Rabu, September 2, 2026
spot_img
BerandaPolitikPolitik MenggelitikInsting Politik yang Menggelitik Di Kursi Elit

Insting Politik yang Menggelitik Di Kursi Elit

Energi Juang News,Jakarta-Saat ini lagi ramai di perbincangkan publik soal isu  percepatan sebelum Pemilu 2029 yang dilontarkan sosok mengaku tokoh. Kalau dilihat rekam jejaknya dibilang tokoh kayaknya juga bukan.

Awal mulanya seorang ketua relawan yang juga mantan Menteri yang keceplosan apa disengaja menyoal potensi penyelenggaraan pemilu dipercepat sebelum 2029.

Dalam potongan video yang beredar, Arie yang duduk bersebelahan dengan Jokowi dalam suatu acara, mengatakan “saya ingin sampaikan kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau.

Kita masih ngomong Pemilu 2029, tetapi kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap tidak?”

Pernyataan ini kemudian viral, beragam komentar pun bermunculan dari berbagai kalangan, petinggi parpol, pengamat hingga pendapat rakyat.

Ada yang menilai bahwa pernyataan ini provokasi politik yang tidak sehat dan berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Bisa menimbulkan spekulasi, kegaduhan dan ketidakpastian politik di tengah masyarakat.

“Isu percepatan pemilu ini dapat menimbulkan multitafsir, tentu tergantung sudut pandang tafsir politiknya,” ujar Bahlul. “Kalau disebut menuai kegaduhan politik tidak terbantahkan juga, nyatanya langsung viral,” tambah Mbak Pegi saat ketemu Bahlul di tongkrongan komplek.

“Kalau saya menyebutnya insting politik yang cukup menggelitik bagi elit maupun rakyat jelata. Otomatis netizen juga tergelitik memberikan komentar.

Wajar saja karena bicara percepatan pemilu, bisa diartikan positif yaitu pemilu berpotensi lebih cepat sebelum tahun 2029,atau sengaja bikin rebut mirip 98?” urai mas Bro.

“Tentu akan timbul pertanyaan, mengapa pemilu dipercepat sebelum waktunya, atau istilahnya tak ada asap kalau tak ada api. Tapi bukan api karhutala ya?”  kata Pegi.

“Tetapi itu kan insting, sebuah naluri yang tak selamanya menjadi kebenaran mutlak. Atau barangkali target apa yang mau diraih kita tak tau” kata Koming. “Yang bersangkutan juga sudah meminta maaf kepada pihak – pihak yang merasa kurang berkenan dan nyaman atas pernyataannya tersebut. Pernyataan tersebut merupakan analisis dan pendapat pribadi, tak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi),” kata Pegi.

Baca juga :  Desilnya Miskin, Kok Bangga Mendadak Kaya, Hadeeh

“Maaf tak menghapus insting politik yang sudah beredar luas menjadi narasi publik. Tapi opini kadung  kebentuk,” kata Koming. Mengingat Masyarakat kita juga enggak bodo bodo amat, sudah mulai melek informasi. Tapi ada juga yang bersikap bodo amat urusan elit, karena ia merasa siapapun pemimpinnya tak pengaruh langsung ke dirinya. Tetap saja tak merubah nasibnya jadi melompat signifikan bahkan tadinya bisa makan telor asin, sekarang makan ikan asin belah tiga.

“Tidak juga menutupi kenyataan bahwa insting percepatan pemilu sebelum 2029 disampaikan ketika berada di dekat Jokowi. Tidak ada kaitan, tetapi keberadaan keduanya yang duduk berdampingan sudah terekam publik,” tambah mas Bro.

“Belum lagi jika mengamati gestur politik, tentu akan beragam pandangan ada tidaknya keterkaitan. Publik bisa  percaya, bisa juga tidak,”Ngapain buru buru , apa sudah tak tahan menjadi pengangguran? Padahal rakyat kecil yang paling terdampak ulah kebijakan elit yang efek langsungnya tak dirasa.” kata Koming.

“Dulu juga mencuat isu akan adanya pengunduran atau penundaan pemilu, kini percepatan pemilu,tahun depan urus sendiri periuknya masing masing. Apa itu yang mereka mau?” kata Pegi.

“Kalau kantong sudah kosong, pasti si entong bakal menggonggong,”  ujar mas Bro.

Redaksi Energi Juang News

Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments