Selasa, September 8, 2026
spot_img
BerandaPolitikPolitik MenggelitikGerrr!! Penciuman Anak Sebagai Standar Makanan MBG!

Gerrr!! Penciuman Anak Sebagai Standar Makanan MBG!

Energi Juang News,Jakarta- Menyoal tragedi 50ribu lebih korban yg keracunan MBG yang menyasar di 30 propinsi dan 249 kabupaten kota. Praktiknya rakyat mendapat makan gratis dengan label,“Isi didalam kemasan bukan tanggung jawab kami”.

Dan benar saja, karena tata kelola yang buruk timbul kasus keracunan dimana mana. Seperti dalam kasus keracunan MBG di Tana Toraja, makanan tersebut dikonsumsi dalam program MBG yang merupakan program besar pemerintah.

Pernyataan mitra SPPG “kalau sudah bau, kenapa dimakan” justru mencederai akal sehat dan memindahkan tanggung jawab. Tragedi keracunan massal siswa akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bukan soal indra penciuman anak-anak, melainkan bobroknya rantai pasok, minimnya uji higienitas, serta mandulnya standar pengawasan dapur.

Dengan tolok ukur human eror yang tak manusiawi sehingga dia tega mengabaikan derita ribuan anak anak yg keracunan dan lebih mengutamakan kesuksesan programnya. Ironisnya pemerintah menanggapi ringan, “mereka bilang keracunan MBG, ya namanya sakit perut itu biasa sebetulnya”. Bahkan ada pula yang bilang “makan diwarung sering, saya makan di rumah aja sering salah makan. kadang kurang bersih cuci tangan”katanya.

Programnya membawa nama baik negara, anggaran negara dan disampaikan di forum resmi baru baru ini. Dan tentu saja kepercayaan masyarakat menjadi taruhannya. Tapi dalam pelaksanaanya mirip pabrik tempe yang menggiling kedelai tanpa alas kaki, apa ini standar higienis kita?.

Masyarakat juga tidak sedang meminta makanan MBG bagi buah hatinya, dan kalaupun ada tidak juga harus seperti hidangan hotel bintang lima. Syaratnya dua,  menyehatkan dan membuat siswa keracunan.

Dua syarat tadi malah dipatahkan dengan pernyataan wakil rakyat yang viral di media sosial lantaran menyebut “program MBG tak perlu ahli gizi”. 

Baca juga :  Penayangan Video Prabowo di Bioskop Hanya Pencitraan

Bayangkan berapa banyak anak-anak diberi makan tanpa kita tahu bagaimana kondisi makanan tersebut. Sementara BPOM belum menguji sampel MBG akibat keterbatasan anggaran, komplt sudah suguhan makanan bergizi yang tak bisa dijamin apa ini obat lapar atau racun.

Masyarakat hanya meminta kalaupun Makan Bergizinya gratis tapi juga jangan dikasih racun. Satu SPPG yang menelan anggaran milyaran rupiah jangan jadi grup musik PMR (Pengantar Makanan Racun).

Evaluasi total dan sanksi tegas mutlak diperlukan agar nyawa generasi bangsa tidak terus dipertaruhkan demi proyek!

Redaksi Energi Juang News

Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments