Energi Juang News,Jakarta- Bola salju tim Ombudsman RI yang mendadak sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinon berujung pembongkaran 10 unit fasilitas mewah tak bertuan.
Para petugas Ombudsman justru tertumbuk pada deretan 13 bangunan mentereng dengan desain minimalis modern, lengkap dengan AC mendinginkan suasana, TV layar lebar, sofa empuk, kulkas penuh logistik, hingga dapur pribadi.
Melihat pemandangan ajaib itu, ketua tim Ombudsman langsung bertanya ke petugas lapas yang mengawal, “Ini bangunan apa, Pak?”
Di sinilah dagelan petinggi dimulai.
Jawaban para pejabat lapas mendadak berubah-ubah, mengalahkan kecepatan bunglon berganti warna.
Mula-mula, si petugas dengan wajah polos menjawab, “Oh, itu rumah dinas Kalapas, Pak.”
Tapi mungkin sadar kalau kebohongan pertama agak kurang masuk akal, petugas lain buru-buru meralat saat dikonfirmasi lagi. “Bukan, Pak! Itu sebenarnya tempat istirahat petugas lapas yang capek habis jaga.”
Belum selesai sampai di situ, bos besarnya di wilayah Jawa Barat ikut urun suara. Katanya, bangunan itu adalah “tempat asimilasi narapidana”.
Sementara dari pusat, status tanah dan bangunannya gaib: fisiknya ada, tapi di sertifikat aset negara belum terdaftar alias ilegal.
Netizen pun langsung ramai berkomentar. “Mungkin itu bukan lapas, tapi klaster perumahan baru namanya Cibinong Pemasyarakatan Residence. DP nol persen, cicilan seumur hidup hukuman kurungan.”
Akibat drama “mulut beda, jawaban beda” ini, dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan langsung naik pitam.
Kalapas Cibinong beserta empat pejabat strukturalnya langsung didepak dari jabatannya alias dinonaktifkan.
Rombongan DPR RI Komisi XIII tongkrongin Lapas itu untuk memastikan kompleks bangunan mewah itu diratakan dengan tanah.
Kata netizen sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.
Dan pertanyaan lain muncul, kalau bukan milik negara berarti itu pesanan dan punya siapa? Nggak mungkin juga punya jin setan penunggu, bisa dipastikan jin setannya lagi pindah ke sel tahanan umum.
Dan perlu diingat sepandai-pandainya pejabat lapas bikin alasan, kalau sudah ada bukti nyata penyelewengan, malaikat pun bakal mikir dua kali buat percaya.
Nah, ini dia! Pejabat yang hobi plinplan, ujung-ujungnya malah asimilasi di rumah sendiri tanpa jabatan.




