Energi Juang News,Sulsel- Diberitakan kelas jauh SD Inpres Borongbulo tersebut mirip kandang ayam, begitu Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa datang malah minta syarat akte tanah.
Nyatanya respon pemerintah justru sibuk dengan urusan soal data akta hibah lahan dan denah lahan.
Dari pengamatan sekolahan ini hanya memiliki satu ruang kelas berukuran 6 x 8 meter, dindingnya berbahan seng bantuan komunitas mahasiswa pemerhati sosial beberapa tahun lalu.
Seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 digabung saat mengikuti proses belajar mengajar.
Boro boro punya fasilitas lain seperti perpustakaan, sanitasi, dan lapangan olahraga seperti Lapas mewah Cibinong yang viral baru baru ini.
Bagaimana guru ekspektasinya tinggi, berharap mendapat bantuan renovasi realitasnya malah mendapat tugas mengurus dokumen akte tanah.
Masyarakat malah bertanya kejelasan lebih jauh maksud dan tujuan Dinas Pendidikan meminta data akta hibah dan denah lahan kelas jauh tersebut.
Sementara tenaga pengajar hanya berjumlah 2 orang honorer tanpa sertifikasi dengan upah Rp 130.000 per bulan.
Redaksi Energi Juang News




