk sesaat.
Namun, konteks lengkap percakapan sebelum dan sesudah momen tersebut belum diketahui secara pasti. Padahal publik maunya bukan omon omon saja, tapi hal yang pasti pasti keluar dari pernyataan presiden.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan Teddy menyela pembicaraan Presiden Prabowo. Apakah hanya gimmick lucu santapan publik atau realitas wajah politik kita.
Karena itu, gestur tersebut belum dapat diartikan sebagai bentuk ketidaksepakatan maupun tindakan tertentu. Redaksi hanya menyampaikan apa yang terlihat dalam momen tersebut.
Di tengah berbagai persoalan besar bangsa, peristiwa kecil seperti ini memang bisa menjadi hiburan tersendiri.
Sebab terkadang masyarakat membutuhkan jeda dari berita yang beratnya membalikkan nasib bangsa, disaat kondisi rakyat yang sama susahnya membalikkan nasib.
Redaksi Energi Juang News




